Sildenafil adalah obat untuk mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi pada pria. Selain untuk impotensi, sildenafil juga digunakan untuk mengurangi tekanan di pembuluh darah arteri paru-paru (hipertensi pulmonal). 

Sildenafil bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke penis selama  rangsangan seksual sehingga menyebabkan ereksi. Dalam mengobati hipertensi pulmonal, sildenafil bekerja dengan cara melemaskan pembuluh darah di paru-paru agar darah dapat mengalir dengan mudah.

sildenafil - Alodokter

Merek dagang sildenafil: Bifido, Ericfil, Gramax, Legra, Revatio, Sanbenafil 50, Topgra, Viagra, Viastar Blue 100, Vimax

Apa Itu Sildenafil

Golongan Obat resep
Kategori Obat penghambat phosphodiesterase-5 (PDE5)
Manfaat Mengatasi impotensi dan hipertensi pulmonal
Dikonsumsi oleh Dewasa
Sildenafil untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Sildenafil belum diketahui terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat Tablet, kaplet, sirop kering, oral dissolving film, dan suntik

Peringatan Sebelum Menggunakan Sildenafil

Sildenafil tidak boleh digunakan sembarangan. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan sildenafil:

  • Jangan menggunakan sildenafil jika Anda alergi terhadap obat ini.
  • Jangan menggunakan sildenafil jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan riociguat atau obat golongan nitrat, seperti nitrogliserin.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita diabetes, penyakit hati, tukak lambung, penyakit ginjal, kelainan darah, hipertensi, penyakit jantung, hipotensi, retinitis pigmentosa, sumbatan pada pembuluh darah di mata, atau penyakit Peyronie.
  • Jangan memberikan sildenafil pada anak berusia di bawah 18 tahun, mengalami karena bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang berbahaya.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan sildenafil jika Anda sedang merencanakan operasi, termasuk operasi gigi.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan

Dosis dan Aturan Pakai Sildenafil

Dokter akan memberikan dosis dan menentukan lama pengobatan sesuai dengan kondisi yang dialami pasien. Berikut adalah pembagian dosis sildenafil berdasarkan kondisi pasien:

Obat minum (tablet, kaplet, sirop kering, dan oral dissolving film)

  • Kondisi: Disfungsi ereksi atau impotensi
    Dosis 50 mg, dikonsumsi 1 jam sebelum melakukan hubungan seksual. Dosis maksimal: 100 mg per hari.

Sildenafil juga tersedia dalam bentuk sediaan suntik yang bisa digunakan untuk mengatasi hipertensi pulmonal. Untuk bentuk sediaan ini, pemberiannya akan langsung dilakukan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Cara Menggunakan Sildenafil dengan Benar

Pastikan untuk selalu membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter selama menggunakan sildenafil.

Sildenafil dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Minumlah sildenafil tablet atau kaplet dengan segelas air putih untuk menelannya.

Untuk mengatasi impotensi, sebaiknya gunakan sildenafil tidak lebih dari 4 jam sebelum berhubungan seksual. Sildenafil akan lebih efektif jika dikonsumsi 1 jam sebelum melakukan hubungan seksual. Dalam mengatasi impotensi, sildenafil bukan merupakan obat yang dikonsumsi rutin setiap hari.

Dalam mengatasi hipertensi pulmonal, sildenafil dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Telan tablet atau kaplet secara utuh dengan air, jangan membelah atau mengunyah tablet karena dapat mempengaruhi kerja obat.

Sildenafil bentuk suntik hanya boleh diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Dokter akan menyuntikkan sildenafil sesuai dengan kondisi pasien.

Bila mengonsumsi sildenafil dalam bentuk sirop kering, campur serbuk obat dengan air putih sesuai jumlah yang dianjurkan. Gunakan gelas ukur agar volume air yang dicampurkan tepat.

Simpan sildenafil di dalam tempat penyimpanan yang tertutup rapat dan jauh dari jangkauan anak-anak. Simpan pada suhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari.

Interaksi Sildenafil dengan Obat Lain

Berikut adalah interaksi yang dapat terjadi jika mengonsumsi sildenafil bersamaan dengan obat-obatan lain:

  • Peningkatkan risiko terjadinya hipotensi jika digunakan bersama riociguat dan obat golongan nitrat, seperti isosorbide dinitrate dan nitrogliserin
  • Peningkatkan kadar sildenafil dalam darah jika digunakan bersama erythromycin, itraconazole, ketoconazole, atau obat antivirus, seperti ritonavir, lopinavir, dan nelfinavir
  • Penurunan kadar sildenafil dalam darah jika digunakan bersama obat rifampicin atau phenytoin 

Efek Samping dan Bahaya Sildenafil

Efek samping yang mungkin timbul setelah menggunakan sildenafil adalah:

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika keluhan yang disebutkan di atas tidak kunjung mereda atau semakin memberat. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Sakit saat berkemih
  • Nyeri dada
  • Denyut jantung tidak teratur (aritmia)
  • Ereksi berlangsung lama dan menimbulkan rasa nyeri
  • Telinga berdenging atau tuli mendadak
  • Kejang atau pingsan
  • Pandangan kabur atau buta mendadak