Kira-kira 1 dari 4 pria di seluruh dunia mengeluhkan ejakulasi dini saat berhubungan seksual. Jika Anda memiliki keluhan tersebut, ada beberapa cara mengatasi ejakulasi dini, baik secara mandiri di rumah maupun dengan penanganan medis dari dokter, yang bisa Anda coba.

Ejakulasi dini adalah kondisi ketika pria berejakulasi atau mengeluarkan sperma terlalu cepat, yakni kurang dari satu menit setelah penetrasi atau masturbasi dilakukan. Pada sebagian kasus, ejakulasi bahkan bisa terjadi sebelum penetrasi seksual dilakukan. Seseorang dapat dikatakan mengalami ejakulasi dini apabila keluhan tersebut sudah menetap selama 6 bulan atau lebih.

Berbagai Cara Mengatasi Ejakulasi Dini - Alodokter

Berbagai Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini yang terjadi berulang kali tentu akan membuat seorang pria stres dan frustasi. Begitu pula dengan pasangannya. Untuk mengatasi ejakulasi dini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Melakukan latihan masturbasi

Sebelum bermasturbasi cobalah untuk rileks. Setelah merasa rileks, mulailah untuk bermasturbasi sambil memerhatikan apakah ada stimulasi yang dirasakan ketika hendak ejakulasi.

Ketika sensasi tersebut muncul, hentikan masturbasi dan tahan penis selama beberapa saat. Ulangi langkah ini setidaknya 2-3 kali sehari tiap kali Anda masturbasi.

Latihan ini bertujuan untuk membantu Anda belajar mengenali bagaimana tubuh merespon setiap rangsangan, termasuk sensasi yang dirasakan menjelang ejakulasi. Dengan lebih mengenal rangsangan tersebut dan berlatih untuk menahannya, Anda akan lebih mudah untuk mengendalikan kapan untuk berejakulasi.

2. Melakukan senam Kegel

Senam Kegel merupakan salah satu cara ampuh untuk mengatasi ejakulasi dini. Pasalnya, latihan fisik ini dapat memperkuat otot dasar panggul dan membantu Anda lebih kuat mengontrol rangsangan. Otot dasar panggul adalah otot yang digunakan ketika tubuh menahan urine saat buang air kecil.

Jika sudah mengetahui di mana letak otot panggul, Anda sudah bisa berlatih senam Kegel. Kencangkan otot dasar panggul Anda, tahan hingga 10 detik, kemudian lepaskan. Ulangi sebanyak 10 kali, setidaknya 3 kali sehari. Disarankan untuk mengosongkan kandung kemih terlebih dahulu sebelum melakukan teknik ini.

3. Melakukan teknik pause-squeeze

Teknik ini bisa dilakukan sendiri atau oleh pasangan ketika Anda berhubungan seksual. Caranya adalah dengan menghentikan penetrasi sejenak sebelum Anda ejakulasi dan meminta pasangan meremas batang penis Anda hingga keinginan untuk ejakulasi menurun.

Anda bisa melakukan teknik ini berulang kali hingga Anda bisa menunda ejakulasi tanpa bantuan lagi.

4. Mencabut penis sebelum klimaks

Jika Anda sudah mendekati klimaks ketika bercinta dengan pasangan, segara cabut penis Anda dari vagina atau anus pasangan. Lalu ambil jeda untuk relaks sebentar sebelum melanjutkan penetrasi kembali. Ulangi beberapa kali hingga Anda ingin ejakulasi.

5. Menggunakan kondom saat berhubungan seks

Kondom dapat menurunkan sensitivitas penis hingga membantu menunda ejakulasi. Gunakan kondom yang berbahan lateks tebal. Bila perlu, pilih kondom yang mengandung benzocaine atau lidocaine, karena kedua bahan ini memiliki efek kebas atau mati rasa sementara.

Selain pada kondom, benzocaine atau lidocaine juga sering ditemukan pada produk krim “tahan lama” atau tisu magic. Meski demikian, efektivitas dan keamanan kedua produk tersebut untuk mengatasi ejakulasi dini masih perlu dikaji lebih lanjut.

Metode Medis untuk Mengatasi Ejakulasi Dini

Jika teknik-teknik di atas tidak cukup membantu Anda dalam mengatasi ejakulasi dini, cobalah konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Untuk menentukan diagnosis dan penyebab ejakulasi dini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti pemeriksaan hormon serta tes darah dan urine. Dokter juga mungkin akan menyarankan pemeriksaan psikologis jika dicurigai terdapat masalah psikologis yang menyebabkan ejakulasi dini.

Setelah penyebab ejakulasi dini diketahui, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai dengan penyebab tersebut. Penanganan yang umum diberikan dokter untuk mengatasi ejakulasi dini adalah:

Pemberian obat-obatan

Penggunaan obat untuk mengatasi ejakulasi dini akan disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh depresi atau gangguan cemas, dokter bisa memberikan obat antidepresan dan obat penenang untuk mengatasi ejakulasi dini dan masalah psikologis yang menyebabkannya.

Untuk ejakulasi dini yang disertai gangguan lain, seperti disfungsi ereksi, maka dokter dapat meresepkan obat-obatan lainnya, seperti sildenafil, tadalafil, atau vardenafil.

Psikoterapi

Sebagian akar masalah ejakulasi dini berasal dari masalah kejiwaan, seperti gangguan cemas dan depresi. Nah, jika hasil pemeriksaan dokter memastikan bahwa ejakulasi dini disebabkan oleh hal tersebut, maka Anda akan membutuhkan psikoterapi dari psikolog atau psikiater.

Pada kasus tertentu, psikolog atau psikiater mungkin juga akan menyarankan pasangan Anda untuk ikut menjalani sesi konseling.

Tidak hanya obat-obatan resep dokter, beberapa suplemen atau obat herbal tertentu, seperti ginseng, juga kerap diklaim memiliki khasiat untuk mengatasi ejakulasi dini. Namun, efektivitas dan keamanan penggunaan obat herbal tersebut masih belum terbukti dengan jelas.

Pada prinsipnya, cara mengatasi ejakulasi dini ini berbeda pada setiap pria. Jika penyebab yang mendasarinya tidak diketahui, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan memberikan penanganan untuk mengatasi ejakulasi dini yang sesuai dengan penyebabnya.