Komplikasi dapat terjadi jika endometriosis terus dibiarkan berkembang tanpa pengobatan. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul meliputi:

  • Gangguan pada kesuburan atau infertilitas. Komplikasi ini terjadi karena adanya jaringan endometrium yang tumbuh dan menutupi tuba falopi, sehingga menghalangi pertemuan sel telur dan sperma. Tidak semua penderita endometriosis mengalami infertilitas, hanya sebagian saja. Dokter biasanya akan menganjurkan pengidap endometriosis tingkat ringan sampai menengah untuk memiliki anak secepatnya sebelum kondisi mereka makin parah.
  • Adhesi. Jaringan endometriosis yang membuat organ-organ tubuh saling menempel.
  • Kista ovarium, yaitu tumbuhnya kantong berisi cairan pada ovarium. Kantong ini bisa tumbuh menjadi sangat besar dan menimbulkan nyeri.
  • Kanker ovarium. Meski komplikasi ini jarang terjadi, pengidap endometriosis tetap memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker ovarium.
  • Kanker endometirum yang terpicu endometriosis, yaitu jenis kanker ganas di lapisan dinding dalam rahim akibat endometriosis. Jenis kanker ini tergolong jarang terjadi dan masih dalam penelitian untuk mencari faktor pemicunya.

Adhesi dan kista ovarium dapat muncul ketika jaringan endometrium tumbuh di dalam atau di dekat ovarium.