Penyebab tumbuhnya jaringan endometrium yang abnormal ini belum diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa penjelasan tentang bagaimana endometriosis bisa terjadi, yang meliputi:

  • Retrogade menstruation atau aliran menstruasi yang berbalik arah. Berbeda dengan proses menstruasi normal, gangguan ini terjadi ketika darah menstruasi yang mengandung banyak sel endometrium mengalir naik ke tuba falopi atau saluran telur dan kemudian masuk ke rongga perut.
  • Gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada kemungkinan sistem kekebalan tubuh tidak berhasil melenyapkan sel-sel endometrium yang secara keliru tumbuh di luar rahim.
  • Perpindahan sel-sel endometrium ke bagian tubuh lain melalui darah atau sistem limfatik.

Para pakar juga memercayai bahwa ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko endometriosis. Di antaranya adalah:

  • Faktor keturunan. Risiko endometriosis akan meningkat apabila pengidap memiliki anggota keluarga (terutama ibu atau saudara perempuan) yang juga mengalami penyakit yang sama.
  • Belum pernah melahirkan.
  • Mengalami keabnormalan pada rahim.
  • Mengidap kondisi tertentu yang dapat menghalangi jalur darah menstruasi.
  • Konsumsi minuman beralkohol.
  • Mengalami menstruasi pada usia lebih muda dari batas normal.
  • Siklus menstruasi yang singkat, misalnya kurang dari 27 hari.
  • Mengalami menopause pada usia yang lebih tua dari batas normal.