Erotomania merupakan salah satu gangguan delusi di mana seseorang merasa yakin dicintai atau ditaksir orang lain, meski kenyataannya belum tentu. Gangguan seperti ini termasuk dalam kondisi kesehatan yang langka dialami seseorang.

Penderita erotomania memiliki keyakinan yang kuat bahwa dirinya sedang disukai oleh seseorang. Orang tersebut bisa siapa saja, umumnya orang terkenal, seperti orang dengan posisi sosial yang tinggi, misalnya pejabat, selebriti, konglomerat atau mungkin tokoh politik, sekalipun mereka belum pernah bertemu sama sekali. Keyakinan ini bukanlah timbul dari kenyataan yang ada. Berkhayal, mendengar berita, atau menonton TV saja sudah cukup untuk memicu timbulnya erotomania.

Erotomania, Meyakini Seseorang Mencintainya Padahal Tidak Nyata - Alodokter

Memahami Gejala yang Ditimbulkan dari Erotomania

Sampai saat ini belum ditemukan alasan yang jelas kenapa seseorang bisa mengalami erotomania. Kemungkinan erotomania dapat diakibatkan oleh faktor genetik, biologis, psikologis, serta faktor lingkungan.

Gejala utama dari penderita erotomania adalah terlalu meyakini atau salah menafsirkan seseorang mencintai dirinya. Penderita erotomania sering membicarakan orang yang disangka mencintai dirinya, bahkan tak jarang mereka terobsesi dengan orang tersebut.

Ada beberapa gejala yang dapat ditimbulkan akibat erotomania, di antaranya:

  • Sering mengirim surat, email, atau hadiah pada orang yang dianggap mencintainya. Ia juga dapat terus menerus melakukan panggilan telepon.
  • Merasa cemburu pada orang lain yang dianggap berhubungan dengan orang yang dianggap mencintainya.
  • Kehilangan minat dalam melakukan kegiatan lainnya. Cenderung lebih sering menghabiskan waktunya untuk memikirkan dan membicarakan tentang orang yang dianggap mencintainya.
  • Terlalu meyakini bahwa orang yang mencintainya, seolah sedang mencoba untuk berkomunikasi secara rahasia melalui pandangan, gerak-gerik, atau berupa status dalam media sosial.

Erotomania dapat terjadi dalam jangka waktu pendek atau jangka waktu lama. Erotomania memiliki kemungkinan menjadi lebih parah hingga mengalami gejala psikosis. Ditandai dengan delusi atau gangguan isi pikir yang semakin parah secara tiba-tiba atau gejala lain seperti dorongan energi berlebih, tidak bisa tidur, berbicara dengan sangat cepat, berpikir banyak hal dan melakukan tindakan berbahaya demi orang yang diyakini mencintainya.

Cara Menangangi Erotomania

Untuk memastikan diagnosis erotomania, dokter akan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan sekaligus pemeriksaan fisik. Kemungkinan akan dilakukan beberapa tes kesehatan untuk memastikan gejala tidak disebabkan oleh penyakit fisik. Jika dokter menyimpulkan kondisi tersebut benar sebagai gejala gangguan psikologis, maka akan direkomendasikan perawatan pada psikolog atau psikiater.

Penanganan erotomania, dapat dilakukan melalui kombinasi terapi dan obat-obatan. Namun, psikoterapi biasanya menjadi pilihan dalam membantu pasien mengelola dan mengatasi tekanan terkait dengan keyakinan delusional mereka.

Beragam jenis psikoterapi yang mungkin dapat dilakukan bisa berupa:

  • Psikoterapi individual
    Bermanfaat dalam mengenali dan memperbaiki gangguan pada pemikiran penderita erotomania.
  • Terapi perilaku kognitif
    Bermanfaat dalam membantu penderita mengenali dan mengubah pola pikir serta perilaku yang dianggap menyebabkan rasa tidak nyaman.
  • Terapi keluarga
    Terapi di mana keluarga ikut serta dalam membantu menangani gangguan erotomania pada pasien, yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap perbaikan kondisi pasien.

Meski umumnya penderita erotomania masih dapat beraktivitas normal dan tidak bermasalah saat bersosialisasi, namun kemungkinan kehidupan mereka terganggu karena delusi yang mereka alami. Erotomania juga memiliki kemungkinan menyebabkan penderitanya mengganggu kehidupan orang lain. Jika Anda mengenali gejala erotomania, sebaiknya segera cari bantuan medis dari psikiater atau psikolog untuk mendapat perawatan yang tepat.