Estera adalah krim oles untuk mengatasi jerawat, serta garis halus, kulit kasar, warna kulit tidak merata, atau kerusakan kulit lain yang disebabkan oleh paparan sinar matahari. Estera termasuk obat keras yang hanya boleh digunakan berdasarkan resep dari dokter.
Estera mengandung tretinoin, yaitu kelompok obat retinoid topikal. Zat aktif ini bekerja dengan cara mempercepat proses pergantian sel kulit mati sekaligus merangsang regenerasi sel kulit baru.

Tak hanya itu saja, kandungan ini juga berperan dalam mengontrol produksi minyak berlebih serta meredakan peradangan pada jerawat. Berkat cara kerjanya tersebut, penggunaan Estera dapat membuat proses penyembuhan jerawat menjadi lebih optimal dan risiko timbulnya jerawat baru dapat ditekan.
Selain untuk jerawat, tretinoin dalam Estera juga berperan dalam merangsang pembentukan kolagen dan elastin. Manfaat ini membantu meminimalkan munculnya garis halus dan kerutan akibat penuaan dini, sekaligus memperbaiki tekstur kulit agar lebih halus.
Produk Estera
Estera tersedia dalam 3 varian, yaitu:
- Estera 0,25 mg 10 gram, yang tiap gramnya mengandung 0,25 mg tretinoin.
- Estera 0,5 mg 10 gram, dengan kandungan 0,5 mg tretinoin pada tiap gramnya.
- Estera 1 mg 10 gram, yang mengandung 1 mg tretinoin pada setiap gramnya.
Apa Itu Estera
| Bahan aktif | Tretinoin |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Retinoid topikal |
| Manfaat | Mengatasi dan mencegah munculnya jerawat |
| Menyamarkan garis halus atau kerutan, warna kulit tidak merata, serta mangatasi kulit kasar dan kerusakan kulit lain yang disebabkan paparan sinar matahari | |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥12 tahun |
| Estera untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Estera untuk ibu menyusu | Ibu menyusui dapat menggunakan obat ini sesuai dengan anjuran dokter. |
| Jangan mengoleskan Estera ke area payudara. Jika memang perlu dioleskan pada area ini, pastikan area payudara sudah dibersihkan sebelum menyusui. | |
| Bentuk obat | Krim |
Peringatan sebelum Menggunakan Estera
Penggunaan Estera memerlukan perhatian khusus agar tidak menimbulkan iritasi atau efek yang tidak diinginkan. Simak peringatan berikut sebelum menggunakan obat ini:
- Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Jangan gunakan obat ini jika Anda alergi dengan kandungan tretinoin atau obat lain yang mengandung vitamin A.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki atau pernah memiliki kondisi kulit tertentu, seperti actinic keratosis, eksim, atau dermatitis.
- Jangan pakai krim penghilang bulu selama menjalani pengobatan dengan Estera.
- Gunakan Estera tanpa disertai produk perawatan kulit yang mengandung alkohol, mentol, asam salisilat, asam glikolat, jeruk nipis, atau sulfur. Pasalnya, kandungan tersebut berpotensi menyebabkan iritasi kulit.
- Bicarakan dengan dokter perihal keamanan penggunaan obat ini pada ibu hamil, menyusui, atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan.
- Diskusikan dengan dokter perihal obat, vitamin, atau produk herbal tertentu yang akan digunakan bersama Estera, khususnya yang juga digunakan ke kulit. Hal ini untuk mencegah terjadinya interaksi obat.
- Lindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya dan pakaian berlengan panjang saat beraktivitas di luar ruangan. Estera bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
- Segera kunjungi dokter ketika timbul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah memakai obat ini.
Dosis dan Aturan Pakai Estera
Dokter akan menyesuaikan dosis Estera berdasarkan kondisi kulit pasien. Secara umum, Estera digunakan satu kali sehari dengan cara dioleskan tipis pada area kulit yang bermasalah. Waktu penggunaan yang dianjurkan adalah malam hari atau sebelum tidur.
Cara Menggunakan Estera dengan Benar
Penggunaan Estera perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal dan risiko iritasi dapat diminimalkan. Berikut cara menggunakan Estera dengan benar:
- Bersihkan tangan dan area kulit yang bermasalah dengan air dan sabun, lalu keringkan dengan handuk.
- Oleskan krim Estera secara tipis ke area kulit yang ingin diobati sesuai saran dokter.
- Jangan sampai obat ini mengenai area kulit yang terluka atau mengalami sunburn.
- Bilas dengan air bersih ketika krim Estera mengenai area mata, hidung, mulut, atau telinga.
- Hindari penggunaan produk lain pada area kulit yang diolesi Estera hingga 1 jam sebelum atau setelah pemakaian. Ini untuk mencegah terjadinya iritasi.
- Pastikan tangan dicuci secara bersih setiap usai memakai obat ini.
- Pastikan untuk tidak menggunakan obat ini lebih lama atau lebih sering dari yang dokter sarankan.
- Simpan Estera di tempat bersuhu ruang, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Letakkan di tempat yang sulit dijangkau oleh anak.
Interaksi Estera dengan Obat Lain
Estera dapat berinteraksi dengan obat maupun produk perawatan kulit lain jika digunakan bersamaan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Interaksi obat yang dapat terjadi meliputi:
- Penurunan efektivitas Estera atau peningkatan risiko terjadinya iritasi kulit, saat dipakai bersama dengan benzoil peroksida
- Peningkatan sensitivitas kulit terhadap paparan sinar matahari, saat digunakan bersama sulfamethoxazole, chlorpromazine, hydrochlorothiazide, ciprofloxacin, atau tetrasiklin
Penggunaan Estera bersama obat lain atau produk perawatan kulit sebaiknya didahului dengan konsultasi dokter, baik secara langsung maupun lewat Chat Bersama Dokter. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
Efek Samping dan Bahaya Estera
Berikut adalah beberapa efek samping dari penggunaan Estera:
- Kulit kering
- Kulit gatal
- Kulit memerah atau seperti terbakar
- Kulit terasa perih saat disentuh
- Kulit mengelupas
Efek samping tersebut akan mereda seiring berjalannya waktu. Namun, jika makin parah atau tidak juga membaik, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Segera kunjungi dokter apabila muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius dengan gejala sebagai berikut:
- Iritasi kulit yang parah atau tidak juga sembuh
- Perubahan warna kulit
- Kulit bengkak
- Kulit berkerak, mengeras, atau melepuh
- Wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan bengkak atau gatal
- Pusing parah
- Sesak napas