Fasidol Forte adalah obat yang digunakan untuk menurunkan demam sekaligus meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, nyeri otot, sakit gigi, maupun nyeri akibat flu. Obat ini mengandung paracetamol sebagai bahan aktifnya dan tersedia dalam bentuk kaplet serta sirop.
Kandungan paracetamol dalam Fasidol Forte bekerja dengan menekan penghantaran sinyal nyeri di otak sehingga rasa sakit berkurang. Selain itu, obat ini juga membantu menurunkan demam dengan memengaruhi pusat pengatur suhu tubuh. Fasidol Forte termasuk golongan obat bebas yang bisa diperoleh tanpa resep dokter.

Produk Fasidol Forte
Fasidol Forte tersedia dalam 2 varian, yaitu:
- Fasidol Forte 650 mg 10 Kaplet, yang memiliki kandungan 650 mg paracetamol per kaplet.
- Fasidol Forte sirop, dengan kandungan 160 mg paracetamol tiap 5 ml.
Apa Itu Fasidol Forte
| Bahan aktif | Paracetamol |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Analgetik-antipiretik |
| Manfaat | Meredakan nyeri |
| Menurunkan demam | |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Fasidol Forte untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko paracetamol terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Fasidol Forte umumnya aman digunakan oleh ibu hamil. Namun, sebaiknya tetap diskusikan dengan dokter mengenai dosis yang tepat untuk ibu hamil. | |
| Fasidol Forte untuk ibu menyusui | Obat yang mengandung paracetamol, seperti Fasidol Forte, dapat digunakan oleh ibu menyusui selama sesuai dengan dosis dan aturan pakai. |
| Bentuk obat | Kaplet dan sirop |
Peringatan sebelum Menggunakan Fasidol Forte
Meski mudah didapat, Fasidol Forte tidak boleh digunakan secara sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Fasidol Forte tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap paracetamol.
- Informasikan kepada dokter jika pernah atau sedang menderita anemia, penyakit ginjal, defisiensi G6PD, penyakit hati, asma, penyakit jantung, penyakit paru-paru, atau malnutrisi kronis.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol atau mengalami kecanduan alkohol. Penggunaan Fasidol Forte bersama alkohol bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Fasidol Forte jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mencegah interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius selama menggunakan Fasidol Forte.
Dosis dan Aturan Pakai Fasidol Forte
Berikut adalah dosis umum penggunaan Fasidol Forte untuk meredakan demam dan nyeri berdasarkan bentuk sediaan:
Fasidol Forte kaplet
- Dewasa: 1 kaplet, 3 kali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: ½ kaplet, 3 kali sehari.
Fasidol Forte sirop
- Anak usia 11–12 tahun: 3 sendok takar (15 ml), 3–4 kali sehari.
- Anak usia 9–10 tahun: 2½ sendok takar (12,5 ml), 3–4 kali sehari.
- Anak usia 6–8 tahun: 2 sendok takar (10 ml), 3–4 kali sehari.
- Anak usia 4–5 tahun: 1½ sendok takar (7,5 ml), 3–4 kali sehari.
- Anak usia 2–3 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3–4 kali sehari.
- Anak usia 4–11 bulan: ½ sendok takar (2,5 ml), 3–4 kali sehari.
Cara Menggunakan Fasidol Forte dengan Benar
Gunakanlah Fasidol Forte sesuai aturan pakai yang terdapat pada kemasan atau anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Pastikan untuk mengikuti cara menggunakan Fasidol Forte dengan benar di bawah ini agar mendapat hasil pengobatan maksimal:
- Konsumsilah Fasidol Forte kaplet sebelum atau sesudah makan. Telan obat ini dengan bantuan air putih.
- Kocok botol Fasidol Forte sirop sebelum digunakan. Gunakan sendok takar yang tersedia di dalam kemasan obat. Jangan gunakan sendok biasa karena dosisnya bisa tidak tepat.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Fasidol Forte, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jeda waktu dengan dosis selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Konsultasikan dengan dokter jika setelah 3 hari demam tidak turun atau setelah 5 hari nyeri tidak kunjung mereda.
- Simpan Fasidol Forte di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Fasidol Forte dengan Obat Lain
Ada beberapa efek interaksi yang bisa terjadi jika Fasidol Forte digunakan bersama obat lain, yaitu:
- Penurunan efektivitas lamotrigine dalam mencegah kejang
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dalam jangka panjang bersama warfarin atau antikoagulan lain
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping Fasidol Forte jika digunakan bersama isoniazid atau probenecid
- Penurunan efektivitas Fasidol Forte jika digunakan dengan cholestyramine
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, berdiskusilah melalui fitur Chat Bersama Dokter jika Anda berencana menggunakan Fasidol Forte bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Fasidol Forte
Jika diminum sesuai aturan pakai atau anjuran dokter, Fasidol Forte umumnya jarang menyebabkan efek samping. Namun, bila digunakan secara berlebihan, kandungan paracetamol di dalam obat ini bisa menimbulkan efek samping berikut:
- Mual
- Muntah
- Tidak nafsu makan
- Lelah yang tidak biasa
- Nyeri di perut kanan bagian atas
- Tinja berwarna pucat atau keabu-abuan
- Urine berwarna gelap
- Penyakit kuning
Hentikan konsumsi Fasidol Forte dan berkonsultasilah ke dokter melalui chat jika muncul keluhan di atas. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.
Segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya jika mengalami gejala reaksi alergi obat setelah mengonsumsi Fasidol Forte.