Flu umumnya sembuh tanpa menyebabkan komplikasi. Meskipun begitu, Anda disarankan untuk tetap berhati-hati karena sistem kekebalan tubuh saat menderita flu akan menurun sehingga lebih mudah tertular penyakit lain. Demikian pula dengan orang-orang yang lebih rentan mengalami komplikasi, seperti wanita hamil, lansia, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, serta penderita penyakit kronis (misalnya penyakit paru-paru).

Sejumlah komplikasi yang umum terjadi adalah:

  • Infeksi paru-paru. Jenis infeksi paru-paru yang paling sering dialami oleh penderita flu adalah bronkitis. Bronkitis merupakan infeksi di bagian saluran pernapasan utama yang disebut dengan bronkus. Pada beberapa kasus, komplikasi yang lebih parah dapat terjadi, contohnya adalah pneumonia (radang paru).
  • Perburukan gejala flu. Pada orang-orang dengan masalah kesehatan jangka panjang (kronis) seperti asma atau PPOK, gejala flu bisa menjadi lebih parah daripada orang normal.
  • Peningkatan gula darah pada penderita diabetes. Selain meningkatkan gula darah, flu juga berpotensi memicu terjadinya kondisi diabetik ketoasidosis pada penderita diabetes melitus tipe 1.
  • Kelahiran prematur. Pada ibu hamil, risiko untuk terjadi infeksi akibat flu akan meningkat. Flu juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur atau berat badan lahir bayi yang sangat rendah.

Di samping itu, ada beberapa jenis komplikasi lain yang juga bisa dipicu oleh flu. Di antaranya adalah pembengkakan amandel (tonsilitis), infeksi telinga, bronkitisdehidrasi yang parah, serta meningitis.

Pada pengidap flu, dehidrasi juga berpotensi terjadi karena adanya rasa enggan untuk minum akibat sakit tenggorokan dan demam yang dirasakan. Selain orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, anak-anak juga rentan mengalami dehidrasi, khususnya yang berusia di bawah dua tahun.