Flu biasanya tidak perlu ditangani oleh dokter.Anda bisa mengobati kondisi ini sendiri di rumah. Langkah-langkah pengobatan sederhana yang dapat Anda lakukandi antaranya adalah dengan cukup istirahat, mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran, serta menjaga suhu tubuh tetap normal.

Meningkatkan konsumsi cairan merupakan langkah penting agar kita terhindar dari dehidrasi yang merupakan salah satu komplikasi dari flu. Ketika Anda flu dan mengalami dehidrasi, tubuh akan kehilangan gula, garam, dan cairan. Anda dapat mencoba meminum cairan yang mengandung gula dan elektrolit/ion untuk mengembalikan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Selain langkah-langkah penanganan mandiri di atas, Anda juga dapat mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas di pasaran apabila dibutuhkan, misalnya paracetamol atau ibuprofen. Kedua obat ini dapat menurunkan demam dan mengurangi pegal-pegal. Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi antibiotik karena obat ini hanya berfungsi untuk membunuh bakteri, bukan membunuh virus sebagai penyebab flu.

Ada beberapa kelompok orang yang rentan mengalami komplikasi akibat flu, di antaranya adalah wanita hamil, lansia, orang yang kekebalan tubuhnya rendah, serta penderita penyakit serius (misalnya gagal jantung). Karena itu, dokter biasanya akan memberikan obat antivirus terhadap mereka yang berisiko.

Terdapat dua jenis antivirus saat ini banyak digunakan untuk mengatasi flu, yaitu oseltamivir dan zanamivir. Namun, manfaat serta efek samping kedua obat ini masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tamiflu terbukti kurang efektif dalam menurunkan risiko komplikasi akibat flu. Di samping itu, sekitar 50% penderita yang mengonsumsi obat ini menunjukkan gejala efek samping yang cukup serius, antara lain dampak pada persarafan, kondisi psikis, serta sistem pencernaan. Konsultasikan kepada dokter Anda untuk mendapatkan terapi yang tepat.