Kanker kelenjar getah bening merupakan jenis kanker dengan tingkat kesembuhan yang tinggi jika dilakukan pengobatan secara dini.  Agar dapat terdeteksi sedini mungkin sehingga dapat segera diobati, Anda perlu mengenali berbagai gejala kanker kelenjar getah bening berikut ini.

Kanker kelenjar getah bening (limfoma) merupakan penyakit yang ditakuti karena dapat menimbulkan kematian. Penderita kanker kelenjar getah bening di dunia meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2018, terdapat hampir 600.000 penderita baru di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, diperkirakan terdapat lebih dari 14.000 orang penderita limfoma pada tahun 2013. Maka dari itu, penting sekali mengetahui gejala kanker kelenjar getah bening agar lebih waspada dan tidak terlambat menjalani pengobatan.

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening - Alodokter

Apa Itu Kanker Kelenjar Getah Bening?

Tubuh kita memiliki sistem getah bening atau sistem limfatik yang berperan sebagai daya tahan tubuh. Sistem limfatik meliputi kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus, amandel, dan sumsum tulang.

Kanker sendiri adalah suatu kondisi di mana sel-sel tubuh tumbuh secara tidak terkendali. Kanker kelenjar getah bening atau limfoma merupakan kanker pada sel darah putih dalam sistem getah bening. Berbeda dengan leukemia, yang tumbuh pada sel pembentuk darah putih di sumsum tulang. Sampai saat ini, belum diketahui penyebab pasti limfoma.

Ada banyak jenis limfoma, dengan gejala  dan pengobatan yang berbeda. Namun, ada dua jenis limfoma yang paling sering ditemukan, yaitu:

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Masing-masing jenis kanker kelenjar getah bening (limfoma) memiliki gejala yang berbeda. Namun secara umum, gejala yang dapat muncul pada limfoma adalah:

  • Benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan. Benjolan ini tidak nyeri, dan merupakan tanda dari pembesaran kelenjar getah bening.
  • Penurunan berat badan.
  • Demam.
  • Lemas.
  • Nyeri perut.
  • Perut membesar (karena pembesaran organ limpa).
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Nyeri tulang.
  • Gatal.
  • Batuk.
  • Sesak napas.

Munculnya gejala limfoma juga dipengaruhi oleh stadium kankernya, yang terdiri dari stadium 1 sampai 4. Pada stadium awal, limfoma bisa tidak menimbulkan gejala apa pun.

Bila dari gejala yang muncul ditambah dengan hasil pemeriksaan terdapat kecurigaan adanya kanker kelenjar getah bening, maka dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan, berupa pemeriksaan darah, foto Rontgen,  CT scan, MRI, atau biopsi kelenjar getah bening. Biopsi dilakukan dengan mengambil sebagian jaringan dari kelenjar getah bening untuk kemudian diperiksa menggunakan mikroskop.

Perlu diingat bahwa tidak semua kelenjar getah bening yang membesar adalah kanker kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar getah bening bisa juga disebabkan oleh hal lain, misalnya infeksi. Maka dari itu, jika Anda mengalami keluhan-keluhan di atas, sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter agar dapat dicari penyebabnya dan dilakukan penanganan secepatnya.

Ditulis oleh:

dr. Dina Kusumawardhani