Gula sumber energi penting peranannya sebagai bahan bakar utama tubuh, terlebih saat beraktivitas atau berolahraga. Namun, konsumsi gula harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh atau intensitas latihan, agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Ketika mengomsumsi makanan yang mengandung gula, tubuh Anda akan mengubahnya menjadi glukosa. Glukosa inilah yang langsung digunakan sel sebagai sumber tenaga. Proses ini sangat penting supaya otot, otak, dan organ lainnya dapat bekerja optimal, baik dalam kegiatan sehari-hari maupun saat melakukan aktivitas fisik.

Gula Sumber Energi, Inilah Fakta dan Cara Aman Mendapatkannya - Alodokter

Beberapa orang menganggap gula sumber energi sebagai pantangan total. Padahal, yang perlu diwaspadai adalah asupan kalori secara keseluruhan, bukan hanya gulanya saja. Keseimbangan antara jumlah kalori yang masuk dan yang digunakan tubuh tetap menjadi kunci tubuh dan berat badan yang sehat.

Mitos dan Fakta Gula Sumber Energi

Tidak sedikit mitos tentang gula yang beredar di masyarakat, salah satunya bisa menyebabkan kegemukan. Padahal, gula tetap dibutuhkan manusia agar semua fungsi tubuh berjalan lancar, terutama sebagai pasokan energi cepat.

Berikut adalah beberapa mitos dan fakta di balik terkait gula sumber energi:

1. Gula selalu menyebabkan kegemukan

Banyak orang menganggap bahwa mengonsumsi gula otomatis membuat berat badan naik. Sebenarnya, kenaikan berat badan terjadi apabila asupan kalori, baik dari gula, lemak, maupun protein, melebihi kebutuhan harian tubuh. 

Selama Anda menjaga pola makan seimbang, aktif bergerak, dan mengatur porsi gula sesuai anjuran, gula tidak akan langsung menyebabkan kegemukan. 

Kalori ekstra yang tidak terpakai, apa pun sumbernya, akan diubah tubuh menjadi cadangan lemak. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan total asupan makanan, bukan hanya membatasi gula sumber energi saja ya.

2. Mengonsumsi gula bikin tubuh langsung lemas

Ada anggapan bahwa mengonsumsi gula bisa membuat tubuh cepat lemas, misalnya setelah makan kudapan manis lalu merasa mengantuk. 

Sebenarnya, gula cepat diserap dan bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar sel, terutama sebelum melakukan aktivitas fisik. Jadi, apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar, gula sumber energi justru membantu tubuh tetap bertenaga dan produktif. 

Namun, jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus, makanan/minuman manis bisa membuat kadar gula darah meningkat pesat dan kemudian menurun drastis. Inilah yang menyebabkan tubuh terasa lelah. 

3. Gula berbahaya untuk semua orang

Tidak sedikit orang yang menganggap semua jenis gula harus dihindari, termasuk gula sumber energi. Padahal, gula sangat dibutuhkan untuk kelancaran fungsi tubuh, seperti menjaga kerja otak dan otot. 

Kuncinya adalah mengenali tubuh sendiri. Sebab, setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, hingga kondisi kesehatan. Bagi penderita diabetes atau orang dengan risiko penyakit metabolik lainnya, pengaturan konsumsi gula harus lebih ketat dan dipantau dengan cermat. 

Namun, untuk orang sehat dan aktif, gula tetap boleh dikonsumsi sepanjang tidak melebihi rekomendasi harian, yaitu 50 gram (4 sendok makan) per hari. Kuncinya adalah menyesuaikan asupan gula dengan kebutuhan dan pola hidup Anda.

Penting diingat, gula yang tidak dimanfaatkan tubuh untuk beraktivitas akan diubah dan disimpan menjadi jaringan lemak. Oleh sebab itu, konsumsi gula sebaiknya selalu diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, karena gula akan menjadi bahan bakar utama otot selama beraktivitas. 

Tanda Tubuh Kekurangan Gula

Jika tubuh Anda kekurangan gula, biasanya akan muncul beberapa gejala berikut ini:

  • Cepat lelah meski aktivitas tidak berat
  • Mudah merasa lapar
  • Tubuh gemetar atau lemas
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Konsentrasi menurun

Kondisi ini menandakan tubuh membutuhkan asupan gula sumber energi untuk menjaga fungsi otak, otot, dan organ penting. Jika Anda merasakan gejala di atas, konsumsilah camilan sehat, seperti buah, roti gandum, atau biskuit rendah gula, agar energi kembali stabil.

Tips Aman Mendapatkan Manfaat Gula Sumber Energi

Membatasi asupan gula tambahan memang penting, tetapi kebutuhan gula sumber energi tubuh juga tidak boleh diabaikan. Berikut tips agar gula sumber energi tetap bermanfaat dan tidak menimbulkan risiko kesehatan:

  • Pilihlah gula sumber energi alami, seperti buah dan gandum utuh.
  • Hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan berlebihan atau pemanis buatan.
  • Sesuaikan konsumsi gula sumber energi dengan tingkat aktivitas Anda, apalagi jika rutin berolahraga.
  • Jika mengalami gejala gula darah rendah, segera konsumsi makanan atau minuman manis secukupnya lalu beristirahat.

Bila Anda kerap merasa lelah, cepat lapar, atau menunjukkan gejala hipoglikemia, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar kebutuhan gula sumber energi bisa diatur sesuai kondisi kesehatan.

Gula sumber energi memang esensial bagi tubuh, khususnya saat berolahraga dan menjalani aktivitas padat. Nah, selain dari makanan, gula juga bisa Anda peroleh dari minuman manis yang menyegarkan, contohnya teh kemasan yang praktis. Namun, jangan sembarang memilih teh kemasan ya. 

Pilihlah yang diolah dari bahan alami dan terbaik, serta tanpa pemanis buatan. Salah satu yang cocok untuk menjadi teman berolahraga adalah Teh Pucuk Harum yang terbuat dari 100% pucuk teh terbaik. Selain tanpa pemanis buatan, teh ini juga kaya antioksidan dan tanpa bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi.

Namun, tetap harus dikonsumsi dalam jumlah wajar sesuai kebutuhan tubuh.

Jadi, sudah jelas ya bahwa gula tidak perlu ditakuti. Selama tidak dikonsumsi berlebihan dan diimbangi dengan gaya hidup sehat, minuman manis, seperti teh kemasan, dapat memberikan energi tambahan bagi tubuh saat beraktivitas supaya tidak mudah lemas. 

Nah, jika Anda sedang mengatur pola makan, memiliki penyakit tertentu, atau ingin tahu kebutuhan gula sumber energi yang optimal, jangan ragu Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat agar tubuh tetap sehat dan bugar.