Hemaviton C adalah suplemen kesehatan yang mengandung formula total care dengan buffered vitamin C, vitamin D3, dan zinc. Suplemen ini bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, terutama saat tubuh rentan terkena penyakit atau dalam masa pemulihan.
Hemaviton C atau yang dikenal dengan Hemaviton C1000 Total Care dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian, terutama bagi Anda yang memiliki aktivitas padat atau sedang dalam masa pemulihan.
Perpaduan vitamin C, vitamin D3, dan zinc dalam Hemaviton C berperan penting dalam mendukung fungsi sistem imun agar tubuh tetap kuat melawan infeksi. Selain itu, suplemen ini juga bisa membantu menjaga stamina, meningkatkan energi, serta menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Perlu diketahui, kandungan buffered vitamin C yang terdapat dalam Hemaviton C mengandung kombinasi dua bentuk vitamin C sehingga mengurangi tingkat keasamaannya. Hal ini membuat suplemen ini nyaman untuk dikonsumsi, terutama bagi orang yang memiliki lambung sensitif.
Produk Hemaviton C
Hemaviton C memiliki beberapa varian, yaitu:
- Hemaviton C 1000 Orange
- Hemaviton C 1000 Lemon
- Hemaviton C 1000 + Collagen
- Hemaviton C 1000 Less sugar
Semua varian suplemen ini tersedia dalam bentuk botol kaca 150 ml dan kaleng 330 ml, yang bisa dibeli di apotek atau supermarket.
Apa Itu Hemaviton C
| Bahan aktif | Buffered vitamin C, vitamin D3, dan zinc |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Suplemen kesehatan |
| Manfaat | Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Hemaviton C untuk ibu hamil | Dosis di atas AKG |
| Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping vitamin C dosis tinggi terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. | |
| Suplemen ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Hemaviton C untuk ibu menyusui | Kandungan vitamin C, vitamin D3, dan zinc dalam Hemaviton C terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan mengonsumsi suplemen ini tanpa persetujuan dokter. |
| Bentuk obat | Botol kaca dan kaleng |
Peringatan sebelum Menggunakan Hemaviton C
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan Hemaviton C, di antaranya:
- Jangan menggunakan Hemaviton C jika Anda alergi terhadap vitamin C atau komponen lain dalam produk ini.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki penyakit ginjal, sindrom malabsorbsi, hiperkalsemia, penyakit jantung, ketidakseimbangan elektrolit, atau defisiensi tembaga.
- Diskusikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi kelebihan zat besi, seperti hemokromatosis, thalassemia, atau anemia sideroblastik, karena vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
- Konsultasikan penggunaan Hemaviton C terlebih dahulu jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Beri tahu dokter atau apoteker mengenai obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda konsumsi untuk mencegah terjadinya interaksi obat.
- Hindari penggunaan vitamin C dalam dosis tinggi atau jangka panjang tanpa pengawasan dokter karena dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan atau terbentuknya batu ginjal pada sebagian orang.
- Sampaikan kepada tenaga kesehatan bahwa Anda sedang mengonsumsi vitamin C jika akan menjalani pemeriksaan laboratorium tertentu karena vitamin C dosis tinggi dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.
- Segera periksakan diri ke dokter jika setelah mengonsumsi Hemaviton C muncul reaksi alergi atau efek samping yang berat.
Dosis dan Aturan Pakai Hemaviton C
Hemaviton C dapat dikonsumsi 1 botol atau kaleng, 1 kali sehari.
Cara Menggunakan Hemaviton C dengan Benar
Pastikan untuk selalu memilih produk asli Hemaviton C dengan label resmi BPOM dan Halal Indonesia. Selanjutnya, bacalah informasi yang terdapat pada kemasan sebelum minum Hemaviton C. Ingat, jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Agar manfaat suplemen ini dapat dirasakan secara optimal, pastikan untuk mengikuti aturan dan cara mengonsumsinya di bawah ini:
- Hemaviton C dapat dikonsumsi pada pagi hari, setelah berolahraga, atau saat merasa lelah dan sakit.
- Kocok botol atau kaleng terlebih dahulu sebelum diminum agar kandungan nutrisi tercampur dengan baik.
- Minum dalam keadaan dingin untuk rasa yang lebih segar.
- Batasi konsumsi maksimal satu botol per hari untuk menjaga asupan gula tetap dalam batas aman.
- Konsumsi pada waktu yang sama setiap hari agar lebih teratur. Jika lupa mengonsumsi satu dosis dan masih di hari yang sama, segera minum saat teringat. Jika sudah mendekati jadwal berikutnya, abaikan dosis yang terlewat. Jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat.
- Simpan Hemaviton C di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan jangan gunakan produk yang sudah kedaluwarsa.
Interaksi Hemaviton C dengan Obat Lain
Kandungan vitamin C dalam Hemaviton C dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersama obat tertentu, terutama dalam dosis tinggi. Beberapa efek interaksi yang mungkin terjadi, antara lain:
- Penurunan efektivitas obat antikoagulan, seperti warfarin
- Peningkatan penyerapan aluminium jika digunakan bersama antasida yang mengandung aluminium
- Peningkatan penyerapan zat besi, yang perlu diperhatikan pada penderita kelebihan zat besi
- Penurunan kadar vitamin B12 jika digunakan dalam jangka panjang dosis tinggi
- Gangguan pada hasil pemeriksaan laboratorium tertentu
Untuk mengurangi risiko interaksi obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Hemaviton C bersama obat atau suplemen lain. Konsultasi dapat dilakukan secara cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
Efek Samping dan Bahaya Hemaviton C
Hemaviton C umumnya aman digunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Namun, pada sebagian orang, suplemen ini dapat menimbulkan efek samping ringan, seperti:
- Gangguan pencernaan
- Diare
- Kram atau rasa tidak nyaman di perut
Efek samping tersebut biasanya bersifat ringan dan sementara. Namun, jika keluhan tidak kunjung membaik atau semakin mengganggu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter. Anda dapat membuat janji temu dengan dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER.
Penggunaan vitamin C dalam dosis tinggi dan jangka panjang dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal, terutama pada orang dengan riwayat gangguan ginjal.
Selain itu, meski jarang, reaksi alergi dapat terjadi, dengan gejala berupa ruam, gatal, pembengkakan pada wajah atau bibir, serta sesak napas. Jika Anda mengalami gejala tersebut setelah mengonsumsi Hemaviton C, segera periksakan pergi ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
