Dalam mendiagnosis hepatitis C, dokter akan menilai keluhan dan kondisi pasien melalui beberapa tahap pemeriksaan. Berikut adalah rangkaian pemeriksaan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis hepatitis C:
Tanya Jawab
Pemeriksaan diawali dengan sesi tanya jawab medis. Pada tahap ini, dokter akan menanyakan hal-hal berikut:
- Keluhan yang dialami, seperti mudah lelah, mual, nyeri perut kanan atas, atau penyakit kuning
- Waktu mulai munculnya keluhan
- Riwayat transfusi darah
- Riwayat penggunaan jarum suntik tidak steril atau penggunaan narkoba suntik
- Riwayat tato atau tindik dengan alat yang tidak steril
- Riwayat kontak dengan darah atau penderita hepatitis C
Pemeriksaan Fisik
Pada tahap ini, dokter akan memeriksa tanda-tanda gangguan hati, misalnya pembesaran hati, nyeri tekan di perut kanan atas, penyakit kuning, atau tanda-tanda sirosis bila penyakit sudah berlangsung lama.
Pemeriksaan Penunjang
Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, antara lain:
- Tes antibodi hepatitis C, untuk mendeteksi antibodi terhadap virus hepatitis C dalam darah
- Tes HCV RNA, untuk memastikan ada tidaknya virus yang aktif dalam tubuh
- Tes fungsi hati, untuk menilai kadar enzim dan protein hati dalam darah
- USG perut, untuk melihat kondisi hati dan mendeteksi kemungkinan kerusakan hati
- Pemeriksaan elastografi hati (Fibroscan) atau pemeriksaan lain bila diperlukan, untuk menilai tingkat kekakuan atau fibrosis hati
-
Biopsi hati, pada kondisi tertentu, guna mengetahui tingkat kerusakan jaringan hati secara lebih detail
Untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sedini mungkin, terutama bila Anda memiliki faktor risiko hepatitis C. Sebagai langkah awal, Anda juga dapat menggunakan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendiskusikan mengenai gejala yang Anda alamin.