Berbagai Cara Penularan Hepatitis C
Hepatitis C adalah penyakit liver akibat infeksi virus hepatitis C. Infeksi ini menyebar ketika darah yang terkontaminasi virus hepatitis C masuk ke dalam pembuluh darah orang lain. Berdasarkan cara penularannya, hepatitis C dapat menyebar melalui beberapa cara berikut:
1. Penggunaan jarum suntik bersama
Penularan hepatitis C paling sering terjadi melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian, terutama pada pengguna narkoba suntik. Virus dapat berpindah melalui darah yang menempel pada jarum yang telah terkontaminasi.
2. Kontak dengan darah yang terkontaminasi
Hepatitis C juga dapat menular melalui paparan darah penderita. Penularan dapat terjadi akibat:
- Menerima transfusi darah yang terkontaminasi (terutama sebelum proses skrining ketat diberlakukan)
- Menjalani prosedur medis dengan peralatan yang tidak steril
- Berbagi alat pribadi yang berisiko terpapar darah, seperti sikat gigi, gunting kuku, atau alat cukur
3. Hubungan seksual berisiko
Hepatitis C dapat menular melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan penderita, meskipun risikonya lebih rendah dibandingkan hepatitis B. Risiko meningkat pada orang yang memiliki banyak pasangan seksual atau memiliki infeksi menular seksual lainnya.
4. Penularan dari ibu ke anak
Penularan hepatitis C dapat terjadi dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat proses persalinan. Namun, risiko penularannya relatif rendah.
Hepatitis C tidak menular melalui ASI, kecuali jika terdapat luka atau robekan pada puting payudara yang menyebabkan kontak darah. Selain itu, hepatitis C juga tidak menular melalui berpelukan, berciuman, berpegangan tangan, berbagi makanan atau minuman, maupun percikan air liur saat batuk atau bersin.
Faktor Risiko Hepatitis C
Seseorang berisiko lebih tinggi terinfeksi hepatitis C jika memiliki kondisi berikut:
- Memiliki pasangan seksual yang menderita hepatitis C
- Sering bergonta-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom
- Menjalani prosedur medis, tato, atau tindik dengan alat yang tidak steril
- Menyalahgunakan NAPZA dan berbagi jarum
- Menderita infeksi HIV
- Menjalani cuci darah (hemodialisis) dalam jangka panjang
- Bekerja sebagai tenaga medis yang berisiko terpapar darah
Karena hepatitis C ditularkan melalui darah, pencegahan sangat penting dilakukan, seperti tidak berbagi jarum suntik atau barang pribadi, memastikan prosedur medis dilakukan dengan alat steril, serta menerapkan perilaku seksual yang aman.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pencegahan dan penanganan hepatitis C, Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter agar mendapatkan saran medis sesuai kondisi Anda.