Virus hepatitis C berkembang dalam darah. Karena itu, kita akan tertular hepatitis C jika mengalami kontak dengan darah penderita. Virus ini juga diperkirakan dapat bertahan di luar tubuh pada suhu ruangan selama beberapa minggu, misalnya dalam ceceran darah.

Penularan hepatitis C paling umum terjadi melalui jarum suntik, terutama di antara para pengguna obat-obatan terlarang yang berbagi jarum suntik. Di samping itu, ada beberapa kelompok orang yang juga berisiko tinggi tertular penyakit ini. Di antaranya adalah:

  • Orang yang berbagi penggunaan barang-barang pribadi yang mungkin terkontaminasi darah, seperti gunting kuku atau alat cukur.
  • Pekerja medis di rumah sakit yang sering menangani darah atau cairan tubuh penderita.
  • Orang yang berhubungan seks tanpa alat pengaman.
  • Pasien yang menjalani prosedur medis di rumah sakit dengan peralatan yang tidak steril.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV.
  • Orang yang menjalani transfusi darah atau transplantasi organ, terutama sebelum tahun 1992. Karena sebelum tahun tersebut, darah yang diterima dari pendonor masih belum diperiksa apakah sudah bebas dari virus Hepatitis C.
  • Orang yang menjalani proses tato atau tindik di tempat yang tidak memiliki peralatan steril.
  • Bayi dalam kandungan ibu hamil yang terinfeksi.