Hepatitis C sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, terutama pada tahap awal infeksi. Masa inkubasi, yaitu jangka waktu sejak virus hepatitis C (HCV) masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan keluhan, berkisar antara 2 minggu hingga 6 bulan. Pada fase ini (hepatitis C akut), hanya sebagian kecil penderita yang mengalami gejala.
Berbagai Gejala Hepatitis C
Pada fase akut, gejala yang dapat muncul antara lain:
- Demam
- Hilang nafsu makan
- Lemas
- Sakit perut
- Mual dan muntah
- Penyakit kuning (kulit dan mata menguning)
Hepatitis C akut dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, pada sebagian kasus, infeksi berkembang menjadi hepatitis C kronis.
Pada hepatitis C kronis, sebagian besar penderita juga tidak merasakan keluhan hingga terjadi kerusakan hati. Ketika kerusakan hati mulai terjadi, gejala yang dapat timbul meliputi:
- Tubuh terasa lelah sepanjang hari
- Nyeri sendi dan otot
- Perut kembung
- Gatal-gatal pada kulit
- Hilang nafsu makan
- Mual dan muntah
- Mudah memar atau berdarah
- Gangguan ingatan jangka pendek dan sulit berkonsentrasi
- Perubahan suasana hati
- Penyakit kuning
- Penumpukan cairan di perut (asites)
- Muntah darah
- Penurunan kesadaran
Gejala pada hepatitis C kronis umumnya muncul secara bertahap dan bisa menjadi tanda komplikasi serius, seperti sirosis atau gagal hati.
Kapan Harus ke Dokter
Karena hepatitis C dapat berlangsung tanpa gejala dalam waktu lama, penting untuk melakukan pemeriksaan jika Anda memiliki faktor risiko terinfeksi virus ini.
Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang telah disebutkan di atas, terutama jika muncul penyakit kuning, muntah darah, penurunan kesadaran, atau perut membesar akibat penumpukan cairan.
Penderita hepatitis C kronis juga perlu berkonsultasi dan menjalani kontrol rutin ke dokter sampai dinyatakan sembuh. Pemeriksaan berkala penting dilakukan untuk memantau kondisi hati, mencegah komplikasi, serta menentukan terapi yang sesuai.