Masa inkubasi (waktu sejak virus pertama masuk hingga gejala muncul) untuk hepatitis C adalah 2 minggu hingga 6 bulan.

Infeksi pada 6 bulan pertama ini dikenal dengan hepatitis C akut. Meski ada gejala hepatitis C yang muncul, indikasinya mirip dengan penyakit lain sehingga sulit disadari.

Hanya sekitar 20 persen penderita hepatitis C akut yang mengalami gejala. Beberapa indikasinya meliputi:

  • Kelelahan.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Demam.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Tinja berwarna abu-abu.
  • Sakit kuning.

Sistem kekebalan tubuh penderita hepatitis C akut terkadang mampu membunuh virus tanpa penanganan khusus sehingga penderita akan sembuh. Hal ini terjadi pada sekitar 15 hingga 45 persen penderitanya.

Sedangkan 55-85 persen sisanya akan menyimpan virus hepatitis C untuk waktu yang lama. Inilah yang disebut hepatitis C kronis.

Gejala-gejala hepatitis C kronis sangat beragam dan berbeda-beda pada tiap penderita. Ada yang mengalami gejala ringan dan ada yang berat. Selain gejala yang sama dengan hepatitis C akut, berikut ini adalah indikasi-indikasi lain yang umumnya dialami oleh penderita.

  • Selalu merasa lelah.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu.
  • Suasana hati yang berubah-ubah.
  • Depresi.
  • Gatal-gatal pada kulit.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas. Diagnosis sedini mungkin akan mengurangi risiko komplikasi hepatitis C.