Hipertensi dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan darah. Karena hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala dan lebih sering dialami oleh seseorang yang lanjut usia. Orang dewasa, terutama yang berusia di atas 40 dan berisiko tinggi, disarankan setidaknya melakukan pemeriksaan darah setiap tahun.

Berikut tahapan pemeriksaan darah yang benar dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah (sphygmomanometer), agar didapatkan hasil yang akurat:

  • Pasien tidak boleh berolahraga, merokok, dan mengonsumsi minuman dengan kandungan kafein 30 menit sebelum pemeriksaan tekanan darah dilakukan.
  • Pasien diminta untuk duduk dengan tenang di kursi, dengan kaki berpijak pada lantai.
  • Pastikan buang air kecil sebelum melakukan pemeriksaan darah.
  • Baik dokter maupun pasien tidak boleh berbicara selama pemeriksaan dilakukan.
  • Lepas pakaian yang menutupi area pemasangan manset.
  • Tekanan darah diukur pada kedua lengan. Untuk pengukuran tekanan darah selanjutnya, gunakan lengan dengan tekanan darah yang lebih tinggi untuk mengukurnya.
  • Pengukuran tekanan darah diulang minimal 2 kali dengan jeda 1-2 menit.

Bila diperlukan, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah, urin, atau foto Rontgen, untuk melihat kemungkinan komplikasi yang sudah ditimbulkan akibat hipertensi.