Diagnosis hipertensi bertujuan untuk memastikan terjadinya tekanan darah tinggi dan menilai tingkat keparahannya. Dengan diagnosis hipertensi yang tepat, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai serta mendeteksi risiko komplikasi sejak dini.
Pemeriksaan untuk Diagnosis Hipertensi
Berikut ini adalah rangkaian pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis hipertensi:
Tanya jawab
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien. Pertanyaannya meliputi:
- Riwayat tekanan darah tinggi yang pernah dialami
- Riwayat penyakit lain, seperti penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal
- Riwayat hipertensi atau penyakit jantung dalam keluarga
- Gaya hidup, termasuk kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, pola makan, dan aktivitas fisik
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat memengaruhi tekanan darah
Pemeriksaan tekanan darah
Diagnosis hipertensi ditegakkan melalui pengukuran tekanan darah menggunakan alat yang disebut sphygmomanometer. Agar hasil pengukuran akurat, terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan:
- Pasien tidak boleh berolahraga, merokok, atau mengonsumsi minuman berkafein setidaknya 30 menit sebelum pemeriksaan
- Pasien dianjurkan untuk buang air kecil terlebih dahulu, lalu duduk rileks dengan kaki berpijak di lantai
- Lengan harus dalam kondisi terbuka, dengan menggulung lengan baju atau melepas pakaian yang menutupi area pemasangan manset
- Pasien tidak berbicara selama pemeriksaan berlangsung
- Dokter akan mengukur tekanan darah pada kedua lengan, kemudian mengulang pengukuran pada lengan dengan hasil yang lebih tinggi
- Pengukuran dilakukan minimal dua kali dengan jeda 1–2 menit
Hasil pengukuran tekanan darah kemudian diklasifikasikan sebagai berikut:
- Normal: kurang dari 130/85 mmHg
- Meningkat: tekanan sistolik 130–139 mmHg dan/atau diastolik 85–89 mmHg
- Hipertensi tingkat 1: tekanan sistolik 140–159 mmHg dan/atau diastolik 90–99 mmHg
- Hipertensi tingkat 2: tekanan sistolik ≥160 mmHg dan/atau diastolik ≥100 mmHg
Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan pemantauan tekanan darah secara berkala, termasuk di rumah, untuk memastikan diagnosis hipertensi lebih akurat.
Pemeriksaan fisik
Selain mengukur tekanan darah, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, seperti:
- Pemeriksaan tanda vital lain, termasuk denyut nadi dan laju pernapasan
- Pemeriksaan jantung dan pembuluh darah
- Penilaian kondisi umum pasien
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi tanda-tanda komplikasi akibat hipertensi.
Pemeriksaan penunjang
Untuk mengetahui penyebab hipertensi dan menilai adanya kerusakan organ, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan, antara lain:
- Tes darah, untuk menilai fungsi ginjal dan kadar gula atau lemak darah
- Tes urine, untuk mengevaluasi fungsi ginjal dan mendeteksi protein atau hormon tertentu
- Elektrokardiogram (EKG), untuk menilai aktivitas listrik jantung
- Ekokardiogram, untuk melihat struktur dan fungsi jantung
- CT scan, bila diperlukan untuk menilai kondisi ginjal atau kelenjar adrenal
- USG ginjal, untuk memeriksa struktur dan ukuran ginjal
Diagnosis hipertensi yang akurat sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. Jika Anda memiliki hasil pemeriksaan tekanan darah yang tidak normal atau ingin memastikan kondisi Anda, konsultasikan dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.