Meski bukan masalah medis yang serius, ketombean bisa membuat anak tidak percaya diri dan bahkan menghambat aktivitasnya. Nah, tidak perlu risau, Bun. Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengatasi keluhan ini. Yuk, perhatikan langkah-langkahnya!

Ketombe merupakan hal yang wajar terjadi, terutama saat anak mulai memasuki usia pubertas. Ketombe pada anak bisa menimbulkan rasa gatal yang membuat ia ingin terus menggaruk kepalanya. Hal ini bisa membuat kulit kepalanya memerah dan terasa sakit. Bila tidak diatasi, ketombe bahkan bisa menyebabkan kerontokan rambut.

Ini Cara Ampuh Mengatasi Ketombe pada Anak - Alodokter

Langkah Tepat Mengatasi Ketombe pada Anak

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab munculnya ketombe pada anak. Ketombe biasanya muncul bila anak:

  • Kurang terjaga kesehatan rambutnya
  • Memiliki kulit kepala yang cenderung kering
  • Menggunakan produk perawatan rambut yang tidak cocok dengan kulit kepalanya
  • Memiliki penyakit kulit tertentu, seperti eksim, psoriasis, dan infeksi jamur

Berikut ini adalah langkah yang bisa Bunda terapkan untuk mengatasi ketombe yang membandel di kepala Si Kecil:

1. Cuci rambut anak secara teratur

Jika tergolong ringan, masalah ketombe pada anak biasanya bisa membaik dengan mencuci rambut setiap 2 hari sekali. Tujuannya adalah untuk mengurangi minyak di kulit kepala dan membersihkan ketombe agar tidak menumpuk. Gunakan sampo dengan formulasi ringan, ya, Bun.

Selagi mencuci rambutnya, ajari Si Kecil cara memijat kepalanya sendiri dengan lembut saat keramas. Dengan begitu, Si Kecil bisa membiasakan diri untuk membersihkan rambutnya secara mandiri. Ajarkan pula ia cara membilas rambutnya hingga benar-benar bersih.

2. Gunakan obat ketombe

Bila sampo saja tidak cukup untuk mengatasi ketombe Si Kecil, Bunda bisa menggunakan sampo yang mengandung obat antiketombe, seperti selenium sulfida, zinc, atau ketoconazole. Sampo ini biasanya bisa dibeli di apotek.

Saat mencuci rambut anak dengan sampo ini, diamkan busa sampo di kulit kepalanya selama 5 menit sebelum dibilas. Umumnya, obat ketombe pada anak bisa digunakan setiap hari. Bila ketombe sudah membaik, kurangi penggunaan menjadi 2 kali dalam seminggu atau gunakan selang-seling dengan sampo biasa.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, baca terlebih dahulu petunjuk pemakaian sampo antiketombe dengan saksama, ya, Bun. Masing-masing sampo biasanya memiliki aturan pemakaian yang berbeda, tergantung pada bahan aktif yang dikandungnya.

3. Oleskan tea tree oil

Minyak pohon teh atau tea tree oil memiliki sifat antibakteri dan antiradang. Sampo yang mengandung minyak ini terbukti dapat meringankan masalah ketombe pada anak. Namun, keamanannya pada anak usia di bawah 14 tahun belum bisa dipastikan.

Bila Bunda ingin menggunakan tea tree oil untuk mengatasi ketombe Si Kecil, campur minyak ini dengan air dan oleskan ke kulit kepalanya beberapa kali seminggu. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memakaikan minyak ini pada Si Kecil.

4. Perbanyak konsumsi asam lemak omega-3

Makanan yang mengandung asam lemak omega-3 tidak hanya dapat mendukung perkembangan otak dan mata anak, tetapi juga bisa menjaga kesehatan kulit, termasuk kulit kepalanya.

Asam lemak omega-3 dapat mengontrol produksi minyak dan mengatur kelembapan kulit kepala. Selain itu, asam lemak ini juga bisa mengurangi peradangan dan iritasi, sehingga dapat meringankan gatal akibat ketombe.

Asam lemak omega-3 bisa didapat dari makanan laut, seperti salmon, tuna, makerel, herring, atau sarden, serta kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti kacang kenari atau chia seed.

Ketombe pada anak merupakan masalah kulit yang sebenarnya ringan, tapi bisa sangat mengganggu. Untungnya, masalah ini biasanya dapat diatasi dengan perawatan mandiri di rumah. Bunda bisa mencoba beberapa cara di atas agar ketombe pada kepala Si Kecil hilang dan tidak muncul kembali.

Jika ketombe tidak kunjung membaik setelah 2–3 minggu perawatan di rumah atau Si Kecil tetap sering menggaruk-garuk kepalanya, sebaiknya Bunda memeriksakan Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.