Tidak sedikit orang tua yang takut dan bahkan belum mengetahui cara menggendong bayi baru lahir dengan benar. Padahal, menggendong bayi yang baru lahir tidaklah sesulit yang dibayangkan. Ingin tahu caranya? Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

Tubuh bayi baru lahir memang terlihat lemah dan rapuh, sehingga banyak orang tua yang takut dan khawatir saat menggendongnya. Padahal, menggendong bayi dapat memberikan beragam manfaat, mulai dari mempererat ikatan antara orang tua dan bayi serta menenangkan bayi ketika ia rewel.

Kenali Cara Menggendong Bayi Baru Lahir - Alodokter

Meski demikian, orang tua memang perlu hati-hati saat menggendong bayi baru lahir, karena ia masih belum mampu menopang kepalanya dengan baik dan ubun-ubunnya masih rentan terhadap guncangan atau mengalami cedera.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk memahami cara menggendong bayi baru lahir yang benar.

Beberapa Cara Menggendong Bayi Baru Lahir

Nah, ada beberapa cara menggendong bayi yang bisa Bunda coba lakukan, di antaranya:

Menimang bayi

Menimang adalah cara menggendong bayi baru lahir yang paling banyak dilakukan orang tua. Langkah awal yang perlu Bunda lakukan adalah dengan menempatkan salah satu lengan di bawah leher dan kepala Si Kecil, sedangkan tangan yang lain berada di bagian bokongnya.

Angkat Si Kecil secara perlahan dan sesuaikan posisinya hingga ia merasa nyaman. Kepala dan leher Si Kecil harus berada di lengan bagian dalam atau lipatan lengan saat digendong. Selanjutnya, Bunda bisa melakukan gerakan mengayun perlahan.

Menggendong dengan cara menimang sering digunakan sebagai posisi menyusui. Selain itu, posisi ini juga baik untuk bertatapan langsung dan berkomunikasi dengan Si Kecil.

Memeluk bayi

Cara menggendong bayi dengan memeluk biasanya dilakukan setelah menyusui untuk membuatnya bersendawa. Posisikan tubuh Si Kecil sejajar dengan dada Bunda dan letakkan kepalanya di bahu.

Pastikan untuk meletakkan satu tangan di antara kepala dan leher Si Kecil, sedangkan tangan yang lain menopang bokongnya. Menggendong Si Kecil dengan cara memeluk dapat membuatnya merasa tenang dan nyaman, sehingga ia lebih mudah tertidur.

Menyangga perut bayi

Menggendong bayi dengan posisi tengkurap biasanya dapat membuatnya cepat tenang saat rewel. Untuk melakukan cara ini, posisikan Si Kecil dalam kondisi tengkurap di lengan Bunda. Pastikan bagian kepala dan leher Si Kecil menghadap ke siku dan topang kedua kakinya dengan tangan.

Namun, kenyamanan cara menggendong ini tergantung pada seberapa panjang lengan Bunda. Jika memiliki lengan yang pendek, Bunda dapat membaringkan Si Kecil di atas pangkuan dengan posisi tengkurap. Jangan lupa untuk menopang bagian kepala dan lehernya.

Untuk menggendong Si Kecil, Bunda juga dapat menggunakan kain atau gendongan modern yang saat ini mudah ditemukan. Menggunakan kedua alat tersebut dapat membantu Bunda menggendong Si Kecil tanpa harus menyangganya dengan tangan.

Selain itu, menggendong dengan kain atau gendongan modern juga dapat memudahkan Bunda mengatur posisi Si Kecil, termasuk saat sedang menyusui.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggendong Bayi

Saat menggendong Si Kecil, Bunda sebaiknya menghindari agar tidak menimang atau menggerakkan tubuhnya terlalu kencang. Hal ini karena mengguncang tubuh Si Kecil secara berlebihan dapat menyebabkan perdarahan otak atau shaken baby syndrome (SBS). Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan kematian pada bayi. 

SBS dapat terjadi hingga anak berusia 5 tahun. Namun, kondisi ini biasanya lebih berisiko terjadi pada bayi baru lahir usia 6-8 minggu. Oleh karena itu, jika ingin membaringkan atau menimang Si Kecil, sebaiknya Bunda melakukannya secara perlahan.

Cara menggendong bayi baru lahir penting untuk diperhatikan setiap orang tua. Namun, jika Bunda baru pertama kali memiliki bayi dan masih ragu untuk sering menggendongnya, Bunda dapat duduk sambil membaringkannya di pangkuan.

Bunda dapat mencoba beberapa cara menggendong bayi di atas hingga mendapatkan posisi yang paling nyaman. Hindari merasa ragu atau khawatir secara berlebihan dalam menggendong bayi.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar cara merawat bayi atau bayi sering menangis dan tidak diketahui penyebabnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan dan perawatan dengan tepat.