Setiap orang tua perlu memahami ciri-ciri pubertas pada anak laki-lakinya. Ini karena anak bisa saja kebingungan terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada dirinya saat pubertas. Dengan begitu, orang tua bisa mengedukasi anak agar lebih siap menghadapinya.

Pubertas merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa secara seksual. Kondisi ini dapat terjadi karena pengaruh hormon yang memicu berbagai perubahan pada bentuk tubuh. Pada anak laki-laki, pubertas umumnya akan terjadi saat usia 9–14 tahun.

Inilah Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-Laki - Alodokter

Ciri-Ciri Pubertas pada Anak Laki-Laki

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang umum terjadi pada anak laki-laki yang mengalami pubertas:

1. Mimpi basah

Ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki yang kerap terjadi adalah mimpi basah, yaitu ejakulasi yang terjadi saat sedang tidur. Hal ini sangat wajar terjadi, karena anak laki-laki yang pubertas mulai memproduksi lebih banyak hormon testosteron dan menghasilkan sperma.

2. Ukuran penis dan testis membesar

Tak hanya memicu mimpi basah, peningkatan kadar hormon testosteron dalam tubuh juga membuat perubahan ukuran testis dan penis menjadi makin besar. Hal ini juga disertai dengan munculnya rambut pada area kemaluannya.

3. Bentuk tubuh mengalami perubahan

Ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki yang selanjutnya adalah perubahan bentuk tubuh, seperti makin tinggi, berat badan bertambah, bahu lebih lebar, dan tampak lebih berotot.

4. Tumbuh rambut pada ketiak dan wajah

Saat pubertas, anak laki-laki juga akan mengalami pertumbuhan rambut pada area ketiak dan wajah seperti dagu, pipi, atau atas bibir. Tak hanya itu, rambut pada area kaki dan lengan juga umumnya menjadi lebih tebal dan gelap.

5. Suara mengalami perubahan

Suara anak laki-laku juga akan mengalami perubahan saat pubertas. Ini terjadi karena perubahan ukuran laring atau saluran udara di tenggorokan yang merupakan tempat pita suara berada. Perubahan ukuran ini akan memicu pita suara lebih panjang dan tebal. Dengan begitu, suaranya pun menjadi lebih berat.

6. Jerawat mulai bermunculan

Saat mengalami pubertas, kelenjar minyak anak laki-laki cenderung lebih aktif. Itulah sebabnya anak laki-laki kerap mengalami kulit berjerawat. Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya jaga kesehatan kulit dengan mencuci muka dengan sabun untuk menghilangkan minyak berlebih dan kotoran.

7. Bau badan

Akibat pengaruh hormon selama pubertas, kelenjar keringat pada laki-laki akan lebih aktif sehingga menghasilkan banyak keringat. Hal ini pun bisa memicu terjadinya bau badan dan kerap menurunkan kepercayaan diri.

Untuk mencegah hal ini terjadi, orang tua bisa menyarankan anak laki-lakinya untuk menggunakan deodoran atau antiperspiran.

Itulah ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki yang perlu diketahui, baik oleh orang tua maupun anak laki-lakinya. Di masa ini pula remaja laki-laki mungkin akan lebih merasa malu, tertutup, atau enggan bercerita seputar kehidupannya kepada keluarga.

Oleh karena itu, orang tua perlu berpikiran terbuka dan memberi perhatian penuh kepada anaknya sehingga mereka bisa lebih nyaman untuk bercerita tentang hal-hal yang mungkin dirasa mengganggu, termasuk perubahan pada tubuhnya selama pubertas.

Selain mengajarkan anak seputar perubahan tubuh saat pubertas, orang tua juga perlu memberikan pendidikan seks yang tepat agar mereka terhindar dari pergaulan bebas yang dapat memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan.

Bila masih memiliki pertanyaan seputar ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki atau bahkan merasa khawatir dengan kondisi tubuh anak laki-laki Anda selama pubertas, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui jawabannya.