Ada beberapa penyebab gigi yang tidak bisa dibehel, karena tidak semua kondisi gigi dan mulut cocok untuk prosedur ortodonti ini. Penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter gigi spesialis ortodonti terlebih dahulu dan hindari pasang behel tanpa pengawasan dokter yang berwenang, ya.
Keinginan untuk memperbaiki posisi gigi, baik karena alasan estetika maupun fungsi mengunyah, memang wajar. Namun, gigi yang tidak bisa dibehel tidak selalu berarti tidak ada solusi. Anda justru perlu memahami kondisi yang menyebabkan tindakan behel tidak dianjurkan, dan alternatif tindakan yang mungkin lebih sesuai.

Penyebab Gigi yang Tidak Bisa Dibehel
Berikut penyebab umum gigi yang tidak bisa dibehel:
1. Struktur rahang tidak mendukung
Pada sebagian orang, bentuk rahang bisa terlalu sempit atau justru sangat tidak seimbang antara rahang atas dan bawah. Misalnya, rahang atas yang jauh lebih maju dibanding rahang bawah, atau sebaliknya. Kondisi ini menyebabkan posisi gigi tidak beraturan dan ruang di dalam rahang jadi terlalu terbatas untuk pergerakan gigi.
Pemasangan behel pada struktur rahang seperti ini tidak akan optimal, karena behel hanya bekerja menggeser posisi gigi, bukan membenahi letak rahang. Dalam banyak kasus, kombinasi antara behel dan tindakan operasi ortognatik (operasi pembedahan rahang) diperlukan agar hasil perawatan efektif dan aman.
2. Kesehatan gigi dan gusi kurang baik
Gigi yang tidak bisa dibehel juga sering ditemukan pada orang dengan masalah kesehatan jaringan pendukung gigi, seperti gusi yang mengalami infeksi berat (periodontitis), radang gusi kronis, atau gigi yang sudah sangat goyang. Jika behel tetap dipasang pada kondisi ini, risiko terjadinya kerusakan jaringan, infeksi semakin parah, hingga gigi copot sangat tinggi.
Hal ini karena behel bekerja dengan memberikan tekanan pada gigi dan jaringan penyangganya, sehingga jaringan yang tidak sehat tidak mampu menahan tekanan tersebut. Untuk kasus ini, perawatan infeksi dan pemulihan kesehatan gusi harus menjadi prioritas utama sebelum mempertimbangkan behel.
3. Banyak gigi permanen yang hilang
Gigi yang tidak bisa dibehel juga terjadi jika banyak gigi utama sudah hilang, baik karena pencabutan, cedera, maupun kerusakan. Behel membutuhkan sejumlah gigi permanen yang cukup dan sehat sebagai tumpuan untuk menggerakkan gigi ke posisi yang diinginkan. Jika gigi penopangnya sudah berkurang drastis, pemasangan behel tidak akan efektif.
Tidak hanya itu, behel yang dipasang tetap pun bisa memperburuk kondisi tulang rahang dan mempercepat kehilangan gigi lainnya. Pada kasus seperti ini, dokter biasanya lebih merekomendasikan implan atau gigi tiruan sebagai solusi.
4. Orang yang berusia lanjut
Pada usia lanjut, tulang rahang mengalami perubahan struktur menjadi lebih padat dan kurang elastis. Akibatnya, respons tulang rahang terhadap tekanan yang dihasilkan behel untuk menggeser gigi jadi sangat lambat.
Proses pergeseran gigi pada usia lanjut lebih sulit dan membutuhkan waktu jauh lebih lama, bahkan kerap kali hasilnya kurang maksimal atau malah berisiko menimbulkan kerusakan jaringan. Karena alasan tersebut, gigi yang tidak bisa dibehel di usia lanjut lebih sering diatasi dengan pilihan perawatan lain yang lebih aman dan sesuai.
5. Kondisi medis tertentu
Beberapa penyakit kronis dan kondisi medis khusus juga bisa menjadi penghalang utama gigi yang tidak bisa dibehel. Misalnya, penderita diabetes yang tidak terkontrol, osteoporosis berat yang menyebabkan tulang rapuh, atau gangguan imunitas tertentu yang membuat proses penyembuhan jaringan jadi terganggu.
Pada kondisi seperti ini, pemasangan behel justru dapat memicu komplikasi lebih serius, seperti infeksi yang sukar sembuh atau pengeroposan tulang lebih lanjut. Konsultasikan kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh pada dokter sebelum memutuskan pemasangan behel.
Alternatif untuk Gigi yang Tidak Bisa Dibehel
Jika Anda termasuk yang orang dengan gigi yang tidak bisa dibehel, jangan berkecil hati. Masih ada opsi lain yang dapat dikonsultasikan bersama dokter gigi untuk memperbaiki fungsi dan estetika gigi, di antaranya:
- Veneer gigi, yakni prosedur untuk memperbaiki bentuk, warna, atau celah pada gigi yang tidak bisa dibehel dengan menggunakan lapisan tipis berbahan khusus yang ditempel pada permukaan gigi
- Mahkota gigi (crown), yaitu prosedur untuk memperbaiki tampilan maupun kekuatan gigi yang rusak atau posisinya kurang baik
- Implan atau gigi tiruan, untuk mengembalikan fungsi dan estetika gigi pada kasus di mana banyak gigi permanen hilang
- Operasi rahang, merupakan prosedur yang bisa dipilih jika posisi rahang tidak proporsional dan menyebabkan gigi yang tidak bisa dibehel dengan behel biasa
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Pemasangan Behel
Memahami kondisi gigi yang tidak bisa dibehel berarti Anda juga perlu lebih cermat dalam memilih tindakan perawatan. Nah, agar tidak salah langkah, perhatikan beberapa hal berikut ini:
1. Lakukan pemeriksaan menyeluruh dengan dokter yang tepat
Sebelum memutuskan pemasangan behel, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter gigi yang berwenang, dalam hal ini dokter gigi spesialis ortodonti. Nantinya, dokter akan mengevaluasi secara detail kondisi gigi, gusi, dan struktur rahang Anda, terutama jika ada dugaan gigi yang tidak bisa dibehel.
2. Sampaikan ekspektasi Anda kepada dokter
Agar tidak terjadi kesalahpahaman hingga membuat Anda kecewa setelah perawatan, sampaikan ekspektasi Anda langsung kepada dokter yang berwenang. Sampaikan harapan Anda secara terbuka, karena tidak semua gigi yang tidak bisa dibehel bisa dirapikan hingga benar-benar “sempurna” seperti bayangan Anda.
3. Jaga kesehatan mulut secara rutin
Kesehatan gusi dan gigi penting untuk semua jenis perawatan, termasuk pada gigi yang tidak bisa dibehel. Oleh karena itu, pastikan selalu menjaga kebersihan mulut agar terhindar dari komplikasi saat menjalani perawatan gigi.
Apabila Anda mengalami kondisi gigi yang tidak bisa dibehel atau menemukan masalah lain pada susunan gigi, konsultasikan langsung ke dokter gigi spesialis ortodonti. Pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan, agar solusi yang diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi mulut Anda.
Selain itu, Anda juga perlu memahami bahwa tidak semua kasus bisa diatasi dengan behel. Ini menjadi langkah awal agar Anda tidak kecewa di kemudian hari.
Nah, jika masih ragu atau ingin tahu lebih banyak tentang solusi untuk gigi yang tidak bisa dibehel, Anda dapat berdiskusi dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER, untuk memperoleh saran profesional yang tepat sesuai kondisi Anda.