Inotrop adalah obat yang bermanfaat untuk membantu kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh pada orang yang mengalami gagal jantung atau syok kardiogenik. Obat ini tersedia dalam bentuk suntik dan mengandung bahan aktif 25 mg dobutamin tiap 1 ml.

Kandungan dobutamin dalam Inotrop membantu meningkatkan kerja jantung dengan cara merangsang reseptor beta-1. Mekanisme tersebut membuat jantung memompa darah lebih kuat sehingga sirkulasi darah ke seluruh tubuh menjadi lebih baik. Inotrop umumnya hanya digunakan untuk terapi jangka pendek.

Inotrop

Apa Itu Inotrop

Bahan aktif Dobutamin 
Golongan Obat resep
Kategori Obat jantung
Manfaat Membantu kerja pompa jantung
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Inotrop untuk ibu hamil  Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Inotrop untuk ibu menyusui Obat ini umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama penggunaannya sesuai dengan anjuran dokter.
Bentuk obat Suntik 

Peringatan sebelum Menggunakan Inotrop

Inotrop tidak boleh digunakan sembarangan. Jika ada keluarga Anda yang hendak diresepkan Inotrop oleh dokter, perhatikan hal-hal berikut:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang pasien miliki. Inotrop tidak boleh digunakan pada orang yang alergi terhadap dobutamin
  • Sampaikan kepada dokter jika pasien pernah atau sedang menderita penyakit katup jantung, tekanan darah tinggi, kardiomiopati, asma, hipertirodisme, diabetes, atrial fibrilasi, atau gangguan elektrolit.
  • Informasikan kepada dokter jika pasien sedang mengalami kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya hipovolemia, seperti muntah atau diare yang berat dan tidak kunjung berhenti, atau perdarahan saluran pencernaan. 
  • Diskusikan dengan dokter jika pasien sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika pasien sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan. 
  • Segera laporkan ke dokter jika pasien mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan Inotrop. 

Dosis dan Aturan Pakai Inotrop

Inotrop akan diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter melalui suntikan ke pembuluh darah vena (intravena/IV). 

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Inotrop berdasarkan usia pasien:

  • Dewasa: Dosis awal 2,5–10 mcg/kgBB per menit. Dosis dapat disesuaikan hingga 40 mcg/kgBB per menit, tergantung pada respons pasien. 
  • Bayi hingga anak usia 18 tahun: 0,5–1 mcg/kgBB per menit. Dosis dapat disesuaikan menjadi 2–20 mcg/kgBB per menit, tergantung respons pasien.

Cara Menggunakan Inotrop dengan Benar

Inotrop diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter di rumah sakit.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu pasien ketahui terkait pemberian Inotrop:

  • Pastikan untuk mengikuti anjuran dokter selama menjalani pengobatan dengan Inotrop.
  • Segera lapor ke dokter jika muncul keluhan baru setelah penyuntikan Inotrop. 
  • Selama menggunakan Inotrop, dokter mungkin akan memasang monitor EKG atau meminta pasien untuk menjalani tes EKG secara rutin. Hal ini agar dokter dapat menilai fungsi jantung pasien.

Interaksi Inotrop dengan Obat Lain

Efek interaksi yang bisa terjadi jika Inotrop digunakan bersama obat tertentu antara lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya hipotensi dan takikardia jika digunakan dengan obat penghambat alfa
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping Inotrop jika digunakan dengan entacapone
  • Penurunan efektivitas Inotrop jika digunakan dengan obat penghambat beta
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung jika digunakan dengan obat golongan MAOI

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Inotrop bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun. 

Efek Samping dan Bahaya Inotrop

Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan Inotrop antara lain:

Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika keluhan di atas tidak kunjung mereda atau makin parah. Segera cari pertolongan medis apabila muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti: 

  • Nyeri dada
  • Sesak napas bahkan saat tidak melakukan apa-apa
  • Penglihatan kabur
  • Sakit kepala yang sangat berat atau pusing hingga terasa seperti akan pingsan
  • Jantung berdebar, denyut jantung cepat, atau denyut jantung tidak teratur 
  • Telinga berdenging
  • Kejang