Interferon beta-1b adalah obat untuk mengatasi multiple sklerosis kambuhan (relapsing-remitting multiple sclerosis). Interferon beta-1b tersedia dalam bentuk suntik dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Multiple sclerosis kambuhan ditandai dengan munculnya gejala (flare-up/relapse) dengan adanya periode stabil/remisi (recovery) di antara dua serangan. Kondisi ini merupakan jenis multiple sklerosis yang paling sering terjadi.

Cara kerja interferon beta-1b suntik dalam mengobati multiple sklerosis kambuhan belum diketahui secara pasti. Namun, obat ini dapat memperbaiki respons sistem kekebalan tubuh dari penderita multiple sclerosis kambuhan.

Penelitian menunjukan bahwa penggunaan interferon beta-1b bisa mengurangi frekuensi kekambuhan dan tingkat keparahan gejala yang muncul saat kambuh. Interferon beta-1b suntik tidak dapat menyembuhkan multiple sclerosis.

Merek dagang Interferon Beta-1b: Betaferon

Apa Itu Interferon Beta-1b

Golongan Obat resep
Kategori Imunomodulator
Manfaat Mengobati multiple sclerosis
Dikonsumsi oleh Dewasa
Interferon Beta-1b untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Belum diketahui apakah interferon beta-1b suntik dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat Cairan suntik

Peringatan Sebelum Menggunakan Interferon Beta-1b

Interferon beta-1b hanya bisa diberikan di rumah sakit oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, antara lain:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Interferon beta-1b tidak boleh diberikan kepada pasien yang alergi terhadap obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami depresi, psikosis, gangguan kecemasan, atau pernah melakukan percobaan bunuh diri.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah menderita kejang, penyakit liver, penyakit jantung, penyakit ginjal, gangguan pembekuan darah, anemia, leukopenia, atau penyakit tiroid.
  • Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika Anda berencana menjalani vaksinasi, selama menggunakan interferon beta-1b.
  • Hindari kontak erat dengan penderita penyakit infeksi yang mudah menular, seperti flu atau cacar air, selama menjalani pengobatan dengan interferon beta-1b.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman berlakohol atau mengalami kecanduan alkohol.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera temui ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang lebih serius, atau overdosis setelah menggunakan interferon beta-1b suntik.

Dosis dan Aturan Pakai Interferon Beta-1b

Interferon beta-1b disuntikkan di bawah kulit (subkutan/SC). Dosisnya akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Secara umum, dosis interferon beta-1b untuk mengatasi kekambuhan multiple sclerosis pada orang dewasa adalah sebagai berikut.

Dosis awal 62,5 mcg (2 juta unit) secara berselang, artinya satu hari digunakan dan di hari berikutnya tidak, begitu seterusnya, sembari dilakukan peningkatan dosis hingga dosis 250 mcg (8 juta unit). Durasi pengobatan dilakukan selama 3–6 minggu.

Cara Menggunakan Interferon Beta-1b dengan Benar

Interferon beta-1b suntik akan diberikan di rumah sakit dan disuntikkan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Ikuti instruksi dokter selama dalam pengobatan dengan interferon beta-1b.

Dokter akan menyuntikan obat interferon beta-1b secara subkutan, yaitu ke lapisan bawah kulit. Jangan berhenti menjalani pengobatan tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Interaksi Interferon Beta-1b dengan Obat Lain

Penggunaan interferon beta-1b bersamaan dengan obat-obatan lain dapat menimbulkan beberapa efek interaksi antarobat, yaitu:

  • Menurunnya penyerapan dari teofilin
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati dan kejang jika digunakan dengan bupropion
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan pexidartinib, mipomersen, atau lomitapide
  • Peningkatan efek samping obat zidovudine

Efek Samping dan Bahaya Interferon Beta-1b

Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah menggunakan interferon beta-1b adalah sakit kepala, lemas, menurunnya gairah seksual, perdarahan di luar siklus menstruasi, sakit perut, atau nyeri dan iritasi pada area suntikan.

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau justru memburuk. Anda harus segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Kejang
  • Depresi atau muncul keinginan bunuh diri
  • Gelisah, cemas, gangguan tidur, atau kebingungan
  • Demam, menggigil, berkeringat, lelah yang tidak biasa
  • Gangguan jantung, yang bisa ditandai dengan nyeri dada, bengkak pada kaki atau tangan, atau sulit bernapas
  • Gangguan hati, yang bisa ditandai dengan mual dan muntah terus-menerus, tidak nafsu makan, nyeri perut, penyakit kuning, urine berwarna gelap