Sakit gigi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi antibiotik untuk sakit gigi. Namun, jangan sembarang menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak pada tempatnya justru bisa menimbulkan masalah.

Gigi cenat-cenut alias sakit gigi dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah infeksi bakteri pada gigi. Kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter gigi agar dapat ditangani dengan baik.

Jangan Asal Minum Obat Antibiotik untuk Sakit Gigi - Alodokter

Apabila dokter memastikan bahwa sakit gigi yang Anda rasakan disebabkan oleh infeksi bakteri, biasanya dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk sakit gigi.

Jenis Antibiotik untuk Sakit Gigi

Antibiotik umumnya digunakan jika infeksi atau sakit gigi sudah parah, menyebar, atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Obat antibiotik yang digunakan pun tergantung pada jenis bakteri penyebab sakit gigi.

Oleh karena itu, sakit gigi akibat infeksi bakteri perlu diperiksakan ke dokter gigi terlebih dahulu agar dokter dapat menentukan tingkat keparahan infeksi dan meresepkan antibiotik yang tepat.

Beberapa jenis antibiotik untuk sakit gigi yang biasanya diresepkan oleh dokter antara lain:

1. Amoxicillin

Amoxicillin adalah jenis antibiotik yang termasuk dalam kelompok penicilin. Antibiotik untuk sakit gigi ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri di gigi.

Dokter biasanya menyarankan amoxicillin untuk dikonsumsi sebanyak 3 kali sehari setelah makan. Namun, dosis penggunaannya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi.

2. Erythromycin

Dokter mungkin akan meresepkan erythromycin pada pasien sakit gigi yang memiliki alergi terhadap antibiotik golongan penicilin. Antibiotik golongan makrolid ini bekerja dengan cara menghambat perkembangbiakan bakteri, sehingga jumlah bakteri berkurang.

3. Doxycycline

Jika sakit gigi atau gusi muncul setelah tindakan perawatan gigi, seperti scaling atau cabut gigi, dokter gigi biasanya meresepkan doxycycline. Pemberian obat antibiotik untuk sakit gigi yang satu ini bertujuan untuk mencegah infeksi serta kerusakan jaringan gigi dan gusi akibat bakteri.

Doxycycline juga diberikan kepada penderita sakit gigi yang memiliki alergi terhadap jenis antibiotik lainnya atau pada infeksi bakteri di gigi yang kebal terhadap antibiotik lain.

4. Clindamycin

Clindamycin merupakan antibiotik yang dapat mengobati berbagai infeksi bakteri pada tubuh, termasuk sakit gigi akibat infeksi. Clindamycin juga dapat digunakan sebagai alternatif bila antibiotik jenis lain tidak efektif untuk mengobati infeksi gigi yang terjadi.

5. Metronidazole

Dokter terkadang meresepkan metronidazole bersamaan dengan penicilin atau amoxicillin untuk mengatasi sakit gigi yang disebabkan oleh jenis bakteri tertentu.

Namun, jenis antibiotik ini mungkin tidak cocok untuk dikonsumsi oleh orang-orang dengan kondisi tertentu, seperti ibu hamil dan menyusui, menderita penyakit hati, menjalani prosedur cuci darah, atau memiliki alergi terhadap metronidazole.

Konsumsi Antibiotik Sesuai Aturan

Antibiotik memang dapat membasmi infeksi bakteri penyebab sakit gigi, tapi obat ini tidak boleh dibeli secara bebas.

Hal ini dikarenakan penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat membuat infeksi gigi menjadi lebih sulit diobati serta meningkatkan risiko terjadinya resistensi atau kekebalan bakteri terhadap antibiotik. Antibiotik juga memiliki beberapa efek samping, seperti mual, diare, menimbulkan reaksi alergi, hingga infeksi jamur.

Oleh karena itu, konsumsi antibiotik harus sesuai dengan resep dan anjuran dokter gigi. Ketika Anda diresepkan antibiotik untuk sakit gigi, dokter akan menjelaskan kapan dan berapa lama antibiotik harus dikonsumsi agar obat dapat bekerja secara optimal.

Sebagai catatan, Anda perlu mengonsumsi antibiotik hingga habis, meski gejala sakit gigi sudah mereda. Tujuannya adalah agar infeksi gigi dapat sembuh hingga tuntas dan bakteri tidak kembali tumbuh atau menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut.

Agar tidak terkena sakit gigi akibat infeksi bakteri, Anda perlu senantiasa menjaga kebersihan serta kesehatan gigi dan gusi dengan beberapa cara berikut ini:

  • Menggosok gigi minimal 2 kali sehari dengan pasta gigi mengandung fluoride
  • Menggunakan benang gigi dan berkumur dengan obat kumur untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di mulut dan sela-sela gigi
  • Membatasi konsumsi gula
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Mengganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali atau jika bulu sikat sudah rusak

Memeriksakan gigi dan gusi secara rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali

Antibiotik tidak disarankan untuk digunakan secara bebas tanpa resep atau anjuran dokter. Jika Anda mengalami sakit gigi yang disertai gejala demam, gigi dan gusi bernanah, gusi berdarah dan bengkak, serta pembengkakan kelenjar getah bening, segeralah periksakan diri ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.