Scaling gigi adalah prosedur non-operasi yang dilakukan untuk membersihkan dan menghilangkan plak dan karang (tartar) pada gigi. Prosedur ini merupakan salah satu prosedur perawatan gigi yang paling umum dilakukan.

Plak adalah lapisan tipis berwarna kuning atau putih yang menempel pada gigi. Plak terbentuk ketika bakteri bercampur dengan sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut, terutama makanan yang mengandung gula dan tepung. Plak yang dibiarkan hingga mengeras dan bercampur dengan air liur akan memicu terbentuknya karang gigi atau tartar. Plak dan karang gigi mengandung jutaan bakteri dan jika tidak dibersihkan secara rutin, dapat menyebabkan periodontitis, kerusakan gigi, atau bahkan hilangnya gigi.

Ketahui Apa Itu Scaling Gigi - Alodokter

Plak dan karang gigi sulit dihilangkan dengan penyikatan biasa, sehingga membutuhkan tindakan dan alat khusus melalui prosedur scaling gigi. Selain untuk membersihkan plak dan karang gigi, scaling gigi juga bermanfaat untuk:

  • Mengurangi asam dan enzim berlebih yang diproduksi oleh bakteri di dalam mulut yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
  • Mengurangi risiko perdarahan atau pembengkakan jaringan akibat dari respons imun tubuh terhadap bakteri pada plak.
  • Mencegah penyakit periodontitis.
  • Memelihara kesehatan gigi dan tulang gigi.

Indikasi Scaling Gigi

Plak dan karang gigi umumnya dapat muncul pada setiap orang, baik anak-anak maupun dewasa. Kemunculan plak biasanya tidak disadari, karena terjadi secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala. Namun, sebelum plak dan karang gigi semakin memburuk dan menyebabkan penyakit gusi dan gigi (periodontitis dan radang gusi), pasien sebaiknya melakukan pemeriksaan plak dan karang gigi secara rutin dua kali dalam setahun.

Selain itu, ada beberapa orang yang rentan terhadap pembentukan plak dan karang gigi, antara lain:

  • Perokok aktif.
  • Sering mengonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi dan tepung, seperti permen, cokelat, atau kue.
  • Sering mengonsumsi soda, kopi, atau teh.
  • Tidak membersihkan gigi secara rutin.

Scaling gigi juga akan dilakukan pada pasien periodontitis kronis.

Peringatan:

  • Beri tahu dokter jika pernah mengalami reaksi alergi terhadap bahan yang terkandung di dalam obat bius.
  • Beri tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat-obatan, suplemen, atau produk herba, terutama obat pengencer darah (antikoagulan). Dokter akan menganjurkan pasien untuk menghentikan sementara penggunaan obat antikoagulan guna mencegah risiko perdarahan.
  • Beri tahu dokter jika menggunakan sendi buatan (prostetik). Dokter akan memberikan antibiotik untuk mengurangi risiko efek samping.
  • Beri tahu dokter jika memiliki penyakit katup jantung atau menggunakan katup jantung buatan.
  • Beri tahu dokter jika pernah menjalani prosedur transplantasi organ.

Sebelum Scaling Gigi

Ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan pasien sebelum menjalani scaling gigi, antara lain:

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan. Sebelum pasien menjalani scaling gigi, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien, termasuk riwayat alergi atau riwayat penyakit yang dimiliki. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah berbagai risiko yang mungkin terjadi.
  • Pemeriksaan kondisi gigi dan mulut. Selanjutnya, dokter akan memeriksa dan mengidentifikasi lokasi plak dan tartar dengan cermin kecil khusus.

Prosedur Scaling Gigi

Langkah-langkah yang dilakukan dokter selama prosedur scaling gigi, meliputi:

  • Dokter gigi akan memberikan anestesi lokal untuk menghilangkan rasa nyeri yang mungkin muncul selama proses pembersihan plak dan karang gigi.
  • Dokter mulai melakukan proses pembersihan karang gigi dengan menggunakan alat pengikis dengan gelombang ultrasonik yang dapat mengeluarkan getaran dan menghilangkan plak dan karang gigi. Alat ini juga dapat mengeluarkan asap dingin dari air untuk membersihkan sisa plak dan karang gigi.
  • Setelah plak dan karang di sekitar email gigi dibersihkan, dokter akan menggunakan alat pengikis manual atau scaler dengan ujung runcing untuk membersihkan plak dan karang di daerah yang tidak terjangkau oleh alat pengikis ultrasonik.
  • Selama proses pembersihan plak dan karang gigi, dokter akan meminta pasien berkumur dan membuangnya agar sisa plak di dalam mulut dapat hilang.
  • Langkah terakhir, dokter akan memoles gigi yang telah dibersihkan dengan alat pemoles yang dilengkapi karet lembut di bagian ujungnya.

Scaling gigi dapat selesai dalam satu kunjungan yang berlangsung 30-120 menit, tergantung kondisi dan jumlah plak serta karang gigi.

Setelah Scaling Gigi

Pasien diperbolehkan pulang setelah menjalani scaling gigi. Rasa tidak nyaman pada mulut dapat dirasakan pasien akibat pengaruh obat bius yang belum hilang sepenuhnya.

Dokter akan meminta pasien untuk tidak minum dan makan selama 30-60 menit setelah menjalani scaling gigi. Dokter juga akan memberi resep obat minum dan obat kumur untuk mencegah infeksi, mengendalikan rasa nyeri, dan membantu proses penyembuhan.

Selain itu, dokter juga akan menjadwalkan pasien untuk menjalani pemeriksaan gusi dan memastikan kondisi mulut pasien telah sembuh sepenuhnya.

Pasien juga dapat melakukan beberapa hal untuk merawat gigi dan mengurangi risiko pembentukan plak. Tindakan tersebut antara lain:

  • Menggosok gigi setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi mengandung fluoride dan triclosan. Fluoride dapat membantu memperbaiki email gigi yang rusak, sedangkan triclosan dapat melawan bakteri pada plak.
  • Gantilah sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak.
  • Gunakan benang gigi untuk menghilangkan plak yang terletak di antara gigi dan mencegah terbentuknya karang gigi di area yang sulit dijangkau.
  • Konsultasikan dengan dokter gigi mengenai berkumur secara rutin yang mengandung antiseptik untuk membantu membunuh bakteri penyebab plak.
  • Konsumsi makanan sehat dan kurangi mengonsumsi makanan manis dan bertepung.
  • Berhenti merokok.
  • Menjalani pemeriksaan gigi secara rutin setidaknya 6 bulan sekali untuk membersihkan plak dan mencegah risiko penyakit gigi atau gusi.

Risiko Scaling Gigi

Scaling gigi merupakan salah satu prosedur perawatan gigi yang aman dilakukan. Namun, prosedur ini memiliki beberapa risiko yang mungkin terjadi pada pasien, antara lain:

  • Gigi sensitif.
  • Infeksi.
  • Rasa nyeri, pembengkakan, atau perdarahan pada gusi.
  • Bibir kering dan pecah-pecah.
  • Bakteremia. Meningkatnya jumlah bakteri dalam darah dapat memicu sepsis pada pasien dengan sistem imun rendah dan endokarditis pada pasien dengan gangguan jantung.