Keringat sebenarnya tidak berbau. Jika berbau, apalagi sampai menimbulkan bau ketiak, artinya keringat sudah bercampur dengan bakteri di kulit. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Mari simak penjelasannya di artikel berikut.

Tubuh memiliki kelenjar keringat yang disebut kelenjar apokrin di kulit ketiak, dada, dan area kelamin. Pada masa-masa pubertas, kelenjar ini akan menjadi lebih aktif sehingga produksi keringat meningkat.

Jangan Menyerah dengan Bau Ketiak Tidak Sedap! - Alodokter

Kaum adam memang memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami bau ketiak parah yang dikenal dengan istilah bromhidrosis, namun kondisi ini juga bisa terjadi pada wanita. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah kebersihan tubuh yang kurang terjaga, obesitas, diabetes, dan masalah kulit.

Bau ketiak dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang, dan sering kali juga mengganggu hubungan sosialnya. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara untuk menghilangkan bau ketiak. Gaya hidup dan perawatan yang tepat dapat membuatmu terhindar dari bau badan tak sedap.

Cara Mengurangi Bau Ketiak

Untuk mengurangi atau mengatasi bau ketiak yang mengganggu, berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Menggunakan deodoran

Deodoran atau antiperspirant mengandung aluminium yang berfungsi menutup pori-pori kulit untuk sementara. Ketika memakai deodoran, keringat sebenarnya tetap diproduksi, namun jumlahnya berkurang. Semakin sedikit keringat yang muncul ke permukaan kulit, semakin sedikit pula bau yang dihasilkan.

2. Menjaga kebersihan tubuh

Kebersihan tubuh yang tidak terjaga dapat membuat kuman tumbuh subur di kulit ketiak. Mandi setiap hari secara rutin dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri di kulit. Jangan lupa untuk segera mandi setelah berolahraga atau berkeringat.

3. Mencukur bulu ketiak

Sebuah studi menemukan bahwa mencukur bulu ketiak, diikuti mencuci ketiak dengan sabun dan air bersih, dapat mengurangi bau ketiak secara signifikan. Hal ini terjadi karena ketiak yang sudah dicukur atau dicabut bulunya lebih mudah dibersihkan.

4. Menggunakan pakaian yang nyaman

Untuk mengurangi keringat berlebih, sebisa mungkin hindari berada di tempat yang panas dan pengap. Gunakanlah pakaian yang longgar dari bahan yang nyaman seperti katun dan linen, agar keringat dapat mudah terserap.

Gantilah pakaian yang kotor dengan pakaian bersih setiap hari, terutama jika sudah terkena keringat. Memakai kaos dalam juga dapat membantu agar bau badan tidak menempel pada pakaian.

5. Batasi makanan yang menyebabkan bau dan keringat berlebih

Beberapa jenis makanan dan mimuman dapat membuat aroma keringat menjadi tidak sedap, misalnya bawang putih, bawang bombay, brokoli, kubis, bok choy, asparagus, daging merah, dan alkohol.

Hindari pula minuman berkafein dan makanan pedas yang dapat membuatmu lebih banyak berkeringat. Jangan lupa minum air putih yang cukup untuk membantu tubuh membuang zat-zat yang mungkin dapat memicu munculnya bau ketiak.

6. Jauhi kondisi yang memicu hot flashes

Hot flashes adalah sensasi hangat tiba-tiba di wajah, leher, dan dada. Kondisi yang memicu timbulnya keringat ini biasanya terjadi pada wanita yang menginjak masa menopause. Hot flashes juga dapat muncul saat stres atau setelah mengonsumsi makanan yang kurang sehat.

7. Periksakan diri ke dokter

Beberapa penyakit dapat menyebabkan tubuh berkeringat secara berlebihan, misalnya diabetes, penyakit jantung, gangguan kecemasan, limfoma, hiperhidrosis, hipertiroidisme, dan penyakit Parkinson. Disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter agar bisa mengetahui penyebab keringat berlebih dengan pasti.

Bau ketiak yang tidak sedap sangat berkaitan dengan kurangnya terjaganya kebersihan diri serta gaya hidup yang tidak sehat. Jika bau ketiak masih saja mengganggu meskipun sudah melakukan beberapa cara di atas, jangan sungkan untuk berkonsultasi pada dokter.