Memilih pelembab untuk kulit berminyak tidaklah mudah. Sebab, kulit berminyak cenderung lebih rentan mengalami jerawat dan pelembab bisa meningkatkan produksi minyak. Lantas, pelembab seperti apa yang cocok untuk kulit berminyak? Mari simak ulasan berikut ini.

Pelembab memiliki fungsi sebagai pelindung untuk kulit, menjaga agar kulit tetap terhidrasi dan sehat. Akan tetapi, banyak yang mengira bahwa pemilik kulit berminyak tidak perlu menggunakan pelembab karena akan membuat wajah terlihat lebih mengilap.

Yuk, Cari Tahu Pelembab untuk Kulit Berminyak di Sini - Alodokter

Anggapan ini keliru, lho. Jika Anda termasuk yang memiliki tipe kulit berminyak, penggunaan pelembab tetaplah penting. Namun, Anda harus lebih jeli dalam memilih pelembab yang tepat.

Cara Memilih Pelembab untuk Kulit Berminyak

Agar kelembaban kulit wajah berminyak tetap terjaga, penting untuk menggunakan pelembab setiap habis mencuci muka. Supaya tidak salah memilih pelembab untuk kulit berminyak, ikuti cara memilih pelembab berikut ini:

1. Berbahan dasar air

Pilihlah pelembab yang berbahan dasar air (water based). Ini bisa Anda ketahui dari jenis pelembabnya. Ada pelembab yang berbentuk losion, gel, krim, atau ointment. Losion dan gel mengandung lebih banyak air, sementara krim dan ointment mengandung lebih banyak minyak.

Karena lebih banyak mengandung air, pelembab jenis gel atau losion umumnya terasa lebih ringan saat digunakan, sehingga lebih nyaman digunakan oleh pemilik kulit berminyak.

2. Bebas minyak dan noncomedogenic

Semakin banyak minyak pada wajah, semakin rentan wajah mengalami komedo dan jerawat. Oleh karena itu, pemilik kulit wajah berminyak disarankan memakai produk yang bebas minyak dan memiliki label non-comedogenic untuk mencegah terjadinya penyumbatan pori-pori.

3. Mengandung retinoid

Pemilik kulit berminyak disarankan untuk menggunakan pelembab yang mengandung asam retinoid pada malam hari. Alasannya, pelembab jenis ini dapat mengurangi produksi minyak berlebih pada kulit dan membantu mengurangi munculnya komedo pada wajah.

4. Mengandung asam salisilat dan asam glikolat

Kedua kandungan ini memiliki peran untuk melarutkan minyak dan bisa menyapu bersih lapisan kulit paling luar atau epidermis.

5. Mengandung sodium hyaluronate

Bagi pemiliki kulit berminyak, penting juga untuk memilih pelembab yang mengandung sodium hyaluronate, yakni bahan pelembab bioaktif yang sangat kuat dalam mempertahankan kelembaban kulit. Bahan ini juga umum disarankan untuk pemilik kulit berminyak.

Perawatan untuk Kulit Berminyak

Selain menggunakan pelembab untuk kulit berminyak, langkah perawatan kulit lainnya juga penting untuk dilakukan. Berikut ini adalah produk-produk yang disarankan untuk pemilik kulit berminyak:

1. Pembersih wajah

Membersihkan wajah secara rutin sebanyak 2 kali sehari, yaitu pagi dan malam, dapat mengurangi produksi minyak berlebih pada wajah. Dalam memilih produk pembersih wajah, Anda disarankan menggunakan pembersih wajah yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, asam glikolat atau asam hidroksi.

Bahan-bahan tersebut diketahui dapat membantu mengontrol masalah minyak berlebih. Namun sebelum menggunakan produk ini, disarankan membeli ukuran yang kecil terlebih dahulu untuk memastikan bahan yang terkandung tidak menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit.

2. Eksfoliasi

Eksfoliasi adalah proses menghilangkan sel-sel kulit mati di permukaan wajah. Anda bisa menggunakan kuas atau sikat khusus eksfoliasi wajah atau memilih produk eksfoliasi yang mengandung asam salisilat (BHA). Bahan kimia ini mampu menghilangkan sel-sel kulit mati yang menumpuk di wajah dan pori-pori, serta menurunkan produksi minyak.

3. Toner

Setelah membersihkan wajah dan eksfoliasi, langkah selanjutnya adalah penggunaan toner. Langkah ini sangat diasarankan, karena toner mampu membersihkan minyak, kotoran dan sisa make up yang masih menempel pada kulit wajah walau Anda sudah membersihkannya.

Pemakaian toner disarankan pada daerah kulit yang rentan akan produksi minyak berlebih, seperti area dahi, dagu, dan hidung sebelum menggunakan pelembab. Meski demikian, sebagian orang mungkin dapat mengalami iritasi karena toner. Jika timbul iritasi, segera hentikan pemakaiannya dan konsultasikan dengan dokter kulit mengenai produk yang sesuai.

4. Masker

Sesekali, penting untuk mengaplikasikan masker wajah, seperti masker lumpur atau tanah liat (mud/clay mask) untuk mengeluarkan produksi minyak berlebih, sekaligus mengangkat kotoran yang menempel dan menyumbat pori-pori wajah.

Guna menghindari risiko kulit menjadi terlalu kering, disarankan untuk tidak menggunakannya lebih lama dari waktu yang disarankan, atau hanya mengaplikasikan masker pada area kulit yang berminyak seperti hidung, dagu, dan dahi. Setelah itu, lanjutkan dengan penggunaan pelembab untuk kulit berminyak.

5. Tabir surya

Penggunaan tabir surya memang sangat penting untuk menghalau sinar UV yang dapat menyebabkan kerusakan kulit. Untuk Anda yang memiliki kulit berminyak, disarankan memilih tabir surya berbentuk gel dibandingkan krim. Selain itu, pilih pula tabir surya yang bebas minyak agar tidak membuat wajah makin berminyak.

Merawat kulit berminyak tidaklah mudah. Penggunaan pelembab untuk kulit berminyak saja kadang tidak cukup. Anda juga harus memperhatikan perawatan kulit lainnya dan produk make up yang Anda pakai.

Pilihlah produk make up yang ramah dengan kondisi kulit berminyak. gar minyak pada wajah berkurang, gunakan kertas minyak dan hindari kebiasaan mengaplikasikan bedak secara berulang.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk memperhatikan makanan yang Anda konsumsi dan berolahraga teratur untuk kesehatan kulit yang maksimal. Bila setelah sekian kali mencoba Anda tidak kunjung menemukan produk yang cocok, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan saran dan penanganan yang sesuai.