Kaki kesemutan biasa terjadi setelah duduk bersila atau berlutut terlalu lama, dan merupakan hal yang normal. Namun, kesemutan kadang juga bisa menandakan adanya suatu kondisi medis yang serius.

Umumnya kesemutan terjadi apabila suatu bagian tubuh terbebani, sehingga terjadi hambatan suplai darah ke saraf yang mengarah pada bagian tubuh tersebut. Memahami penyebab kaki kesemutan dapat membantu kita mampu mewaspadai berbagai kondisi kesehatan yang dimiliki.

Jika Penasaran dengan Kaki Kesemutan, Cek Saja di Sini - Alodokter

Kondisi Kesehatan yang Mendasari Kaki Kesemutan

Rasa kesemutan dapat dirasakan seperti tertusuk-tusuk, terbakar, geli atau mati rasa. Hal ini biasanya hanya terjadi sementara, dan kemudian akan menghilang perlahan, setelah tekanan berkurang. Namun, pada beberapa kasus kesemutan dapat terjadi dalam jangka panjang. Berikut ini berbagai kondisi medis yang mendasarinya:

  • Kecanduan minuman alkohol
    Kadar alkohol di dalam tubuh bisa menyebabkan kaki kesemutan karena dua alasan. Pertama, terjadi kerusakan saraf yang ditimbulkan akibat kecanduan minuman keras atau disebut juga sebagai neuropati alkoholik. Sedangkan alasan kedua, seorang pecandu minuman beralkohol akan mengalami defisiensi thiamin dan vitamin penting lainnya di dalam tubuh, sehingga terjadi neuropati perifer atau gangguan saraf tepi yang ditandai dengan gejala kesemutan kronis.
  • Berbagai penyakit sistemik
    Beberapa penyakit sistemik (penyakit yang memengaruhi kondisi tubuh secara umum) bisa menyebabkan kaki kesemutan yang berkepanjangan atau bersifat kronis. Gangguan hormon seperti hipotiroid, atau tumor pada saraf bisa menjadi faktor-faktor penyebab. Selain itu, gangguan ginjal, penyakit hati, dan berbagai penyakit darah juga bisa menjadi penyebab kesemutan kronis.
  • Sindrom saraf kejepit
    Kondisi medis lain yang bisa menyebabkan neuropati perifer sehingga menyebabkan kaki kesemutan adalah sindrom saraf kejepit. Salah satu kondisi saraf kejepit yang menimbulkan keluhan kaki kesemutan adalah herniasi nukleus pulposus.
  • Kekurangan atau kelebihan vitamin
    Untuk membantu menjaga fungsi dan kesehatan saraf, tubuh membutuhkan vitamin E, B1, B3 (niacin), B6, dan B12. Jika tubuh mengalami defisiensi atau kekurangan aneka vitamin di atas, maka bukan tidak mungkin bisa menyebabkan berbagai gejala, salah satunya adalah kesemutan.

    Misalnya ketika tubuh kekurangan vitamin B12, maka yang terjadi adalah anemia pernisiosa, yaitu salah satu penyebab neuropati perifer yang tidak boleh diabaikan. Sementara itu, kelebihan vitamin tertentu juga bisa menyebabkan kesemutan di kaki atau tangan. Salah satu yang sering mengakibatkan kesemutan adalah kelebihan vitamin B6.

  • Keracunan
    Kandungan racun berlebih dalam tubuh juga memicu kesemutan kronis termasuk pada daerah kaki. Keracunan bisa disebabkan berbagai bahan kimia seperti timbal, merkuri, dan arsen. Selain itu, obat-obatan, antivirus, dan antibiotik tertentu juga bisa menyebabkan kesemutan kronis, termasuk obat-obatan kemoterapi untuk kanker paru-paru.

Selain beragam kondisi di atas, penyebab paling umum dari neuropati perifer dengan gejala kaki kesemutan adalah penyakit diabetes. Sekitar 3 dari 10 orang yang menderita neuropati perifer biasanya dikarenakan diabetes atau disebut neuropati diabetik. Biasanya, penderita penyakit ini akan mengalami mati rasa diikuti kesemutan yang seringkali terjadi pada kedua kaki dan naik ke lengan.

Meski umumnya penyebab kaki kesemutan disebabkan tekanan dan berlangsung sementara, namun ada pula kondisi yang perlu diwaspadai. Jika Anda merasakan kaki kesemutan atau kesemutan pada bagian tubuh lain yang lebih sering atau lebih lama dari biasanya, periksakanlah diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya serta untuk mendapatkan penanganan yang tepat.