Kaki lemas tidak bisa berdiri adalah keluhan medis yang tidak boleh diremehkan. Pasalnya, keluhan ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan penanganan medis segera. Oleh karena itu, mengenali penyebab, gejala, serta langkah pertolongan yang tepat sangat penting agar Anda terhindar dari komplikasi dan dapat pulih lebih cepat.

Kaki lemas tidak bisa berdiri sering kali berkaitan dengan gangguan pada sistem otot, saraf, atau sirkulasi darah di area tungkai kaki. Kondisi ini bisa terjadi secara mendadak atau berkembang secara perlahan, tergantung dengan penyebab yang mendasarinya. 

Kaki Lemas Tidak Bisa Berdiri, Ketahui Penyebab, Gejala Penyerta, dan Penanganannya - Alodokter

Tak jarang, keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kekhawatiran, baik bagi penderitanya maupun keluarga. Memahami gejala yang menyertai kaki lemas tidak bisa berdiri serta mengidentifikasi faktor risikonya sangat krusial untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Penyebab Kaki Lemas Tidak Bisa Berdiri

Berikut ini adalah beberapa penyebab kaki lemas tidak bisa berdiri, baik yang bersifat akut maupun kronis:

1. Stroke

Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini menyebabkan bagian otak yang terdampak tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel otak tersebut mati.

Hal itu kemudian menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak tersebut, misalnya kaki, tidak bisa berfungsi dengan baik. Akibatnya, kaki lemas tidak bisa berdiri.

Selain kelumpuhan mendadak pada bagian tubuh tertentu, stroke juga sering kali menyebabkan penderitanya kesulitan untuk berbicara atau bicara menjadi pelo, mulutnya mencong, dan kesulitan berpikir. Stroke merupakan kegawatdaruratan medis sehingga membutuhkan pertolongan secepat mungkin.

2. Saraf kejepit

Saraf skiatik adalah saraf yang memanjang dari tulang belakang bagian bawah ke kaki. Jika saraf ini tertekan atau terjepit, misalnya akibat bergesernya bantalan tulang belakang, hal itu bisa menyebabkan sinyal saraf ke otot kaki terganggu. Akibatnya, kaki lemas tidak bisa berdiri.

Selain menyebabkan kaki terasa lemas, saraf kejepit (hernia nukleus pulposus) juga bisa menyebabkan dapat menyebabkan nyeri di punggung yang menjalar hingga ke kaki. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa memicu gangguan gerak yang lebih parah.

3. Neuropati diabetik

Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan pembuluh darah rusak, sehingga distribusi oksigen dan nutrisi ke saraf berkurang. Nah, seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan dan gangguan pada saraf-saraf di tubuh, termasuk kaki, dan menyebabkan kaki lemas tidak bisa berdiri dan sering kesemutan atau baal.

Jika dibiarkan, kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai neuropati diabetik ini bisa menyebabkan sejumlah komplikasi serius, termasuk luka di kaki yang sulit sembuh.

4. Cedera 

Cedera bisa terjadi akibat benturan saat olahraga, tergelincir, terjatuh, penggunaan berlebihan, kekerasan, atau kecelakaan lalu lintas. Nah, jika cedera terjadi pada otak atau saraf tulang belakang, cedera semacam ini bisa mengganggu transmisi sinyal ke otot kaki karena rusaknya jaringan otot dan saraf di area yang terkena sehingga kaki lemas tidak bisa berdiri. 

Sementara itu, jika cedera terjadi pada kaki, hal itu bisa membuat jaringan otot, sendi, tulang, bahkan saraf di kaki rusak dan meradang sehingga kaki bengkak, terasa nyeri, dan lemah hingga tidak mampu digunakan untuk menyangga tubuh.

5. Sarkopenia

Sarkopenia adalah kondisi berkurangnya kekuatan dan massa otot-otot tubuh, terutama kaki. Ketika kondisi ini terjadi, kaki menjadi tidak kuat menopang tubuh sehingga sulit berdiri lama, mudah kehilangan keseimbangan, dan berisiko jatuh.

Sarkopenia umum terjadi pada lansia seiring berjalannya proses penuaan tubuh. Meski begitu, kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa muda, terutama bagi mereka yang jarang bergerak, terlalu sering berbaring, serta menderita kekurangan gizi atau malnutrisi.

6. Sindrom Guillain-Barré

Sindrom Guillain-Barré adalah penyakit autoimun langka yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang saraf tepi. Ketika hal ini terjadi, kemampuan saraf tepi untuk mengirimkan sinyal dari tubuh ke otak dan juga sebaliknya bisa terganggu. Akibatnya, area tubuh tertentu, termasuk kaki, mengalami kesemutan, nyeri, mati rasa, atau melemah hingga sulit berdiri lama.

7. Polio

Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus poliomielitis yang kerap menyerang anak-anak. Ketika virus ini masuk ke dalam tubuh, virus akan menyerang saraf di tubuh, yang dapat menyebabkan kelemahan mendadak pada tungkai kaki, terkadang hanya di satu sisi. Jika kondisi ini sudah parah, polio bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada otot kaki.

8. Limfedema

Limfedema adalah pembengkakan pada lengan atau tungkai kaki yang disebabkan oleh gangguan atau tersumbatnya aliran cairan getah bening di pembuluh limfa.  Kondisi ini sering dialami oleh penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan, seperti radioterapi atau operasi pengangkatan tumor.

Pada tahap awal, pembengkakan bisa sangat ringan sehingga tidak disadari oleh penderitanya. Namun, pada kasus yang lebih berat, lengan atau tungkai kaki yang membengkak bisa terasa nyeri, kaku, atau lemas, hingga menyulitkan penderitanya untuk berdiri dan beraktivitas.

9. Kaki gajah

Kaki gajah terjadi akibat infeksi cacing filaria di pembuluh limfa, sehingga aliran cairan di pembuluh limfa terganggu dan menyebabkan kaki membengkak.

Tidak hanya menyebabkan kaki membengkak, terkadang kaki gajah juga disertai gejala lain, seperti kulit terasa menebal dan kering, nyeri di area kaki yang bengkak, demam, dan kaki lemas tidak bisa berdiri. 

10. Cerebral palsy

Cerebral palsy adalah gangguan perkembangan otak pada anak yang memengaruhi gerakan, postur, dan otot tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah koordinasi dan otot tubuh, termasuk otot kaki menjadi sangat lemah atau kaku sehingga membuat penderitanya kesulitan berdiri bahkan berjalan.

Tidak hanya membuat kaki lemas tidak bisa berdiri, cerebral palsy yang tidak ditangani dengan tepat juga bisa menimbulkan sejumlah komplikasi yang muncul selama masa kanak-kanak atau dewasa, termasuk skoliosis.

11. Myasthenia gravis

Myasthenia gravis merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan otot-otot tubuh, termasuk otot kaki, melemah. Kondisi ini bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan yang menghubungkan sel saraf dan otot sehingga otot-otot tubuh menjadi lemah dan tidak bisa digunakan untuk beraktivitas, termasuk berdiri dan berjalan.

Selain kaki lemas tidak bisa berdiri dan berjalan, tergantung dengan area otot yang terkena, myasthenia gravis juga bisa menyebabkan penderitanya kesulitan bicara atau cadel, suara serak, napas pendek, hingga kelopak mata turun.

12. Mielitis

Mielitis adalah peradangan pada sumsum tulang belakang yang bisa dipicu infeksi virus, bakteri, atau gangguan autoimun. Ketika kondisi ini terjadi, transmisi sinyal saraf otak dan anggota tubuh, termasuk kaki menjadi terganggu sehingga kaki terasa lemas, susah digerakkan, bahkan hilangnya sensitivitas pada area kaki.

Tidak hanya itu, mielitis juga bisa membuat punggung bagian bawah terasa nyeri, lengan kesemutan dan terasa lemah, serta kesulitan untuk buang air kecil. Mielitis perlu segera diatasi, hal ini karena mielitis bisa menyebabkan kerusakan saraf permanen.

Selain beberapa kondisi di atas, kaki lemas tidak bisa berdiri juga bisa terjadi akibat kelebihan berat badan (obesitas). Hal ini karena berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada sendi dan otot kaki sehingga menyebabkan tulang rawan rusak dan otot kaki menjadi melemah.

Gejala Penyerta yang Harus Diwaspadai

Kaki lemas tidak bisa berdiri sering kali disertai dengan timbulnya gejala lain. Nah, jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala berikut saat kaki lemas tidak bisa berdiri, segera cari pertolongan medis karena gejala ini bisa menandakan adanya kondisi serius yang memerlukan pertolongan medis segera.

Berikut beberapa gejala tersebut:

  • Nyeri hebat di punggung, pinggang, atau tungkai bawah
  • Kaki bengkak, berubah warna (biru, kehitaman), atau terasa sangat dingin atau panas
  • Bicara pelo, mulut mencong, atau wajah tidak simetris
  • Gangguan menelan atau penurunan kesadaran
  • Demam tinggi 
  • Kesemutan parah di tungkai kaki

Penanganan Kaki Lemas Tidak Bisa Berdiri

Jika kaki lemas tidak bisa berdiri tidak disertai dengan gejala penyerta berbahaya, keluhan ini biasanya dapat teratasi dengan perawatan mandiri di rumah, misalnya dengan mengurangi aktivitas, mengompres dingin atau hangat area kaki, dan membalut kaki dengan perban elastis. Namun, kaki lemas tidak bisa berdiri yang disertai gejala penyerta berbahaya harus ditangani oleh dokter. 

Untuk memastikan penyebab kaki lemas tidak bisa berdiri, dokter akan terlebih dahulu menanyakan gejala serta riwayat penyakit yang dimiliki pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kaki dan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti elektromiografi (EMG), MRI, dan CT scan, bila perlu.

Setelah dipastikan penyebab kaki lemas tidak bisa berdiri, dokter akan memberikan penanganan untuk mengatasinya. Berikut ini adalah beberapa penanganan kaki lemas tidak bisa berdiri yang dilakukan oleh dokter:

Obat-obatan

Obat-obatan diberikan untuk meredakan nyeri dan peradangan, serta mengatasi kondisi medis yang menyebabkan kaki lemas tidak bisa berdiri. Dokter mungkin akan memberikan beberapa obat-obatan, seperti:

  • Obat antinyeri, seperti paracetamol, ibuprofen, dan obat antiinflamasi nonsteroid
  • Obat antidiabetes atau suplemen neurotropik, seperti vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12, jika kaki lemas tidak bisa berdiri disebabkan oleh neuropati diabetik
  • Obat antiparasit, seperti albendazole, ivermectin, atau diethylcarbamazine citrate, jika kaki lemas tidak bisa berdiri disebabkan oleh kaki gajah
  • Obat penghancur gumpalan darah atau trombolisis, seperti alteplase, jika kaki lemas tidak bisa berdiri disebabkan oleh stroke

Fisioterapi

Selain meresepkan beberapa obat, dokter juga mungkin akan merekomendasikan fisioterapi. Tujuannya adalah untuk membantu memperkuat otot kaki, melatih koordinasi, dan menyesuaikan keseimbangan tubuh. 

Tak hanya itu, terapi ini juga dapat mencegah kekakuan maupun atrofi otot akibat lama tidak dipakai. Dengan begitu, kaki tidak lemas dan dapat digunakan dengan normal kembali. Latihan fisioterapi harus dilakukan secara bertahap dan diawasi oleh tenaga medis profesional.

Operasi 

Jika metode pengobatan lainnya tidak berhasil mengatasi kaki lemas tidak bisa berdiri, dokter mungkin akan melakukan tindakan pembedahan. Tergantung penyebab kaki lemas tidak bisa berdiri, tindakan pembedahan yang akan dilakukan oleh dokter bisa berbeda-beda. 

Misalnya, pada kasus kaki lemas tidak bisa berdiri yang disebabkan oleh saraf kejepit, dokter mungkin akan melakukan mikrodisektomi. Sementara itu, pada kasus kaki lemas tidak bisa berdiri yang disebabkan oleh stroke, dokter mungkin akan melakukan tindakan operasi endarterektomi karotis untuk menghilangkan tumpukan plak di pembuluh darah leher. 

Itulah beberapa penyebab dan penanganan kaki lemas tidak bisa berdiri. Untuk menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda, tentu hanya bisa dipastikan setelah menjalani pemeriksaan ke dokter. Oleh karena itu, jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami kaki lemas tidak bisa berdiri, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. 

Dokter nantinya akan menilai tingkat keparahan keluhan Anda dan menentukan apakah perlu pemeriksaan lanjutan di rumah sakit atau hanya perlu diresepkan obat-obatan sesuai dengan penyebab kaki lemas tidak bisa berdiri. Dengan penanganan yang tepat dan cepat, kemungkinan sembuh akan jauh lebih baik dan Anda dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.