Kaki sering pegal bisa dialami siapa saja, baik setelah seharian beraktivitas maupun yang tiba-tiba muncul. Kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan, apalagi jika sering kambuh atau disertai keluhan lain. Memahami penyebab dan cara mengatasinya bisa membuat Anda beraktivitas tanpa gangguan.
Pegal pada kaki sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu. Selain karena aktivitas yang berlebihan, kaki sering pegal juga bisa disebabkan oleh pola hidup, berat badan, atau kondisi medis yang perlu diwaspadai.

Penyebab Kaki Sering Pegal
Mengetahui penyebab kaki sering pegal sangat penting agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran. Nah, berikut ini adalah beberapa penyebab umum yang perlu Anda ketahui:
1. Berdiri atau berjalan terlalu lama
Beraktivitas dalam posisi berdiri atau berjalan terus-menerus, seperti bekerja sebagai penjaga toko, penjaga keamanan, pekerja lapangan, atau guru, menyebabkan otot-otot kaki bekerja lebih keras untuk menopang tubuh.
Akibatnya, aliran darah ke otot kaki bisa berkurang, sehingga kaki sering pegal, kram atau tegang, bahkan terkadang nyeri. Kondisi ini juga bisa menyebabkan pembengkakan ringan atau rasa berat setelah seharian beraktivitas.
2. Kurang istirahat
Setiap habis beraktivitas berat, otot kaki memerlukan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Apabila Anda jarang mengistirahatkan kaki, misalnya langsung melanjutkan aktivitas tanpa duduk atau tidak mengangkat kaki sebentar, ototnya akan mudah lelah. Akibatnya, kaki menjadi cepat pegal, sulit bergerak, bahkan sering kram pada malam hari.
2. Berat badan berlebih
Berat badan yang berlebih atau obesitas membuat kaki harus menanggung beban lebih berat setiap saat. Tekanan ini tidak hanya membuat otot kaki bekerja ekstra, tapi juga memberi tekanan pada sendi dan bantalan kaki. Lama-kelamaan, tekanan ini bisa menyebabkan kaki sering pegal, terutama setelah berjalan jauh atau naik turun tangga.
3. Sepatu tidak nyaman
Menggunakan sepatu yang tidak sesuai ukuran, terlalu sempit, solnya tipis, atau memakai hak tinggi dalam waktu lama, bisa memperburuk tekanan pada kaki. Sepatu yang tidak nyaman membuat posisi kaki tidak sesuai, sehingga otot dan persendian kaki mudah tegang, cepat lelah, dan timbul rasa pegal atau nyeri. Gesekan atau tekanan pada bagian tertentu juga bisa menyebabkan lecet atau bengkak.
4. Kurang olahraga atau jarang bergerak
Kaki yang jarang digerakkan, baik karena duduk terlalu lama maupun kurang berolahraga, ototnya akan melemah dan kehilangan kelenturan. Akibatnya, saat digunakan untuk aktivitas berat seperti lari, naik tangga, atau berdiri lama, otot kaki akan lebih mudah terasa sakit dan pegal.
5. Gangguan peredaran darah
Gangguan pada pembuluh darah kaki, misalnya varises atau penyempitan pembuluh darah (penyakit arteri perifer), bisa menyebabkan aliran darah ke kaki tidak lancar.
Kondisi tersebut membuat sisa metabolisme menumpuk sehingga timbul sensasi berat, nyeri, pegal, bahkan bengkak, terutama setelah lama berdiri. Varises biasanya ditandai dengan urat-urat kebiruan yang tampak jelas di permukaan kulit.
6. Penyakit tertentu
Selain beberapa kondisi sebelumnya, ada beberapa kondisi medis yang juga bisa menyebabkan kaki sering pegal, misalnya:
- Diabetes, yang bisa mengganggu saraf dan aliran darah di kaki sehingga menimbulkan nyeri, kram, atau kebas
- Asam urat, yang biasanya menyebabkan nyeri sendi mendadak disertai pegal
- Radang sendi (artritis), yang menimbulkan peradangan dan kekakuan pada sendi kaki
- Gangguan saraf perifer, yang bisa menyebabkan otot kaki melemah dan mudah lelah walau aktivitas ringan
Apabila Anda mengalami kaki sering pegal, cobalah telaah penyebabnya dengan memperhatikan pola aktivitas, kebiasaan sehari-hari, serta kondisi kesehatan. Hal ini bisa membantu dokter dalam menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Tips Ampuh Mengatasi Kaki Sering Pegal
Untuk mengatasi kaki sering pegal, berikut ini adalah beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan:
- Istirahatkan kaki, dengan menyempatkan dudu duduk atau berbaring selama beberapa menit setiap beberapa jam, terutama kalau sering berdiri atau berjalan.
- Lakukan peregangan ringan pada otot kaki sebelum dan sesudah aktivitas untuk mencegah otot kaku dan pegal.
- Pijat kaki dengan lembut untuk melancarkan aliran darah dan mengurangi rasa pegal.
- Gunakan sepatu bersol empuk dan ukuran yang pas untuk mengurangi tekanan pada kaki
- Jaga berat badan tetap ideal akan agar beban kaki lebih ringan dan risiko kaki sering pegal berkurang.
- Lakukan olahraga ringan, seperti berjalan santai, bersepeda, atau berenang secara rutin, untuk memperkuat otot kaki dan menjaga kelenturan sendi.
- Kompres hangat kaki untuk melemaskan otot tegang, atau kompres dingin kaki untuk mengatasi pembengkakan dan nyeri setelah aktivitas berat.
Menjaga kesehatan kaki sangat penting agar Anda bisa beraktivitas dengan nyaman setiap hari. Mulailah dengan memilih sepatu yang sesuai, rutin berolahraga, serta memberi waktu istirahat pada kaki saat merasa lelah. Jangan abaikan keluhan kaki sering pegal, terutama jika diikuti gejala lain yang mengganggu.
Bila Anda sudah mencoba berbagai cara, tetapi kaki masih sering pegal, atau keluhan disertai bengkak, perubahan warna kulit, atau nyeri berat, segeralah konsultasikan dengan dokter. Anda bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan penjelasan dan saran medis dengan cepat, atau buat janji konsultasi langsung jika diperlukan.