Kanker Lidah Stadium 4: Kenali Gejala dan Penanganannya

Penting bagi Anda untuk mengenali dan tidak mengabaikan gejala awal kanker lidah. Dalam beberapa kasus, kanker lidah baru terdeteksi ketika sudah masuk fase penyebaran atau metastasis. Istilah medis menyebut kondisi ini sebagai kanker lidah stadium 4.

Kanker lidah termasuk dalam jenis kanker mulut dan kanker pada bagian belakang mulut atau orofaring. Kanker yang tumbuh pada dua pertiga bagian depan lidah dan di bawah lidah termasuk di dalam kategori kanker mulut. Sedangkan kanker yang tumbuh pada bagian pangkal lidah termasuk di dalam kanker orofaring. Sementara, kanker lidah stadium 4 adalah kondisi ketika sel-sel kanker sudah tumbuh dan menyebar ke jaringan dan organ tubuh lain di sekitarnya.

Gejala Kanker Lidah Stadium 4

Untuk mengantisipasi penyebaran sel-sel kanker hingga menjadi kanker lidah stadium 4, Anda perlu mengenali gejala-gejalanya. Adapun gejala umum kanker lidah adalah timbulnya bercak putih atau kemerahan, serta sariawan di lidah, gusi, amandel, dan permukaan mulut yang disertai rasa sakit di sekitar mulut yang berkepanjangan atau tidak sembuh-sembuh.

Pada stadium lanjut, gejala dan tanda yang sering timbul akibat kanker lidah adalah:

  • Sakit tenggorokan yang terjadi terus menerus.
  • Kesulitan menelan dan mengunyah.
  • Tumbuhnya benjolan di lidah, mulut, dan leher.
  • Sulit menggerakkan lidah dan rahang.
  • Mati rasa atau kebas pada lidah dan area mulut.
  • Bau mulut yang tidak kunjung hilang.
  • Perubahan suara hingga penurunan berat badan.
  • Pendarahan pada lidah tanpa sebab.
  • Nyeri di telinga.

Berdasarkan klasifikasi sistem TNM yang direkomendasikan oleh American Joint Committee on Cancer, kanker lidah stadium 4 memiliki ciri berupa ukuran kanker yang semakin membesar sekitar 3-6 cm. Umumnya, sel kanker sudah tumbuh dan menyebar ke jaringan lunak dan organ tubuh di sekitarnya, mulai dari kelenjar getah bening, paru-paru, tulang tengkorak, dan tulang-tulang di sekitarnya.

Penanganan Kanker Lidah Stadium 4 yang Perlu Anda Ketahui

Penanganan kanker lidah stadium 4 dilakukan dalam upaya menyembuhkan atau mengendalikan kanker selama mungkin, serta meredakan gejalanya.

Penanganan kanker lidah stadium 4 dibagi menjadi dua kategori berdasarkan ukuran dan penyebaran kanker, atau berdasarkan klasifikasinya, yakni kanker lidah stadium 4A dan stadium 4B.

  • Kanker lidah staidum 4A
    Pada kanker lidah stadium 4A yang menyerang bagian depan lidah di mana kanker telah menyebar dan tumbuh di jaringan terdekat, penanganannya berupa operasi dan radiasi. Operasi yang dimaksud salah satunya adalah operasi pengangkatan kelenjar getah bening di leher.

Sedangkan ada kanker lidah stadium 4A yang menyerang bagian pangkal lidah, penanganannya berupa kombinasi antara kemoterapi dan terapi radiasi atau disebut juga terapi kemoradiasi. Setiap kanker yang tersisa setelah terapi ini diangkat melalui prosedur operasi. Jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening leher, maka diperlukan operasi pengangkatan kelenjar getah bening setelah terapi kemoradiasi.

Pilihan pengobatan akan bergantung pada letak kanker, penyebarannya, efek samping, dan status kesehatan pasien. Beberapa dokter menyarankan kemoterapi sebagai pengobatan pertama, diikuti dengan kemoradioterapi (kemoterapi dan radiasi yang diberikan bersamaan), dan kemudian dioperasi jika dibutuhkan.

  • Kanker lidah stadium 4B
    Kanker lidah stadium 4B, di mana kanker telah menyebar ke organ tubuh lainnya, dapat ditangani dengan tindakan operasi, ditambah terapi radiasi dan kemoterapi untuk meningkatkan ketahanan hidup dan kualitas hidup penderita.

Untuk mencegah terjadinya kanker lidah, disarankan untuk tidak merokok atau menggunakan tembakau kunyah, batasi konsumsi minuman beralkohol, hindari berhubungan seks oral dengan berganti pasangan, dan rutin memeriksakan kondisi kesehatan mulut anda ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait tahapan kanker lidah dan penanganannya, Anda bisa langsung berkonsultasi ke dokter untuk melakukan konsultasi terkait kanker.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi