Dokter bisa saja mencurigai seorang pasien menderita kanker otak berdasarkan gejala-gejala yang ada dan pemeriksaan fisik yang dilakukan, terutama pemeriksaan sistem saraf. Di antaranya dengan menguji kekuatan otot, mengecek bagian tubuh yang terasa kaku, mengetuk lutut dengan palu khusus untuk menguji refleks, pemeriksaan kondisi mata, dan mengevaluasi kemampuan pasien dalam menjalankan perintah, membaca, atau menulis.

Setelah pemeriksaan fisik dilakukan, dokter masih harus menjalankan pemeriksaan penunjang untuk memastikan apakah benar pasien menderita kanker otak. Pemeriksaan penunjang tersebut di antaranya adalah:

  • Tes darah, yang meliputi hitung darah lengkap, tes fungsi ginjal, tes ureum dan elektrolit, serta tes penanda tumor dan kimia.
  • CT scan, MRI, dan PET scan. Dokter dapat memindai otak dengan metode-metode ini untuk mengetahui lokasi tumor dan tingkat penyebarannya.
  • Biopsi otak. yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diteliti menggunakan mikroskop, guna menentukan jenis tumor serta penanganannya.