Terdapat beberapa tes dan juga pemeriksaan yang harus dijalani untuk mendiagnosis kanker prostat, yaitu:

Pemeriksaan colok dubur

Pada prosedur ini, dokter akan memasukkan jari yang sudah dibungkus sarung tangan dan diolesi pelumas ke dalam rektum untuk memeriksa kelenjar prostat yang posisinya di sebelah rektum. Jika dokter menemukan ketidaknormalan pada tekstur, bentuk, maupun ukuran kelenjar prostat Anda, mungkin Anda memerlukan tes lanjutan lainnya.

Tes PSA (prostate-specific antigen atau antigen khusus prostat)

Kelenjar prostat menghasilkan protein yang disebut dengan PSA. Kadar PSA dalam darah semua pria cukup sedikit, tapi kadar PSA akan bertambah seiring bertambahnya usia seorang pria.

Tes darah PSA berfungsi mengukur kadar PSA dalam darah. Tes PSA tidak spesifik untuk mendeteksi kanker prostat, karena kondisi lain seperti peradangan pada prostat juga menyebabkan meningkatnya PSA dalam darah. Selain itu, ada sebagian penderita kanker prostat yang tidak mengalami peningkatan kadar PSA. Hanya sekitar 45% penderita kanker prostat memiliki kadar PSA yang tinggi.

Uji ultrasound transrektal (TRUS)

Pada uji ini, sebuah alat kecil akan diberi pelumas dan ditempatkan pada anus pasien. Alat kecil ini akan memancarkan gelombang suara pada prostat dan merekam gema dari gelombang suara tersebut. Gema akan diproses sehingga menjadi citra prostat pasien.

Biopsi

Prosedur biopsi adalah pengambilan sampel jaringan prostat untuk diteliti lebih jauh apakah terdapat sel kanker. Ini adalah langkah yang paling bisa diandalkan dalam mendiagnosis kanker prostat.

Selain prosedur-prosedur di atas, dokter juga bisa melakukan uji pencitraan (pencitran tulang, CT scan, dan MRI) untuk mengevaluasi penyebaran sel kanker pada organ tubuh lainnya.

Pasien dapat dicurigai mengidap kanker prostat jika hasil pemeriksaan mengindikasikan adanya ASAP (Atypical small acinar proliferation) pada sel prostat. ASAP adalah kondisi di mana sel prostat diduga dapat berkembang menjadi kanker saat diteliti dengan mikroskop.

Pasien juga dapat dicurigai terkena kanker prostat jika hasil pemeriksaan sel prostat mengindikasikan PIA (Proliferative inflammatory atrophy). PIA adalah kondisi di mana sel prostat terlihat lebih kecil dari ukuran normal dan ada tanda-tanda peradangan pada area prostat.

Tahapan Kanker Prostat

Untuk menentukan cara penanganan yang tepat terhadap kanker prostat, dokter perlu mengetahui pada tahap berapakah kanker yang diderita. Dengan demikian, pengobatan yang tepat bisa diberikan. Berikut ini adalah tahapan kanker prostat:

  • Stadium I. Pada tahap ini, kanker masih sangat kecil dan belum menyebar ke luar kelenjar prostat.
  • Stadium II. Pada tahap ini, kanker lebih besar dan belum menyebar ke luar kelenjar prostat.
  • Stadium III. Kanker sudah menyebar ke luar dari kelenjar prostat, tapi masih berada di jaringan sekitarnya, misalnya uretra.
  • Stadium IV. Kanker sudah menyebar lebih jauh, misalnya ke kandung kemih, rektum, atau pun tulang.

Menentukan tahapan kanker prostat sangat penting karena berkaitan dengan pilihan pengobatan yang tepat untuk menangani kanker yang diderita.