Kanker prostat kerap berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala berarti pada tahap awal. Namun, seiring pertumbuhan jaringan kanker yang makin besar, sel-sel kanker dapat menekan saluran kemih (uretra) atau menyebar ke area sekitar prostat.
Inilah yang menyebabkan munculnya berbagai gangguan, terutama saat buang air kecil. Berikut beberapa gejala kanker prostat:
1. Sering buang air kecil di malam hari atau nocturia
Kanker yang tumbuh di prostat dapat menekan uretra, yaitu saluran tempat keluarnya urine dari kandung kemih. Tekanan ini menyebabkan kandung kemih lebih cepat terasa penuh, sehingga Anda jadi lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
2. Sulit berkemih
Kanker prostat dapat menyebabkan prostat membesar dan menekan saluran kencing. Akibatnya, aliran urine menjadi terhambat. Kondisi ini membuat penderitanya sulit memulai buang air kecil, harus mengejan, atau membutuhkan waktu lebih lama hingga urine bisa keluar.
3. Nyeri saat buang air kecil
Pertumbuhan kanker dapat menyebabkan iritasi pada saluran kemih atau bahkan infeksi saluran kemih. Inilah yang memunculkan sensasi nyeri, perih, atau panas saat berkemih.
4. Aliran urine tidak lancar
Kanker prostat dapat menekan saluran kencing, sehingga jalan keluarnya urine menjadi sempit. Akibatnya, air kencing keluar lebih pelan, tidak deras seperti biasanya, atau terasa tersendat dan terputus-putus.
5. Kandung kemih terasa belum kosong setelah buang air kecil
Adanya hambatan pada saluran kencing membuat urine tidak keluar sepenuhnya. Akibatnya, meski sudah selesai buang air kecil, muncul rasa seperti masih ingin kencing atau masih ada sisa urine di kandung kemih.
6. Mudah mengompol, terutama saat batuk atau tertawa
Tekanan akibat kanker prostat dapat melemahkan otot kandung kemih. Kondisi ini dapat membuat Anda menjadi mudah ngompol, terutama saat batuk, bersin, tertawa, atau melakukan aktivitas yang memberi tekanan pada perut.
Jika kanker prostat sudah berkembang lebih lanjut dan menyebar ke jaringan di luar prostat, gejala lainnya yang bisa muncul meliputi:
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Nyeri pada punggung, pinggang, atau panggul karena sel kanker menyebar ke tulang
- Gangguan ereksi atau disfungsi ereksi
- Adanya darah pada urine (hematuria) atau sperma
Perlu diingat, gejala-gejala ini tidak selalu menandakan kanker prostat. Kondisi lain, seperti peradangan prostat (prostatitis) atau pembesaran prostat jinak (BPH/benign prostatic hyperplasia), juga bisa memiliki keluhan serupa. Untuk itu, pemeriksaan medis tetap menjadi kunci untuk menentukan penyebab pastinya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda memiliki risiko kanker prostat, misalnya berusia di atas 50 tahun, memiliki riwayat keluarga, atau berasal dari keturunan Afrika, sebaiknya mulai berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kebutuhan pemeriksaan dini (skrining).
Secara umum, anjuran usia pemeriksaan adalah sebagai berikut:
- Usia 50 tahun untuk pria dengan risiko rendah
- Usia 45 tahun untuk pria dengan risiko tinggi, misalnya memiliki riwayat keluarga
- Usia 40 tahun untuk pria dengan risiko sangat tinggi
Selain itu, segera periksakan diri jika Anda mengalami gangguan berkemih, nyeri yang tidak biasa, atau gejala lain yang mengarah pada kanker prostat. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Untuk kemudahan dan kenyamanan, Anda juga bisa berkonsultasi melalui fitur Chat Bersama Dokter guna mendapatkan informasi awal, saran medis, serta rekomendasi pemeriksaan sesuai kondisi Anda.