Pada tahap awal, kanker prostat umumnya tidak menimbulkan gejala apa pun. Tapi ketika pembengkakan prostat telah memengaruhi uretra atau kanker mulai menyebar, berikut ini adalah beberapa gejala yang biasanya muncul:

  • Lebih sering buang air kecil, terutama saat malam hari
  • Merasa nyeri atau butuh waktu lama saat buang air kecil
  • Terdapat darah dalam air kencing atau air mani
  • Tekanan air kencing berkurang
  • Air kencing keluar saat batuk atau tertawa
  • Tidak mampu kencing sambil berdiri
  • Disfungsi ereksi

Prostat pria umumnya akan bertambah besar seiring bertambahnya usia. Gejala-gejala di atas perlu diwaspadai, meski tidak selalu berarti Anda mengidap kanker prostat. Berikut ini adalah gejala kanker prostat ketika sudah memasuki tahapan yang lebih parah:

  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan selera makan
  • Rasa sakit pada tulang terutama punggung bagian bawah, paha dan pinggul
  • Mual dan muntah
  • Konstipasi
  • Merasa sakit atau kaku pada bagian panggul, punggung bawah, paha atas, atau pada tulang di sekitarnya
  • Kelemahan atau kelumpuhan pada tubuh bagian bawah

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Prostat

Penyebab kanker prostat yang pasti hingga kini masih belum diketahui. Tapi pada tingkat dasar, kanker prostat disebabkan oleh perubahan pada DNA sel prostat normal. Tapi, kanker prostat memengaruhi terutama pria yang berusia lanjut. Sekitar delapan dari sepuluh kasus diderita oleh pria berusia di atas 65 tahun.

Selain usia, berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker prostat:

  • Riwayat kesehatan keluarga. Jika ada keluarga laki-laki yang menderita kanker prostat atau wanita yang menderita kanker payudara, risiko Anda untuk terkena kanker prostat akan meningkat.
  • Makanan. Mengonsumsi makanan yang mengandung kalsiumtinggi terlalu sering juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker prostat.
  • Obesitas. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko seorang laki-laki terkena kanker prostat.
  • Ras. Kanker prostat lebih berisiko untuk menimpa pria yang berasal dari ras Afrika-Amerika dan Karibia.
  • Lokasi. Kasus kanker prostat lebih banyak ditemui di belahan Amerika Utara, Eropa Barat Laut, Australia dan Kepulauan Karibia.
  • Perubahan gen. Beberapa perubahan gen yang diwariskan bisa meningkatkan rsiko terkena kanker prostat.
  • Beberapa jenis makanan. Pria yang sering mengonsumsi daging merah atau produk susu tinggi lemak akan memiliki risiko terkena kanker prostat sedikit lebih tinggi daripada pria yang hanya sedikit mengonsumsi kedua jenis makanan tersebut.
  • Paparan bahan kimiawi.
  • Peradangan prostat. Beberapa studi menyebutkan bahwa peradangan prostat berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker prostat.
  • Merokok.
  • Penyakit menular seksual, seperti gonorea atau klamidia mungkin bisa meningkatkan risiko terkenan kanker jenis
  • Vasektomi. Pria yang menjalani prosedur vasektomi memiliki risiko kanker prostat lebih tinggi.