Untuk menegakkan diagnosis kanker rahim, dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan berikut:
Tanya jawab
Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, terutama terkait perdarahan vagina yang tidak normal, nyeri panggul, atau perubahan pola menstruasi. Selain itu, dokter juga akan menggali informasi mengenai:
- Riwayat kesehatan pribadi dan keluarga
- Riwayat menopause dan siklus menstruasi
- Penggunaan terapi hormon atau tamoxifen
- Riwayat kanker pada keluarga
- Riwayat kehamilan dan gangguan reproduksi
Pemeriksaan fisik
Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan panggul untuk menilai kondisi organ reproduksi, termasuk vagina, leher rahim, rahim, dan ovarium. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan, pembesaran, atau tanda penyebaran kanker.
Pemeriksaan penunjang
Untuk memastikan diagnosis kanker rahim, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan berikut:
- USG transvaginal, yaitu pemeriksaan dengan memasukkan alat pemindai khusus ke dalam vagina untuk melihat kondisi rahim dan ketebalan lapisan endometrium.
- Biopsi endometrium, yaitu pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan dari lapisan rahim untuk diperiksa di laboratorium
Pengambilan sampel dapat dilakukan melalui:
- Histeroskopi, yaitu prosedur menggunakan selang kecil berkamera untuk melihat bagian dalam rahim
- Dilatasi dan kuretase (D&C), yaitu tindakan mengambil jaringan dari dinding rahim menggunakan alat khusus
Pemeriksaan pencitraan
Jika hasil biopsi menunjukkan kanker rahim, dokter dapat melakukan pemeriksaan pencitraan untuk mengetahui penyebaran kanker, seperti:
Pemeriksaan ini membantu menilai apakah kanker telah menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, tulang, atau kelenjar getah bening.
Tes darah
Tes darah dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan secara umum, seperti kadar hemoglobin, fungsi hati, dan fungsi ginjal. Pada beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penanda tumor tertentu sebagai bagian dari evaluasi kanker.
Stadium kanker rahim
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter akan menentukan stadium kanker rahim, yaitu:
- Stadium 1: kanker hanya berada di dalam rahim
- Stadium 2: kanker menyebar ke leher rahim (serviks)
- Stadium 3: kanker menyebar ke jaringan sekitar rahim, vagina, ovarium, atau kelenjar getah bening di area panggul
- Stadium 4: kanker menyebar ke organ lain di luar panggul, seperti kandung kemih, usus, paru-paru, hati, atau tulang
Penentuan stadium penting dilakukan untuk membantu dokter menentukan pilihan pengobatan dan memperkirakan prognosis penyakit.