Kanker rahim belum tentu menjadi penyebab dari semua perdarahan abnormal pada organ vagina, tetapi Anda dianjurkan untuk tetap memeriksakan diri ke dokter agar bisa didiagnosis dengan pasti. Ada dua langkah yang dijalani untuk memastikan keberadaan kanker rahim, yaitu:

  • Tes USG transvaginal. Jenis USG ini digunakan untuk memeriksa perubahan ketebalan dinding rahim yang mungkin diakibatkan oleh keberadaan sel-sel kanker.
  • Tes Darah. Sel kanker melepaskan beberapa zat kimia ke dalam darah penderita, yang dapat dideteksi dengan menjalani pengujian darah.
  • Tes Biopsi. Langkah ini diterapkan dengan mengambil dan memeriksa sampel sel-sel dari dinding rahim untuk dilihat di bawah mikroskop. Ada tiga cara untuk melakukan biopsi, yaitu dengan aspirasi jarum halus, hitereskopi, dan kuret.

Jika terdiagnosis positif mengidap kanker rahim, dokter akan memeriksa tahap perkembangan (stadium) kanker tersebut. Tes-tes yang biasa dianjurkan adalah rontgen dada, MRI scan, CT scan, dan tes darah lanjutan.

Stadium-stadium pada kanker rahim meliputi:

  • Stadium 1 – kanker hanya terdapat dalam rahim.
  • Stadium 2 – kanker sudah menyebar ke leher rahim atau serviks.
  • Stadium 3 – kanker sudah menyebar ke luar rahim dan menyerang jaringan di sekitar panggul atau noda limfa.
  • Stadium 4 – kanker sudah menyebar ke jaringan perut atau organ lain, misalnya   kantung kemih, usus besar, hati, atau paru-paru.