Kanker rahim dibagi menjadi dua jenis, yaitu adenokarsinoma dan sarkoma. Adenokarsinoma terbentuk di lapisan di bagian dalam rahim (kanker endometrium), sedangkan sarkoma terbentuk di kelenjar atau jaringan penunjang rahim, seperti otot rahim.

Kanker endometrium merupakan jenis kanker rahim yang paling sering terjadi, sedangkan sarkoma hanya terjadi pada 2-4 persen dari seluruh kasus kanker rahim. Penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, terdapat faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terserang kanker rahim, yaitu:

  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Sudah melewati masa menopause.
  • Belum pernah hamil.
  • Memiliki lapisan dalam rahim yang terlalu tebal.
  • Pernah menjalani radioterapi pada area panggul.
  • Mengalami menstruasi terlalu dini atau terlalu lambat.
  • Pola makan yang banyak mengonsumsi makanan dengan lemak hewani.
  • Pernah mengonsumsi tamoxifen, yaitu obat untuk menangani kanker payudara.
  • Menjalani terapi penggantian hormon
  • Menderita diabetes, hipertensi, obesitas, atau PCOS.
  • Menderita kanker payudara, kanker usus besar, atau kanker ovarium, atau memiliki keluarga inti yang menderita penyakit tersebut.

Meskipun demikian, memiliki satu atau lebih faktor di atas tidak berarti Anda dapat terserang kanker rahim.