Karbon aktif atau arang aktif (activated charcoal) adalah zat yang digunakan untuk menangani keracunan akibat racun yang tertelan dan gangguan pada saluran cerna, misalnya diare dan perut kembung. Zat ini bekerja dengan mencegah penyerapan racun, sekaligus mempermudah proses pembuangan kotoran dalam saluran cerna.

Karbon aktif juga terkandung di banyak produk perawatan kulit dan gigi. Meski ada yang dijual bebas, penggunaan karbon aktif sebaiknya dengan anjuran dokter.

Merek dagang: Norit, Bekarbon

ACTIVATED CHARCOAL - alodokter

Tentang Karbon Aktif

Golongan Antidot keracunan
Kategori Obat resep
Manfaat Menyerap racun yang tertelan dan menangani gangguan saluran pencernaan
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak 1 tahun ke atas
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Karbon aktif belum diketahui diserap ke dalam ASI atau tidak. Bagi ibu menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Bentuk obat Tablet

Peringatan:

  • Karbon aktif tidak efektif dalam mengatasi keracunan yang disebabkan oleh sianida, lithium, alkohol, dan zat besi.
  • Hindari penggunaan karbon aktif pada penderita gangguan usus dan anak usia di bawah 1 tahun.
  • Obat ini dapat menyebabkan muntah.
  • Kombinasi dengan sorbitol atau obat bisacodyl dapat menyebabkan gangguan elektrolit.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan karbon aktif, segera temui dokter.

Dosis Karbon Aktif

Kondisi Usia Dosis
Keracunan Dewasa 25-100 g dalam dosis tunggal, atau 50-100 yang dibagi ke dalam beberapa jadwal konsumsi.

Dosis alternatif adalah 25 mg tiap 2 jam, atau 50 mg tiap 4 jam.

Anak-anak usia 1-12 tahun 25-50 mg per hari.
Gangguan saluran cerna Dewasa 0,975-3,9 g, tiga kali sehari.

Mengonsumsi Karbon Aktif dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang tertera pada kemasan obat dalam mengonsumsi karbon aktif.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, berikan jarak 2 jam sebelum atau setelah mengonsumsi karbon aktif. Mengonsumsi karbon aktif dengan obat lain secara bersamaan dapat mengurangi kemampuan tubuh menyerap obat lain.

Hindari mencampur karbon aktif dengan sirup cokelat, es krim, atau serbat, karena dapat mengurangi efektivitas obat.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan karbon aktif dengan obat lain. Di antaranya adalah:

  • Mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap obat lain.
  • Mengurangi efektivitas obat methionine.

Efek Samping Karbon Aktif

Sama seperti obat pada umumnya, karbon aktif juga memiliki efek samping. Efek samping tersebut meliputi: