Kekurangan zinc sering kali tidak disadari, padahal mineral ini berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh, kesehatan kulit, dan proses pertumbuhan. Jika asupannya tidak mencukupi, tubuh bisa menjadi lebih rentan terhadap infeksi, mengalami berbagai masalah kulit, hingga mengalami gangguan pertumbuhan.

Zinc (seng) adalah mineral esensial yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, tetapi memiliki peran yang sangat penting. Mineral ini berfungsi untuk menjaga sistem imun, membantu proses penyembuhan luka, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan, terutama pada anak.

Kekurangan Zinc, Kenali Dampak dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Kebutuhan zinc harian umumnya dapat dipenuhi melalui konsumsi makanan, seperti daging merah, ikan, kerang, dan kacang-kacangan. Namun, kekurangan zinc tetap bisa terjadi, terutama jika pola makan sehari-hari kurang mengandung sumber mineral ini.

Risiko kekurangan zinc juga lebih tinggi pada pasien dengan masalah pencernaan kronis, ibu hamil dan menyusui yang kebutuhannya meningkat, serta lansia yang kemampuan tubuhnya dalam menyerap zinc sudah menurun.

Jika dibiarkan terus-menerus, kekurangan zinc bisa menurunkan daya tahan tubuh, memperlambat pertumbuhan, hingga menyebabkan komplikasi kesehatan lain yang lebih serius.

Tanda dan Dampak Kekurangan Zinc

Kekurangan zinc dapat menimbulkan berbagai gejala yang sering kali tidak disadari. Berikut penjelasan lebih rinci mengenai tanda-tanda dan dampak kekurangan zinc yang perlu Anda waspadai:

1. Sering sakit atau infeksi berulang

Zinc memiliki peran penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Kekurangan mineral ini dapat mengganggu produksi dan fungsi sel-sel imun, seperti sel T dan neutrofil, sehingga respons tubuh terhadap infeksi menjadi tidak optimal.

Akibatnya, tubuh lebih rentan terserang kuman, virus, maupun bakteri. Kondisi ini biasanya ditandai dengan frekuensi batuk, pilek, atau infeksi saluran pernapasan yang lebih sering dari biasanya. Pada anak-anak, kekurangan zinc juga dapat meningkatkan risiko diare serta berbagai infeksi lainnya.

2. Luka sulit sembuh

Proses penyembuhan luka sangat bergantung pada kemampuan tubuh dalam memperbaiki dan meregenerasi jaringan. Dalam hal ini, zinc berperan penting karena membantu pembentukan kolagen, yaitu protein utama yang menyusun kulit dan jaringan tubuh.

Jika asupan zinc tidak mencukupi, produksi kolagen dapat terganggu sehingga luka, goresan, atau borok membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Pada kondisi yang lebih berat, luka yang tidak kunjung membaik juga berisiko mengalami infeksi.

3. Gangguan pertumbuhan pada anak

Zinc merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan pertumbuhan fisik anak terhambat, misalnya tinggi badan yang bertambah lebih lambat atau berat badan yang sulit naik sesuai usianya.

Selain itu, kekurangan zinc juga dapat memengaruhi perkembangan organ serta fungsi kognitif anak. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi berdampak pada kualitas hidup dan kemampuan anak di masa depan.

4. Gangguan nafsu makan

Zinc berperan dalam mengatur rasa lapar serta aktivitas hormon yang memengaruhi nafsu makan. Ketika kadar zinc dalam tubuh rendah, seseorang dapat mengalami penurunan selera makan, sehingga asupan nutrisi harian ikut berkurang.

Kondisi ini dapat memicu efek berantai, yaitu semakin sedikit makanan yang dikonsumsi, semakin besar risiko kekurangan gizi, termasuk zinc, sehingga kebutuhan nutrisi harian menjadi semakin sulit terpenuhi.

5. Masalah kulit dan rambut

Kekurangan zinc dapat memicu berbagai keluhan pada kulit dan rambut. Kulit bisa menjadi lebih kering, mudah iritasi, atau muncul ruam kemerahan, terutama di area wajah, siku, dan sekitar mulut.

Selain itu, rambut juga dapat mengalami kerontokan yang lebih banyak dari biasanya. Kondisi ini terjadi karena zinc berperan penting dalam proses perbaikan jaringan kulit serta mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.

6. Gangguan indera perasa dan penciuman

Zinc berperan penting dalam mendukung fungsi saraf yang berkaitan dengan kemampuan mencium bau (penciuman) dan merasakan cita rasa (perasa). Kekurangan mineral ini dapat menurunkan sensitivitas indera tersebut, sehingga makanan terasa hambar atau hidung kesulitan membedakan aroma.

Keluhan ini sering membuat penderitanya semakin kehilangan selera makan, terutama jika disertai gangguan pada permukaan lidah atau rongga mulut.

7. Sariawan atau luka di mulut

Munculnya sariawan, luka, atau iritasi di rongga mulut, terutama di sudut bibir atau bagian dalam pipi, dapat menjadi tanda kekurangan zinc. Luka kecil yang tidak kunjung sembuh ini juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti makan dan berbicara.

8. Gangguan fungsi reproduksi

Pada orang dewasa, zinc berperan penting dalam menjaga kesehatan organ reproduksi serta keseimbangan hormon. Kekurangan mineral ini dapat berdampak pada fungsi reproduksi, baik pada pria maupun wanita.

Pada pria, kekurangan zinc dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma, sehingga berpotensi mengurangi kesuburan. Sementara pada wanita, kekurangan zinc dapat memengaruhi siklus menstruasi serta kesehatan sel telur.

Cara Memenuhi Kebutuhan Zinc Setiap Hari

Meskipun jarang menyebabkan komplikasi fatal secara langsung, kekurangan zinc yang tidak ditangani dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Pada anak-anak, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan serta menurunkan daya tahan tubuh.

Pada ibu hamil dan menyusui, kekurangan zinc berisiko mengganggu perkembangan janin, meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, serta memengaruhi kualitas ASI. Sementara itu, pada lansia, kekurangan zinc dapat memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.

Untuk mencegah kekurangan zinc, penting memastikan asupan harian mengandung sumber mineral ini, seperti:

  • Daging sapi, kambing, atau ayam
  • Ikan dan makanan laut, seperti kerang
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian, misalnya kacang merah, kacang tanah, dan biji labu
  • Produk olahan susu, seperti keju dan yoghurt
  • Telur

Perlu diingat, penyerapan zinc dari sumber nabati cenderung lebih rendah karena adanya zat penghambat, seperti fitat. Oleh karena itu, orang yang menjalani pola makan vegan atau vegetarian memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan zinc dan sebaiknya memperhatikan variasi makanan atau cara pengolahan yang tepat.

Jika diperlukan, suplemen zinc dapat menjadi pilihan, tetapi penggunaannya sebaiknya sesuai anjuran dokter atau ahli gizi untuk menghindari efek samping, seperti mual atau gangguan penyerapan mineral lain.

Segera Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala, seperti sering sakit, gangguan pertumbuhan, atau luka yang sulit sembuh. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah kekurangan zinc berlangsung lama serta menjaga kesehatan secara optimal.