Vegan adalah gaya hidup yang menghindari konsumsi maupun penggunaan semua produk yang berasal dari hewan, baik makanan maupun non-makanan. Gaya hidup ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dan lingkungan, asalkan dijalani dengan strategi yang tepat.

Penerapan gaya hidup vegan semakin digemari di Indonesia, khususnya di kalangan anak muda dan keluarga muda. Pola hidup ini kerap dipilih karena dianggap lebih sehat, ramah lingkungan, serta memiliki nilai etis tertentu.

Vegan, Cara Menjalani Gaya Hidup Tanpa Produk Hewani - Alodokter

Mengenal Vegan

Dalam praktiknya, pola hidup vegan mencakup pemilihan bahan pangan berbasis nabati. Berbeda dengan vegetarian, vegan tidak hanya membatasi konsumsi daging, ikan, dan unggas, tetapi juga tidak mengonsumsi produk turunan hewan, seperti telur, susu, dan madu.

Selain itu, sebagian pelaku vegan juga menghindari penggunaan barang non-makanan berbahan hewani, seperti pakaian dari kulit atau wol serta kosmetik yang diuji pada hewan.

Orang memilih gaya hidup vegan karena berbagai alasan. Bisa karena pertimbangan kesehatan, kepedulian terhadap kesejahteraan hewan, atau isu lingkungan. Namun, ada pula yang menjalani vegan sebagai bentuk preferensi pribadi tanpa tujuan tertentu.

Karena pembatasannya cukup luas, penerapan gaya hidup vegan perlu dilakukan dengan perhatian khusus, terutama dalam memastikan kecukupan nutrisi dan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Manfaat Gaya Hidup Vegan

Jika direncanakan dengan baik, gaya hidup vegan dapat memberikan sejumlah manfaat berikut:

1. Menurunkan risiko penyakit jantung

Pola makan nabati umumnya tinggi serat dan rendah lemak jenuh. Kombinasi ini membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap stabil, sehingga risiko penyakit jantung dapat berkurang.

2. Mengontrol berat badan

Makanan vegan cenderung lebih rendah kalori dan tinggi serat, sehingga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Hal ini dapat membantu menjaga indeks massa tubuh (IMT) tetap dalam kisaran sehat.

3. Mengurangi risiko diabetes tipe 2

Konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian utuh yang kaya serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Hal ini membuat kadar gula darah lebih stabil dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga risiko terjadinya diabetes tipe 2 dapat berkurang.

4. Mendukung sistem pencernaan menjadi lebih lancar

Asupan serat yang tinggi dari pola makan vegan membantu meningkatkan volume feses dan merangsang pergerakan usus. Dengan demikian, proses pencernaan menjadi lebih lancar dan risiko sembelit dapat diminimalkan.

5. Menurunkan risiko kanker tertentu

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan berbasis nabati dapat dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu, seperti kanker kolorektal, karena kandungan serat, antioksidan, dan fitonutrien yang tinggi.

Risiko dan Tantangan Gaya Hidup Vegan

Menerapkan gaya hidup vegan memang memiliki banyak manfaat, tetapi ada beberapa risiko dan tantangan yang perlu diperhatikan, terutama terkait asupan nutrisi dan kemudahan akses produk vegan di Indonesia.

Berikut beberapa risiko yang sebaiknya diperhatikan:

1. Kekurangan vitamin B12

Vitamin B12 hampir tidak tersedia secara alami pada tumbuhan, sehingga orang yang menjalani pola makan vegan sangat berisiko kekurangan nutrisi ini. Untuk mencegah defisiensi, diperlukan konsumsi suplemen atau makanan yang telah difortifikasi secara rutin.

2. Asupan zat besi dan zinc yang lebih rendah

Tanpa perencanaan yang tepat, asupan zat besi dan zinc dari sumber nabati bisa tidak mencukupi kebutuhan harian. Oleh karena itu, penting untuk memperbanyak konsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau yang kaya zat besi dan zinc.

3. Kekurangan kalsium dan vitamin D

Risiko kekurangan kalsium dan vitamin D meningkat jika tidak mengonsumsi susu nabati atau produk yang telah difortifikasi. Kedua nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan tulang dan fungsi tubuh secara keseluruhan.

4. Kekurangan protein nabati

Protein dari sumber nabati harus dipenuhi melalui variasi makanan seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, biji-bijian, dan pangan lokal berbasis nabati. Memastikan asupan protein yang cukup membantu menjaga massa otot dan mendukung fungsi tubuh yang optimal.

5. Tantangan dalam pemilihan produk non-makanan

Beberapa produk non-makanan, seperti kosmetik atau pakaian, bisa mengandung unsur hewani. Vegan perlu lebih teliti dan memiliki pengetahuan tambahan untuk memastikan produk yang digunakan sesuai dengan prinsip gaya hidup mereka.

Tips Aman Memulai Gaya Hidup Vegan

Untuk mendapatkan manfaat gaya hidup vegan dan terhindari dari risikonya, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Variasikan pilihan makanan nabati setiap hari

Kombinasikan sumber protein seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian dalam menu harian. Lengkapi dengan sayur dan buah beragam warna, serta pilih susu nabati, seperti susu kedelai, almond, atau oat yang telah difortifikasi kalsium dan vitamin D.

Selain itu, pertimbangkan konsumsi makanan fortifikasi atau suplemen untuk vitamin B12 dan omega-3 sesuai anjuran dokter.

2. Perhatikan label makanan dan produk sehari-hari

Biasakan membaca komposisi pada kemasan makanan, kosmetik, pakaian, dan produk rumah tangga untuk memastikan tidak mengandung bahan turunan hewan. Langkah sederhana ini membantu menghindari penggunaan produk hewani yang tidak disadari.

3. Pilih produk dengan label vegan atau cruelty-free

Untuk kosmetik, skincare, dan perlengkapan rumah tangga, pilih produk yang mencantumkan label vegan certified atau cruelty-free. Produk dengan label ini umumnya lebih mudah ditemukan di toko modern dan platform belanja online di Indonesia.

4. Bergabung dengan komunitas vegan 

Bergabung dengan komunitas vegan dapat membantu mendapatkan ide menu, rekomendasi produk terjangkau, serta dukungan saat beradaptasi dengan pola hidup baru. Banyak komunitas vegan aktif berbagi informasi melalui media sosial.

5. Konsultasi dengan dokter

Sebelum menjalani gaya hidup vegan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi. Langkah ini penting, terutama bagi ibu hamil atau menyusui, serta orang tua yang ingin menerapkan pola makan vegan pada anak, agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

Tidak semua orang cocok dengan pola makan vegan. Jika Anda merasa lemas, berat badan turun drastis, atau sering sakit setelah menjalani diet vegan, segera evaluasi pola makan dan konsultasikan dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar gaya hidup vegan atau ingin memastikan kecukupan nutrisi, konsultasikan dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dokter akan membantu memberikan rekomendasi yang tepat sesuai kondisi kesehatan Anda.