Ahli gizi adalah tenaga spesialis yang bertugas memberikan saran dan informasi kepada pasien tentang penatalaksanaan gizi dan masalah kesehatan, terlibat dalam diagnosis dan pengobatan masalah kesehatan yang terkait gizi dan nutrisi.

Ahli gizi merupakan profesi khusus, yakni orang yang mengabdikan diri dalam bidang gizi serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui suatu pendidikan khusus di bidang gizi. Ahli gizi sangat penting terutama dalam mengatur gizi pada kelompok khusus, termasuk penderita kanker, diabetes, penyakit ginjal, atau pada ibu hamil, juga masyarakat secara keseluruhan.

Seputar Ahli Gizi: Tugas dan Kondisi yang Memerlukan Konsultasi - Alodokter

Di Indonesia, ahli gizi adalah dokter spesialis gizi klinik atau SpGK. Untuk mencapai gelar tersebut, seseorang harus menempuh pendidikan kedokteran umum terlebih dahulu. Setelah lulus sebagai dokter umum, ia masih harus menempuh pendidikan ilmu gizi klinik selama 3 tahun dan lulus sebagai dokter spesialis gizi klinik. Di beberapa universitas, seorang dokter umum perlu pendidikan S2 magister gizi terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendidikan ilmu gizi klinik selama 3 tahun.

Tak hanya mempelajari bagaimana zat-zat gizi dicerna, diserap, digunakan, disimpan, dan dikeluarkan oleh tubuh, ilmu gizi klinik juga mempelajari tentang hubungan antara makanan dan zat-zat gizi dengan kesehatan serta penyakit-penyakit terkait gizi (nutrition–related diseases) baik akut maupun kronis. Selain itu, ilmu gizi juga mempelajari keterkaitannya dengan proses metabolisme, dalam aspek kesehatan preventif (pencegahan penyakit), kuratif, dan rehabilitatif.

Tugas dan Peran Ahli Gizi

Ahli gizi berperan penting dalam meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit pada individu dan masyarakat. Dalam melaksanakan pelayanan gizi, ahli gizi dapat menjalankan praktik pelayanan gizi baik secara mandiri, atau bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Bisa juga menjadi konsultan gizi dalam sebuah organisasi, komunitas, proyek bantuan atau amal, dan penelitian.

Dalam melaksanakan pelayanan gizi di fasilitas pelayanan kesehatan, ahli gizi terlibat dalam beberapa hal berikut ini:

  • Memberikan pelayanan konseling, edukasi gizi, dan tata cara diet.
  • Menentukan status gizi, faktor yang berpengaruh terhadap gangguan gizi, dan status gizi.
  • Menegakkan diagnosis penyakit terkait masalah gizi berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan penelusuran riwayat medis yang dilakukan.
  • Menentukan tujuan dan merencanakan intervensi gizi dengan menghitung kebutuhan zat gizi, bentuk makanan, jumlah serta pemberian makanan yang sesuai dengan kondisi pasien.
  • Merancang dan mengubah susunan diet, dan menerapkannya mulai dari perencanaan menu hingga saran penyajian makanan.
  • Melakukan penelitian dan pengembangan gizi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga menyelenggarakan administrasi pelayanan gizi.

Kondisi Kesehatan Khusus yang Memerlukan Ahli Gizi

Tak hanya membantu merencanakan pola dan menu makan terbaik untuk program diet atau penurunan berat badan serta tubuh yang lebih sehat, konsultasi ke ahli gizi mungkin perlu dilakukan oleh sekelompok orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti:

  • Diabetes
  • Kanker
  • Malnutrisi, baik karena gizi buruk ataupun obesitas
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Penyakit pada sistem pencernaan
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit ginjal dan hati
  • Kehamilan dan menyusui

Konsultasi pada Ahli Gizi

Dalam profesi tenaga gizi, ada ahli gizi ada pula ahli pola makan atau disebut dietisien. Tatalaksana gizi tak jarang melibatkan kerjasama antara dokter spesialis ahli gizi dan ahli pola makan dalam merencanakan pola makan yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Pada kunjungan pertama, ahli gizi akan akan memeriksa kondisi kesehatan umum dan menelusuri riwayat medis Anda, pola makan dan olahraga, serta informasi tentang obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Misalnya dalam kasus pasien diabetes, dokter ahli gizi akan memberikan semua informasi terkait penyakit diabetes saat sesi konsultasi, menjawab semua pertanyaan Anda terkait penyakit tersebut, serta memberi Anda dan keluarga saran untuk mengontrol penyakit tersebut baik berupa pola dan menu makan, jenis olahraga yang bisa Anda lakukan, hingga obat atau suplemen pendukung untuk mengontrol penyakit Anda.

Anda mungkin perlu melakukan hingga beberapa kali kunjungan setidaknya selama 6 bulan ke ahli gizi, tergantung pada kemajuan dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain sesi konsultasi, kembali kontrol ke ahli gizi untuk memonitor status gizi secara rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan juga merupakan langkah penting untuk mengevaluasi apakah terdapat perbaikan kondisi kesehatan dan status gizi setelah menjalani program perbaikan gizi.