Tubuh manusia membutuhkan protein, kalori, dan beragam nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsi tubuh. Jika hal ini tidak dipenuhi dengan baik, ada kemungkinan terjadi gizi buruk yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.

Gizi buruk tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga menjadi masalah di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara berkembang.

Dampak Gizi Buruk Terhadap Kesehatan dan Daya Tahan Tubuh - Alodokter

Dampak Gizi Buruk yang Mungkin Terjadi

Secara umum, gizi buruk merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia yang dapat menyebabkan kematian, khususnya pada anak-anak.

Gizi buruk pada anak juga sering dikaitkan dengan perkembangan mental yang buruk dan prestasi yang tidak optimal di sekolah. Namun, kondisi ini masih diperdebatkan dan butuh penelitian lebih lanjut.

Tidak hanya itu, penderita gizi buruk juga sangat berisiko mengalami efek fisiologis jangka panjang, seperti:

Mengenali Gejala Gizi Buruk

Tubuh manusia membutuhkan protein, kalori, dan beragam nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsi tubuh. Tanpa nutrisi yang memadai, maka otot dan tulang akan rapuh, serta kemungkinan mengalami gangguan dalam berpikir.

Gejala dari gizi buruk umumnya dapat dikenali dengan fisik yang semakin lemah, timbul gangguan perkembangan fisik dan mental, serta yang paling umum adalah berkurangnya daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit.

Beberapa gejala-gejala lain gizi buruk, yaitu:

Selain penting memahami gejala-gejala gizi buruk, perlu juga diketahui dua jenis gizi buruk yang paling umum beserta tanda-tandanya, yaitu:

  • Kwashiorkor
    Bentuk malnutrisi yang disebabkan kekurangan protein dalam makanan. Kondisi ini sering kali dialami oleh anak-anak. Beberapa gejalanya antara lain edema, atau bengkak karena retensi cairan, perut tampak menonjol, dan ketidakmampuan untuk tumbuh atau menambah berat badan.
  • Marasmus
    Bentuk malnutrisi yang sudah parah karena tidak hanya kekurangan protein, tetapi juga kalori, karbohidrat, maupun nutrisi lainnya. Gejalanya dapat Anda kenali seperti penurunan berat badan, dehidrasi, perut menyusut, dan diare kronis.

Cara Mengatasi dan Mencegah Gizi Buruk

Secara garis besar, setiap negara bertanggung jawab dalam memenuhi kecukupan gizi penduduknya, terutama balita dan anak-anak. Di Indonesia, upaya perbaikan gizi untuk perseorangan maupun masyarakat dilakukan melalui beberapa program, antara lain:

  • Perbaikan pola konsumsi makanan
  • Perbaikan perilaku sadar gizi
  • Peningkatan akses dan mutu pelayanan.

Pada pasien yang mengalami gizi buruk, tentu dibutuhkan penanganan dan perawatan dalam waktu yang tidak sebentar. Dokter akan menganjurkan pemberian asupan kalori melalui makanan kecil, atau bisa juga menambahkan suplemen protein cair jika memiliki masalah dalam mencerna makanan.

Cara untuk mencegah gizi buruk adalah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Mulai dari konsumsi buah dan sayuran, juga roti, nasi, atau kentang sebagai sumber karbohidrat. Kemudian, konsumsi sumber protein secara teratur, seperti susu dan produk olahan susu, daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.

Jangan anggap remeh kondisi gizi buruk, terutama pada anak-anak. Dampak gizi buruk dapat memengaruhi tumbuh kembang anak hingga masa dewasa nanti. Segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat.