Bayi susah makan memang menjadi problem yang kerap membuat orang tua bingung. Ada berbagai penyebab bayi susah makan yang penting diketahui, agar orang tua dapat mencari cara mengatasinya.

Sebenarnya ada saat-saat tertentu di mana bayi susah makan. Misalnya, saat bayi tumbuh gigi, nafsu makan sedang menurun, atau kemungkinan bayi memang susah makan. Anda harus sabar dalam menghadapinya dan berusaha memahami apa yang diinginkan bayi agar ia mau makan.

Kenali Penyebab Bayi Susah Makan - Alodokter

Berbagai Penyebab Bayi Susah Makan

Selain karena tumbuh gigi, ada kondisi lain yang bisa menyebabkan bayi sulit makan. Agar tidak menjadi beban pikiran, berikut hal-hal yang dapat menyebabkan bayi susah makan beserta cara mengatasinya:

  • Sariawan

Kondisi ini bisa membuat bagian dalam mulut terasa perih, sehingga Si Kecil enggan untuk makan. Ciri-ciri anak mengalami sariawan yaitu ada bulatan berwarna putih atau kuning di bagian dalam bibir, pipi, atau gusi. Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi pada bayi berusia 10 bulan ke bawah, tapi tetap mungkin dialami oleh bayi Anda.

Penyebab sariawan pada bayi termasuk cedera atau luka pada mulut misalnya akibat tergigit, selain itu juga bisa disebabkan oleh kekurangan vitamin, kurangnya asupan cairan, alergi makanan, terinfeksi virus, atau karena faktor keturunan.

Untuk meredakan keluhan, kompres sariawan dengan es batu guna meredakan rasa nyeri atau membuatnya mati rasa. Bisa juga dengan mengoleskan larutan yang terdiri dari air, garam, dan soda kue. Celupkan kapas pada larutan, lalu tempelkan pada sariawan sebanyak 3-4 kali sehari.

  • Menolak makanan baru

Bayi Anda mungkin merasa asing dengan rasa atau tekstur dari jenis makanan yang baru diperkenalkan, sehingga dia menolak mengonsumsinya. Coba berikan makanan yang tidak berbeda jauh dari makanan sebelumnya. Jika Si Kecil menyukai bubur wortel, coba perkenalkan makanan lain seperti bubur ubi manis kepadanya. Tampilan dan tekstur yang mirip bisa membantu bayi berkenalan dengan makanan baru tersebut.

Saat memperkenalkan bayi makanan baru, berikan dalam porsi yang kecil, sedikit demi sedikit. Jika dia menolak, jangan dipaksa. Perkenalkan kembali makanan baru tersebut di lain waktu. Hindari pula terlalu sering memberikan jenis makanan baru yang berbeda-beda. Biarkan anak terbiasa pada satu jenis tekstur dan rasa makanan, kemudian beralih ke jenis makanan lainnya secara bertahap.

  • Refluks gastroesofagus (GERD)

Kondisi ini membuat bayi mengeluarkan isi lambungnya. Meski begitu, GERD berbeda dengan muntah biasa. Ciri-ciri bayi mengalami GERD yaitu menangis, rewel berlebihan, bahkan sampai sulit tidur, lesu, serta pertumbuhan tidak seperti bayi-bayi lain seusianya. Kondisi ini bisa dibarengi oleh esofagitis (peradangan pada dinding esofagus) atau tidak. Esofagitis bisa membuat bayi sakit saat menelan, sehingga dia memilih untuk tidak makan.

Cara mengatasi bayi susah makan karena kondisi ini, mungkin dengan menjaga posisi bayi agar tetap tegak setelah makan, selama 30 menit. Hindari memberinya makanan dalam porsi besar. Jauhkan pula dia dari asap rokok. Jika cara di atas tidak efektif, bawalah ke dokter untuk diberi pengobatan bila diperlukan.

Selain itu, bayi susah makan juga dapat disebabkan bayi masih kenyang, lelah, atau sakit. Jika hal ini yang terjadi, tidak perlu khawatir. Umumnya setelah kondisi fisiknya telah pulih, saat merasa lapar, bayi akan kembali makan.

Pastikan makanan yang diberikan kepada Si Kecil sesuai dengan jenis makanan yang dianjurkan untuk usianya. Meski bayi mengalami susah makan, jangan berikan makanan mengandung MSG hanya demi meningkatkan nafsu makannya. Lebih disarankan untuk berkonsultasi ke dokter, jika bayi terus menerus mengalami susah makan meski berbagai macam cara telah dilakukan.