Ada berbagai pilihan obat kudis di apotek yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit ini. Obat tersebut memiliki kandungan dan fungsi yang berbeda-beda, mulai dari mengurangi rasa gatal hingga membunuh tungau penyebab kudis.

Kudis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut berdiam dan bertelur tepat di bawah permukaan kulit.

Kenali 5 Obat Kudis di Apotek - Alodokter

Kondisi ini bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Ruam gatal, terutama saat malam hari, yang muncul di lipatan tubuh, sela-sela jari, pergelangan tangan, pinggang, kemaluan, hingga dada
  • Benjolan menyerupai jerawat yang membentuk garis

Kudis dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit, pakaian, atau perlengkapan tidur yang pernah digunakan oleh penderitanya. Meski demikian, kudis dapat diobati menggunakan obat kudis di apotek.

Beragam Obat Kudis di Apotek

Berikut ini adalah beberapa obat kudis di apotek:

1. Krim permetrin

Permetrin merupakan obat yang paling umum digunakan untuk mengatasi kudis. Obat ini bekerja dengan cara membunuh tungau penyebab kudis beserta telurnya. Obat kudis di apotek ini aman digunakan oleh orang dewasa, wanita yang sedang hamil atau menyusui, dan anak-anak yang berusia lebih dari 2 bulan.

Sebelum menggunakannya, pastikan kulit dalam kondisi kering dan bersih. Setelah itu baru oleskan krim permetrin 5% ke seluruh tubuh dan diamkan selama 8–14 jam. Lalu, bersihkan menggunakan air.

Penggunaan krim permetrin untuk orang dewasa dan anak-anak yang berusia lebih dari 2 bulan adalah sebanyak 1 kali dalam sehari.

2. Krim krotamiton

Obat kudis di apotek ini berguna untuk mengobati infeksi kudis sekaligus meredakan gatal. Untuk mengobati kudis, oleskan krim krotamiton 10 % secukupnya hingga menutupi permukaan kulit yang terkena kudis.

Untuk orang dewasa, gunakan krim krotamiton sebanyak 2 kali dengan jeda di antara keduanya selama 24 jam. Pada kasus kudis yang parah, pengobatan dapat diulang setelah 1 minggu.

3. Sulfur presipitatum

Salep sulfur 6% dapat digunakan untuk mengobati kudis dengan cara dioleskan ke seluruh tubuh setiap malam selama 3 hari. Obat kudis di apotek ini aman digunakan oleh semua orang. Sayangnya, obat ini dapat menimbulkan bau tidak sedap dan meninggalkan noda pada baju.

4. Antihistamin oral

Antihistamin merupakan obat yang dapat membantu menghilangkan rasa gatal. Namun, obat kudis di apotek ini tidak dianjurkan untuk digunakan oleh ibu hamil karena dapat menimbulkan kecacatan pada bayi.

Selain itu, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi antihistamin.

5. Losion kalamin

Losion kalamin adalah jenis obat kudis di apotek yang dapat membantu meringankan gatal. Obat gudik di apotek ini aman digunakan oleh anak-anak yang berusia lebih dari 2 tahun hingga lansia.

Sebelum menggunakannya, kocok botol losion kalamin hingga tercampur rata kemudian tuang ke kapas secukupnya. Lalu, oleskan losion ke kulit yang gatal. Obat kudis di apotek ini dapat digunakan sesering mungkin.

Tidak hanya menggunakan obat kudis di apotek, menempelkan kompres dingin menggunakan kain yang telah dibasahi air juga efektif untuk mengurangi rasa gatal akibat kudis.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk membersihkan semua pakaian dan tempat tidur yang digunakan oleh penderita kudis dengan menggunakan air panas. Hal ini dilakukan untuk membunuh tungau atau telur penyebab kudis dan mencegah penularannya.

Kudis yang digaruk hingga menimbulkan luka juga dapat menyebabkan infeksi kulit sekunder. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya bisul, selulitis, atau peradangan pada saluran limfe (limfangitis).

Jika sudah menggunakan obat kudis di apotek tetapi keluhan tidak kunjung membaik, konsultasikanlah kondisi ini ke dokter untuk mendapatkan penanganan.