Sering Kentut? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya di Sini

Pernah mengalami situasi yang sedang serius, tapi kemudian dibuyarkan oleh bau kentut? Meski kentut adalah hal yang normal, namun tetap wajib diantisipasi agar tidak berujung kepada rasa malu.

Kentut atau buang gas adalah kondisi yang pasti dialami oleh semua orang. Gas yang dikeluarkan sebenarnya berasal dari usus besar, yang merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan. Selain kentut, adanya gas di dalam saluran pencernaan juga dapat menyebabkan sendawa.

kenapa bisa kentut coba baca di sini - alodokter

Kenapa Bisa Terjadi Kentut?

Frekuensi kentut setiap orang berbeda-beda, tetapi rata-rata orang akan kentut sebanyak 13 hingga 20 kali setiap hari. Sering kentut sendiri bisa terjadi karena beberapa hal berikut:

  • Bakteri usus
    Salah satu penyebab munculnya gas di dalam sistem pencernaan adalah hasil kerja bakteri dalam menguraikan sisa-sisa makanan yang belum tercerna secara sempurna.
  • Menelan udara
    Tiap saat udara dapat tertelan, misalnya saat mengunyah makanan atau merokok. Mengunyah permen karet juga sering menyebabkan masuknya udara ke saluran cerna.
  • Pengaruh proses pencernaan
    Masalah pada sistem pencernaan atau proses mencerna makanan akan menyebabkan makin banyak sisa makanan yang mencapai usus. Jika sampai di tempat ini, maka bakteri usus akan menguraikannya. Proses penguraian tersebut akan menghasilkan gas.Mengunyah makanan terburu-buru bisa membuat makanan tidak tercerna maksimal sehingga menghasilkan banyak sisa makanan. Beberapa kondisi medis lain, seperti intoleransi laktosa, gangguan pankreas, dan penyakit celiac bisa membuat pencernaan menjadi tidak optimal sehingga terjadi penumpukan gas.

Makanan yang Dapat Memperparah Kentut

Meski pencernaan Anda bekerja dengan baik, kentut dengan frekuensi berlebihan tetap bisa terjadi. Hal ini biasanya terkait dengan jenis makanan yang masuk ke tubuh. Agar kentut tidak terlalu sering menginterupsi kegiatan penting Anda, maka hindarilah atau kurangilah konsumsi beberapa makanan dengan kandungan berikut ini.

  • Sorbitol
    Ada beberapa jenis buah yang mengandung sorbitol. Sorbitol adalah gula yang lebih lambat untuk dicerna oleh tubuh, dan sisa-sisa dari sorbitol biasanya dijadikan bahan fermentasi oleh bakteri usus. Proses fermentasi inilah yang kemudian memproduksi gas di dalam saluran cerna.Beberapa buah-buahan yang mengandung sorbitol, antara lain apel, pir, plum, dan persik. Sebagian makanan juga banyak yang dibubuhi sorbitol sebagai pemanis alami, seperti permen dan permen karet.
  • Fruktosa dan rafinosa
    Selain sorbitol, jenis gula yang bisa menyebabkan munculnya gas berlebih di dalam usus besar adalah fruktosa dan rafinosa. Keduanya termasuk jenis gula kompleks yang termasuk sulit untuk dicerna tubuh dan dapat ditemukan dalam sayuran. Sebagian sayuran yang mengandung gula jenis ini, misalnya bawang yang kaya akan fruktosa, sementara kubis, brokoli, dan asparagus banyak mengandung rafinosa.Selain beberapa sayuran, rafinosa juga bisa ditemukan dalam beberapa jenis kacang-kacangan.  Di samping rafinosa, kacang-kacangan juga mengandung serat yang larut di dalam air dan proses pencernaannya di dalam usus terbilang lambat. Karena ini jugalah, produksi kentut bisa meningkat.

    Fruktosa juga bisa ditemukan dalam minuman berkarbonasi sebagai pemanis. Selain mengandung fruktosa, kandungan gas dalam minuman berkarbonasi dapat pula menyebabkan produksi gas berlebih.

  • Karbohidrat
    Beberapa jenis makanan berbahan tepung biasanya berkarbohidrat tinggi. Kandungan karbohidrat yang tinggi dalam makanan akan menghasilkan banyak gas selama proses pencernaan. Beberapa makanan berbahan tepung yang kaya karbohidrat, seperti roti, sereal, dan pasta, sering menyebabkan gas atau kentut berlebih. Makanan berkarbohidrat lainnya yang bisa menyebabkan gas berlebih adalah jagung dan kentang. Makanan berkarbohidrat lainnya yang bisa menyebabkan gas berlebih adalah jagung dan kentang. Walau berkarbohidrat tinggi, nasi tidak menyebabkan gas berlebihan dalam sistem pencernaan.
  • Laktosa
    Semua produk susu bisa menyebabkan produksi gas berlebih karena mengandung laktosa. Sebagaimana gula kompleks lainnya, laktosa juga lambat saat dicerna, terutama jika tubuh kekurangan enzim laktase.Beberapa makanan kaya akan laktosa adalah keju, es krim, dan semua makanan yang mengandung susu. Jika Anda memiliki kondisi intoleran terhadap laktosa, jauhi jenis produk-produk olahan susu tersebut.

Bagaimana Cara Mengurangi Kentut?

Selain menghindari makanan yang bisa menyebabkan produksi gas berlebih, beberapa tindakan berikut ini bisa mengurangi frekuensi kentut sehingga Anda terhindar dari hal memalukan dan mengganggu.

  • Makan secara perlahan-lahan
    Mengunyah makanan dengan perlahan-lahan dapat mengurangi banyaknya udara yang masuk ke dalam sistem pencernaan tubuh. Mengunyah dengan pelan juga membuat makanan menjadi lebih lembut, sehingga lebih mudah dicerna secara sempurna.
  • Olahraga
    Berolahraga tentu saja sangat baik dalam memperbaiki metabolisme tubuh, termasuk sistem pencernaan. Bergerak sesudah makan juga membantu menjadikan sistem pencernaan lebih aktif.

Menghindari makanan yang memicu produksi gas berlebih dan melakukan tindakan pencegahan di atas bukan saja membuat aktivitas tidak terganggu oleh kentut, namun juga membuat pencernaan Anda menjadi nyaman.

Namun jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika terdapat gejala lain yang menyertai keluhan sering kentut, seperti konstipasi, diare, terdapat darah pada tinja, perut kembung yang tidak membaik dengan pengobatan, atau penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi