Fruktosa merupakan salah satu jenis gula yang banyak ditemukan pada makanan atau minuman sehari-hari, termasuk minuman kemasan, roti atau kue manis. Meski manfaatnya sebagai pemanis di lidah, namun efek fruktosa tidak selamanya baik untuk tubuh.

Fruktosa alami dapat ditemukan dari beberapa jenis buah, sayur dan juga madu. Sedangkan fruktosa untuk keperluan komersil biasa diperoleh dari tebu, bit, dan jagung. Fruktosa yang sudah melalui proses kimia, memiliki tekstur seperti kristal padat, berwarna putih, tidak berbau, sangat manis, dan larut air.

Efek Fruktosa Tidak Semanis Rasanya - Alodokter

Risiko Gangguan Pencernaan

Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam menyerap fruktosa. Kondisi ini dikenal dengan malabsorbsi fruktosa. Hal ini terjadi lantaran usus kecil tidak mampu menyerap fruktosa, sehingga, kandungan ini terkumpul pada saluran cerna. Beberapa gejala yang sering dikeluhkan antara lain gangguan pencernaan, seperti sakit perut, diare, mual, perut kembung, dan muntah.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai malabsorbsi fruktosa masih rendah. Pada orang yang memiliki riwayat penyakit saluran cerna, gangguan penyerapan fruktosa dapat menimbulkan gejala penyakit seperti penyakit celiac dan radang usus.

Sebaliknya, kelebihan konsumsi fruktosa diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena beberapa penyakit, yaitu obesitas, resistensi insulin, serta naiknya tingkat kolesterol LDL, asam urat, dan trigliserida. Efek fruktosa juga dikaitkan dengan risiko sindrom metabolik, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Jika dibandingkan dengan pemanis lainnya, seperti sukrosa atau glukosa, fruktosa terbukti lebih berbahaya. Selain dapat menyebabkan berbagai penyakit di atas, fruktosa juga mampu meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Membatasi Asupan Fruktosa

Bagi Anda yang mengalami malabsorbsi fruktosa, maka penting untuk mambatasi asupan yang mengandung fruktosa. Beberapa jenis buah dan sayur yang tinggi kandungan fruktosa antara lain:

  • Apel
  • Anggur
  • Semangka
  • Pisang
  • Stroberi
  • Bluberi
  • Alpukat
  • Asparagus
  • Wortel
  • Buncis
  • Selada

Untuk makanan atau minuman yang diproses maka dianjurkan membaca label kemasan terlebih dahulu. Selain ditulis fruktosa pada kemasan, pemanis ini juga bisa ditemukan pada sirup jagung tinggi fruktosa, sirup agave, madu, gula invert, sirup mapel, molase, gula palem atau gula kelapa.

Namun, jangan buru-buru menganggap diri Anda mengalami malabsorbsi fruktosa ketika mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan di atas. Untuk memastikan, Anda perlu menemui dokter untuk menjalani pemeriksaan.

Jangan berlebihan dalam mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi fruktosa atau pemanis lain, untuk menghindari efek pemanis yang tidak selalu baik bagi kesehatan. Konsultasikan dengan dokter gizi untuk informasi lebih lanjut mengenai pemanis buatan dan alami, apabila Anda berisiko menderita diabetes.