Kadar kolesterol dapat diukur dengan tes kolesterol menggunakan sampel darah. Sampel darah tersebut nantinya akan dipakai untuk menentukan tingkat kolesterol total, di dalam darah. Sebelum melakukan tes, biasanya pasien akan diminta untuk tidak makan selama 10-12 jam. Tujuannya agar hasil tes tidak terpengaruh oleh makanan yang masih dicerna.

Pemeriksaan kolesterol ini terutama ditujukan orang yang memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Berusia di atas 40 tahun.
  • Menderita diabetes atau tekanan darah tinggi.
  • Kelebihan berat badan atauobesitas.
  • Menderita stroke, penyakit arteri perifer, atau penyakit jantung koroner.
  • Memiliki penyakit lain, seperti penyakit ginjal, pankreatitis, atau hipotiroidisme. Penyakit-penyakit tersebut dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol.
  • Memiliki keluarga dekat yang memiliki gangguan kesehatan terkait kolesterol, misalnyafamilial hypercholesterolaemia.
  • Memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah di usia muda (misalnya ayah atau saudara laki-laki yang terkena stroke atau penyakit jantung di bawah usia 55 tahun, dan ibu atau saudara perempuan yang terkena penyakit tersebut di bawah usia 65 tahun).

Kadar kolesterol total dalam darah diukur dengan satuan yang disebut miligram per desiliter, atau biasa disingkat dengan mg/dL. Bagi orang dewasa yang sehat, tingkat kolesterol total yang disarankan adalah 200 mg/dL atau kurang. Sementara kadar kolesterol jahat (LDL) yang ideal adalah kurang dari 100 mg/dL dan kadar ideal kolesterol baik adalah lebih dari 60 mg/dL. Selain memeriksa kadar kolesterol, kadar trigliserida juga akan diperiksa. Kadar trigliserida yang disarankan adalah di bawah 150 mg/dL.

Setelah pemeriksaan selesai dan hasilnya didapat, maka dokter akan menjelaskan kepada pasien dan menyimpulkan apakah pasien tersebut memiliki risiko rendah, menengah, atau tinggi untuk terkena penyakit kardiovaskular, seperti penyakit stroke atau penyakit jantung koroner dalam kurun waktu 10 tahun. Kesimpulan tersebut tidak hanya didasarkan pada hasil tes kolesterol, namun juga indeks massa tubuh, usia, serta adanya penyakit lain, seperti diabetes atau hipertensi.