Untuk kolesterol tinggi, biasanya dokter akan terlebih dahulu menyarankan pola makan sehat, berhenti merokok atau mengonsumsi alkohol, serta rutin berolahraga. Secara keseluruhan, konsumsi lemak jenuh harus di bawah 30 gram per hari untuk pria, dan tidak boleh lebih dari 20 gram per hari untuk wanita.

Bagi penderita kadar trigliserida tinggi, disarankan mengonsumsi omega-3 paling tidak 2 kapsul setiap minggu. Namun, konsumsi omega-3 untuk trigliserida tinggi juga masih mememerlukan penelitian lebih lanjut.

Pemberian obat

Jika dalam beberapa bulan kolesterol tidak kunjung turun, meski Anda sudah mempraktikkan gaya hidup sehat, maka dokter dapat menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat penurun kolesterol.

Ada beberapa jenis obat penurun kolesterol dengan fungsi yang berbeda-beda. Salah satu obat penurun kadar kolesterol dalam darah yang bisa diresepkan oleh dokter adalah obat golongan statin yang menghambat enzim dalam hati untuk membentuk kolesterol.

Beberapa jenis obat statin yang dapat diberikan dokter adalah simvastatin, atorvastatin, atau rosuvastatin. Namun ada sebagian orang yang intoleran terhadap statin dan mengalami efek samping setelah mengonsumsi obat tersebut, antara lain sakit maag, nyeri otot, serta sakit kepala. Statin bisa dikombinasikan dengan ezetimibe yang menghambat penyerapan kolesterol dari makanan dan cairan empedu dalam usus. Namun bagi penderita kolesterol tinggi yang tidak bisa mengonsumsi statin karena efek sampingnya, maka ezetimibe dapat dikonsumsi tanpa statin.

Obat lain yang dapat diberikan pada penderita kolesterol tinggi adalah obat pengikat asam empedu. Kolesterol digunakan dalam pembuatan asam empedu, yang dibutuhkan untuk mencerna makanan. Apabila asam empedu diikat, tubuh akan menggunakan kolesterol berlebih untuk membentuk lebih banyak asam empedu, sehingga kadar kolesterol dalam darah akan berkurang. Contoh obat penghambat asam empedu adalah cholestyramine.

Untuk menurunkan kadar trigliserida yang tinggi, dokter dapat memberi fibrate dan niacin. Fibrate menunurunkan kerja hati dalam memproduksi lipoprotein dengan kepadatan sangat rendah, sehingga menurunkan kadar trigliserida. Sedangkan niacin menghambat kemampuan hati memproduksi kolesterol jahat. Saat ini, niacin hanya direkomendasikan untuk orang-orang yang tidak bisa mengonsumsi statin. Pengobatan lain yang dapat menurunkan kadar trigliserida adalah suplemen asam lemak omega-3 yang dapat dibeli secara bebas.

Selain obat-obatan penurun kolesterol, aspirin dapat diberikan pada pasien berusia di atas 40 tahun untuk menurunkan risiko penyakit aterosklerosis. Konsumsi aspirin bisa dimulai dalam dosis rendah, dan penderita dianjurkan melakukan tes darah secara berkala untuk memantau fungsi ginjal.