Banyak faktor yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi, salah satunya adalah gaya hidup. Berikut ini adalah hal-hal yang dikategorikan sebagai gaya hidup tidak sehat yang dapat memicu peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah:

  • Kebiasaan  mengonsumsi makanan yang tidak sehat, yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi. Contohnya kuning telur, mentega, biskuit, keju, krim, atau santan.
  • Kurang berolahraga atau beraktivitas. Kondisi ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
  • Kebiasaan merokok. Dalam rokok, ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas HDL atau kolesterol baik untuk mengangkut timbunan lemak dari tubuh menuju hati untuk dibuang. Akibatnya, bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol. Kebisaan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam darah.
  • Obesitas. Seseorang dinyatakan mengalami obesitas saat memiliki indeks massa tubuh di atas 30 (kg/m2), sedangkan ukuran lingkar pinggang dikatakan berlebih saat melewati 102 cm pada laki-laki atau 89 cm pada wanita. Kondisi ini cenderung meningkatkan kadar kolesterol LDL dan trigleserida, serta menurunkan kadar kolesterol HDL.
  • Memiliki penyakit tertentu, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme), penyakit liver, dan penyakit ginjal. Mengobati kondisi tersebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
  • Pertambahan usia. Saat usia tua, risiko kolesterol tinggi yang memicu arterosklerosis juga semakin besar.

Kondisi lain yang dapat meningkatkan kadar kolesterol adalah faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga. Kolesterol tinggi yang disebabkan kondisi genetik (keturunan) disebut dengan familial hypercholesterolaemia (FH). Kadar kolesterol penderitanya akan tetap tinggi, meski telah mengonsumsi makanan sehat. Satu dari lima ratus orang mewarisi kondisi ini dari orang tua. Selain itu, memiliki keluarga dengan riwayat kolesterol tinggi juga dapat membuat seseorang lebih berisiko memiliki kadar kolesterol tinggi, meskipun bukan dalam bentuk FH.