Terlepas dari rasanya yang pahit, pare telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia. Buah bercita rasa pahit ini disinyalir memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Manfaat pare bahkan diduga mampu mencegah pertumbuhan sel kanker, bakteri, dan virus berbahaya.

Karena memiliki riwayat dianggap sebagai penyembuh sejak lama, banyak penelitian dilakukan untuk membuktikan manfaat pare bagi kesehatan. Pare sendiri kaya akan berbagai senyawa kompleks. Aneka vitamin, mencakup A, vitamin B, folat, dan vitamin  C, ada di dalam buah ini.

Kontras dengan Rasa Pahitnya, Manfaat Pare Ternyata Sangat Manis - Alodokter

Mineral lain yang terkandung di dalam buah yang dalam bahasa Inggris disebut bitter melon ini adalah kalium, kalsium, seng, magnesium, fosfor, dan zat besi. Buah ini juga merupakan sumber serat yang baik. Pare juga mengandung karbohidrat, namun rendah kalori dan hampir tidak mengandung lemak. Dari segi medis, berbagai penelitian menyoroti sifat antioksidan yang tinggi terkait fenol, flavonoid, isoflavon, anthroquinone, dan glucosinolates yang dimilikinya.

Manfaat Pare Bagi Kesehatan

Di bawah ini adalah beberapa potensi manfaat pare, buah yang dalam bahasa Latin disebut Momordica charantia:

  • Mengurangi gula darah
    Bagi para penderita diabetes, mengonsumsi pare mungkin bisa membantu mengelola penyakit yang diderita. Hal ini sangat mungkin mengingat pare mengandung charantin, vicine, dan polipeptida-p yang merupakan zat aktif antidiabetes. Salah satu fungsi charantin adalah menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh. Sementara itu, polipeptida-p dikenal sebagai senyawa yang menyerupai insulin. Ketiga zat di atas memiliki efek untuk membantu tubuh mengurangi kadar gula darah.
    Meski tampak menjanjikan, beberapa penelitian klinis yang telah dilakukan ternyata menunjukkan bahwa manfaat pare dalam mengendalikan kadar gula darah masih inkonsisten dan tidak signifikan. Masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui dengan pasti bagaimana pare bisa membantu penderita diabetes. Dan satu hal yang pasti, manfaat pare belum bisa menggantikan atau menyamai efektivitas obat antidiabetes, seperti insulin dan obat antidiabetes oral.
  • Melawan sel kanker
    Salah satu dugaan manfaat pare lainnya terkait dengan kemampuannya dalam melawan sel-sel kanker. Penelitian mengungkapkan bahwa pare memiliki sifat antikanker dan berpotensi digunakan sebagai agen pembasmi berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, usus besar, prostat, hati, dan kanker darah.
    Namun penelitian tersebut baru sebatas penelitian di laboratorium. Efek antikanker dalam manfaat pare ini belum banyak diteliti secara klinis sehingga khasiatnya sebagai pelawan kanker pada manusia masih perlu dikaji lebih lanjut.
  • Antibakteri dan antivirus HIV
    Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus mungkin bisa diatasi dengan mengonsumsi pare. Ekstrak pare memiliki kemampuan antibakteri, terutama infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti E. coli, Salmonella, Staphylococcus, Pseudomonas, dan Streptobaccilus. Ekstrak pare juga terlihat dapat mematikan virus salah satunya virus HIV. Akan tetapi, manfaat pare hingga saat ini belum dapat digunakan sebagai antibiotik atau antivirus secara klinis, mengingat masih minimnya penelitian yang mendukung data tersebut.

Penting untuk Anda ketahui, manfaat pare untuk melawan sel kanker dan HIV belum diteliti pada manusia. Demikian pula untuk manfaat pare sebagai pengobatan infeksi, riset masih terbatas pada studi yang dilakukan pada hewan. Ini artinya, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan efek yang sama pada manusia. Namun tidak ada salahnya untuk menambahkan pare ke dalam menu makanan sehari-hari karena kandungan gizinya yang beragam.

Manfaat pare memang menggiurkan, tetapi Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan manfaat pare sebagai obat. Selain itu, pare juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil, terkait dugaan dugaan efek samping pare yang dapat membahayakan kandungan.