Lapisiv T adalah obat untuk mengatasi batuk akibat iritasi pada saluran pernapasan atau alergi. Obat ini mengandung guaifenesin, dextromethorphan hydrobromide, dan diphenhydramine hydrochloride yang bisa diperoleh tanpa resep dokter, tetapi penggunaannya tidak boleh sembarangan.

Lapisiv T mengandung 150 mg guaifenesin, 10 mg dextromethorphan HBr, dan 15 mg diphenhydramine HCl. Guaifenesin bekerja dengan cara mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan. 

Lapisiv T

Sementara itu, dextromethorphan bekerja dengan cara menekan refleks batuk pada pusat batuk di otak. Adapun diphenhydramine dapat meredakan gejala alergi dengan menghambat kerja histamin yang memicu reaksi alergi. Dengan cara kerja bahan-bahan tersebut, Lapisiv T dapat mengatasi batuk dengan efektif.

Beli Lapisiv T di Aloshop

Apa Itu Lapisiv T

Bahan aktif Guaifenesin, dextromethorphan HBr, dan diphenhydramine HCl
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Ekspektoran, antitusif, dan antihistamin
Manfaat Meredakan batuk, mengencerkan dahak, serta mengatasi gejala alergi ringan 
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Lapisiv T untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping guaifenesin dan dextromethorphan terhadap janin. Namun, belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Lapisiv T untuk ibu menyusui Lapisiv T ini umumnya aman digunakan dalam dosis rendah dan jangka pendek. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya dan perhatikan kemungkinan bayi menjadi lebih mengantuk atau mengalami kesulitan menyusu.
Bentuk obat Tablet

Peringatan sebelum Menggunakan Lapisiv T

Meski dijual secara bebas, Lapisiv T harus digunakan secara hati-hati. Sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  • Jangan menggunakan obat ini jika Anda alergi terhadap guaifenesin, dextromethorphan, diphenhydramine, atau obat antihistamin lainnya.
  • Bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan Lapisiv T jika Anda menderita asma, emfisema, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), batuk dengan dahak yang banyak, batuk perokok, atau batuk berdarah.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami glaukoma, penyakit ginjal, hipertiroidisme, penyakit jantung, gangguan fungsi hati, pembesaran prostat, atau kesulitan buang air kecil.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini jika Anda memiliki riwayat kejang atau epilepsi.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Lapisiv T jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk menghindari interaksi obat.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi obat ini karena dapat menyebabkan kantuk atau pusing.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Lapisiv T karena dapat meningkatkan efek kantuk.
  • Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan obat ini.

Dosis dan Aturan Pakai Lapisiv T

Berikut ini adalah dosis umum Lapisiv T untuk meredakan batuk yang disertai gejala alergi:

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1 tablet, 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: ½  tablet, 3–4 kali sehari.

Cara Menggunakan Lapisiv T dengan Benar 

Gunakan Lapisiv T sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

Berikut ini adalah cara menggunakan Lapisiv T yang benar berikut ini:

  • Lapisiv T dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Telan tablet secara utuh dengan bantuan air putih.
  • Perbanyak minum air putih selama menggunakan Lapisiv T agar guaifenesin dapat bekerja lebih optimal dalam membantu mengencerkan dahak.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi obat ini, segera minum begitu teringat. Namun, jika sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Hentikan penggunaan obat jika keluhan batuk sudah membaik.
  • Periksakan diri ke dokter jika batuk tidak kunjung membaik setelah 7 hari penggunaan, atau disertai demam, ruam kulit, atau sakit kepala yang menetap. Untuk mendapat respons yang cepat, Anda bisa berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter.
  • Simpan obat di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan gunakan obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Lapisiv T dengan Obat Lain 

Kandungan Lapisiv Tdapat berinteraksi dengan obat lain dan menimbulkan sejumlah efek, seperti:

  • Peningkatan risiko terjadinya serotonin syndrome jika digunakan bersama antidepresan golongan SSRI, trisiklik, atau MAOI
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping Lapisiv T jika digunakan dengan haloperidol atau amiodarone
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping kantuk, sulit konsentrasi, atau linglung jika digunakan dengan antinyeri golongan opioid atau antihistamin jenis lain, seperti cetirizine
  • Peningkatan risiko efek samping antikolinergik, seperti mulut kering, sembelit, dan gangguan penglihatan, jika digunakan bersama obat dengan efek serupa
  • Penurunan efektivitas betahistine dalam mengatasi vertigo

Untuk menghindari efek interaksi yang tidak diinginkan, mintalah saran dokter sebelum menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun bersama Lapisiv T.

Efek Samping dan Bahaya Lapisiv T

Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Lapisiv T adalah:

  • Kantuk
  • Pusing
  • Mulut, hidung, atau tenggorokan terasa kering
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Pandangan kabur

Umumnya, efek samping tersebut bersifat ringan. Namun, bila keluhan tidak kunjung membaik atau terasa makin mengganggu, segera konsultasi ke dokter melalui Chat Bersama Dokter aplikasi ALODOKTER. 

Selain itu, Lapisiv T juga dapat menimbulkan efek samping serius, seperti:

  • Reaksi alergi obat, misalnya ruam, gatal, atau pembengkakan pada wajah dan tenggorokan
  • Detak jantung cepat atau tidak beraturan
  • Halusinasi atau linglung
  • Kejang
  • Sulit buang air kecil

Bila Anda mengalami efek samping di atas, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan yang tepat.