Let down reflex adalah mekanisme alami tubuh saat menyusui, di mana otak mengeluarkan hormon yang memicu produksi ASI dan kontraksi payudara. Refleks ini membuat ASI bisa mengalir dengan lancar.
Mekanisme yang juga disebut sebagai refleks keluarnya ASI ini melibatkan 2 hormon. Pertama, hormon prolaktin yang bertugas untuk memproduksi ASI. Yang kedua, hormon oksitosin yang memicu kontraksi otot di sekitar saluran payudara.

Let down reflex biasanya terjadi saat:
- Bayi mengisap payudara
- Mendengar tangisan bayi
- Melihat atau bahkan hanya memikirkan bayi
- Menggunakan pompa ASI
- Menyentuh atau merangsang puting dan payudara
Let down reflex bisa terjadi beberapa kali setiap menyusui. Namun, kebanyakan ibu hanya merasakan atau menyadari let down reflex pertama.
Let Down Reflex dan Tandanya
Setiap ibu menyusui bisa merasakan tanda let down reflex yang berbeda-beda. Bahkan, ada yang tidak menyadari tanda apa pun. Nah, beberapa tanda yang normal meliputi:
- Payudara terasa penuh, hangat, dan kesemutan (tingling)
- ASI menetes atau merembes
- Merasa haus
- Merasa rileks bahkan sampai mengantuk saat menyusui
- Kram rahim yang mirip seperti menstruasi, terutama pada minggu-minggu pertama pasca persalinan
Selain pada tubuh ibu, let down reflex juga bisa ditandai dengan cara bayi mengisap ASI, yakni isapannya jadi lebih panjang dan lambat. Terkadang suara menelannya bisa sampai terdengar jelas.
Let Down Reflex dan Cara Memicunya
Let down reflex berkaitan erat dengan hormon sehingga mekanisme ini bisa dipengaruhi oleh stres, kelelahan, serta rasa sakit dan perasaan tidak nyaman. Oleh karena itu, terdapat beberapa cara yang bisa membantu melancarkannya, yaitu:
1. Melakukan sentuhan kulit ke kulit (skin-to-skin)
Melakukan kontak langsung antara kulit Bunda dan bayi (skin-to-skin) terbukti dapat memperkuat ikatan emosional dan merangsang pelepasan hormon oksitosin. Cara ini efektif untuk mempercepat terjadinya let down reflex, terutama pada hari-hari awal menyusui.
2. Memberikan pijatan lembut di payudara dan punggung
Pijatan di payudara sebelum atau saat menyusui dapat membantu melancarkan aliran ASI. Teknik sederhana ini juga membantu mempercepat respons tubuh terhadap rangsangan menyusui.
Selain itu, pijatan di punggung juga diketahui turut membantu kelancaran let down reflex.
3. Mengompres hangat area payudara
Selain memijat, memberikan kompres hangat pada area payudara juga dapat melancarkan let down reflex. Bunda bisa mandi air hangat terlebih dahulu atau menggunakan handuk yang direndam air hangat untuk mengompres payudara selama beberapa saat.
4. Mengelola stres dan melakukan relaksasi
Stres bisa menghambat pelepasan oksitosin, sehingga let down reflex juga turut terdampak. Oleh karena itu, Bunda bisa mencoba teknik relaksasi, seperti menarik napas dalam-dalam, mendengarkan musik yang menenangkan, serta mencoba teknik box breathing. Semakin rileks tubuh Bunda, semakin mudah let down reflex terjadi.
5. Memikirkan atau melihat bayi
Melihat, mendengar, atau bahkan membayangkan bayi dapat membantu memicu proses alami ini. Hubungan emosional antara ibu dan bayi sangat kuat dalam menunjang kelancaran menyusui.
6. Menciptakan suasana menyusui yang nyaman
Pilih tempat yang tenang, minim gangguan, dan nyaman agar Bunda bisa fokus dan tidak terbebani saat menyusui. Lingkungan yang mendukung membuat tubuh lebih mudah merespons rangsangan secara positif.
7. Menyusui atau Memompa ASI Secara Teratur
Semakin sering Bunda menyusui atau memompa ASI, tubuh akan terlatih untuk mengenali rangsangan dan memperlancar let down reflex. Konsistensi sangat membantu, terutama pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan.
Setiap ibu memiliki pengalaman menyusui yang unik. Ada yang membutuhkan waktu dan latihan agar let down reflex berjalan lancar, terutama pada awal masa menyusui. Jangan ragu meminta dukungan dari keluarga atau tenaga kesehatan untuk menjaga kenyamanan fisik dan mental Bunda.
Jika Bunda sudah mencoba berbagai cara namun let down reflex tetap sulit terjadi atau disertai gejala tidak biasa, seperti muncul perasaan tidak nyaman atau sedih, segera konsultasikan ke dokter secara online melalui Chat Bersama Dokter.
Ada kondisi langka seperti dysphoric milk ejection reflex (D-MER), yaitu timbulnya sensasi emosional negatif sesaat sebelum atau selama keluarnya ASI. Kondisi ini umumnya memerlukan penanganan khusus.